Ketika Tentara Allah Berjihad di Tanah Persia - Bagian 3

YUK SHARE:

Kisah Perang Nahawand

BOBOLNYA BENTENG KOKOH NAHAWAND





Umar radhiyallahu 'anhu mampu memprediksi dahsyatnya pertempuran nanti. Oleh sebab itu Umar menunjuk Hudzaifah radhiyallahu 'anhu sebagai panglima tertinggi jika An Nu'man gugur. Apabila Hudzaifah gugur, maka yang menggantikannya adalah Jarir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu. Kemudian Umar menyebut beberapa nama sebagai pengganti sampai ada tujuh nama yang disebut, termasuk Qais bin Maksyuh dan Al Mughirah radhiyallahu 'anhuma.
 
Selain itu Umar juga memerintahkan setiap prajurit untuk mempersering membaca Dzikir Laa haula wa laa quwwata illa Billah.
 
Langkah pertama yang dilakukan An Nu'man adalah mengumpulkan informasi selengkap-lengkapnya tentang musuh. Ada tiga nama yang diperintah untuk menunaikan tugas tersebut. Mereka adalah Thulaihah Radhiyallahu'anhu, 'Amr bin Ma'dikarib Radhiyallahu'anhu, dan'Amr bin Abi Salamah Radhiyallahu'anhu.Dari ketiga nama tersebut, Thulaihah yang kemudian berhasil mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya.Sebab Thulaihah mampu menyusup sampai di pusat kekuatan Nahawand. Kesimpulannya? Tidak ada satupun alasan yang perlu dikhawatirkan jika ingin menyerang Nahawand.
 
Secara garis besar,pasukan Islam dibagi menjadi beberapa bagian. Pasukan pemukul yang berada digaris paling depan dipimpin oleh Nu'aim bin Muqarrin radhiyallahu 'anhu. Masing-masing sayap pasukan dipegang oleh Hudzaifah dan Suwaid bin Muqarrin. Ditengah pasukan diberikan kepada Al Qa'qa' bin 'Amr. Dibagian ekor pasukan, Mujasyi' bin Mas'ud yang diberi kepercayaan.
Takbir tiga kali yang dipekik-kan An Nu'man lalu diikuti oleh seluruh pasukan, terasa benar pengaruhnya yang dapat menggetarkan persia. Hal itu dilakukan saat kedua pasukan dalam jarak pandang,sehingga masing-masing bisa saling melihat.
 
Sebuah lokasi strategis dipilih. Disana seluruh pasukan Islam berhenti, menurunkan dan menata perlengkapan juga mendirikan kemah-kemah. Ada empat belas kemah besar yang didirikan untuk masing-masing komandan Islam. Kemah An Nu'man menjadi kemah yang terbesar. Begitu banyaknya kemah yang didirikan, sampai-sampai ahli sejarah menyatakan bahwa dalam sejarah irak, tidak pernah terjadi perkemahan sebanyak itu.
 
Perang nahawand dimulai hari rabu dan berlanjut dihari kedua, kamis,selama dua hari tersebut,kedua belah pihak saling merebut posisi dan bertahan, walaupun pada akhirnya pasukan persia menjadi terdesak. Akhirnya seluruh pasukan persia mundur kearah benteng mereka dan berlindung disana. Hari mundurnya mereka adalah hari jum'at.
 
Benteng tersebut kemudian dikepung oleh pasukan Islam. Persia berbuat sesuka mereka untuk keluar menyerang atau segera kembali berlindung dibenteng . Selama masa pengepungan, sempat juga pihak persia meminta juru runding dari pasukan Islam dengan tujuan mengancam dan merendahkan umat Islam . Namun Al Mughirah yang ditunjuk sebagai juru runding mampu menjawab dengan sempurna bahkan sempat menghinakan persia,.
 
Pengepungan terus berlanjut.
Akhirnya An Nu'man berinisiatif untuk mengumpulkan para panglima dan komandan Islam guna membicarakan staretegi selanjutnya. Beberapa pendapat dimunculkan termasuk terus berupaya menyerang benteng secara langsung. Meskipun ujungnya, strategi Thulaihah yang dipilih oleh An Nu'man.
 
Caranya dengan memancing persia keluar dari benteng. Tetapi bagaimana? Satu divisi Islam maju menyerang benteng sambil memprovokasi musuh. Biarkan persia terpancing keluar. Jika rencana itu berjalan,dibuatlah kondisi seolah-olah divisi tersebut mengalami kekalahan lalu mundur kebelakang.
Sesampainya divisi tersebut ke induk pasukan, buat juga seakan-akan seluruh pasukan Islam mengalami keguncangan sehingga harus mundur bersama-sama. Biarkan pihak persia menganggap pasukan Islam dapat dipukul mundur dengan harapan seluruh pasukan persia yang berada didalam benteng terpancing keluar.
 
Jika rencana ini berjalan sesuai harapan,seluruh pasukan Islam akan melakukan transisi dari mundur menjadi manuver
menyerang serentak. Dan disanalah sesungguhnya menang dan kalah dapat ditentukan. Al Qa'qa bin Amr radhiyallahu 'anhu dan pasukannya lantas terpilih untuk menjalankan misi tersebut.
Subhanallah!
 
Benar-benar sesuai rencana dan harapan. Divisi Al Qa'qa mundur ke belakang seolah-olah kalah. Kesan kalah tetap dibuat walaupun divisi Al Qa'qa telah bergabung dengan divisi-divisi lainnya. Rupanya persia terpancing keluar sehingga tidak ada prajurit tertinggal di dalam benteng, kecuali para penjaga pintu gerbang.
 
Pasukan inti yang dipipimpin langsung oleh An Nu'man terus disabarkan. Sebab peristiwa tersebut terjadi menjelang waktu tergelincirnya matahari kearah barat, hari Jum'at. An Nu'man mengingatkan mereka dengan Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang memulai pertempuran dipagi hari atau setelah matahari bergeser kearah barat. Walaupun pasukannya terus mendesak,An Nu'man tetap teguh berpendirian untuk memulai pertempuran yang sesungguhnya pada waktu yang disukai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
 
Saatnya semakin dekat. An Nu'man berkeliling memacu kuda untuk melakukan inspeksi pasukan sambil berpidato memompa semangat tempur pasukannya. Nah,disanalah An Nu'man mengucapkan do'a permohonan kepada Allah Ta'ala agar diberi anugrah syahid hari itu.
 
Perang nahawand benar-benar pecah. Sebuah pertempuran yang belum pernah ada sebelumnya sedahsyat itu. Lautan darah membanjiri tanah nahawand. Sampai-sampai An Nu'man terpeleset dari kudanya karena banjir darah. Pada saat jatuh itulah, sebuah anak panah menembus pinggangnya. An Nu'man radhiyallahu Ta'ala 'anhu gugur sebagai syahid.
 
Tidak ada yang mengetahui gugurnya An Nu'man kecuali adiknya sendiri. Jasadnya ditutupi dengan kain lalu ia mengambil bendera perang untuk kemudian diserahkan kepada Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu 'anhu. Gugurnya An Nu'man memang sengaja disembunyikan sampai akhir perang.
Menjalang malam, pasukan persia benar-benar kalah. Lebih dari seratus ribu prajurit mereka tewas, di antaranya terjatuh dalam jurang saat melarikan diri. Al fairuzan,panglima tertinggi persia dapat dibunuh oleh Al Qa'qa bin Amr.
 
Dikota Madinah, siang dan malam, khalifah Umar bin Khththab radhiyallahu 'anhu selalu mendoakan kemenangan. Beliau selalu merasa ,berita tentang nahawand telat datangnya. Hingga suatu hari,seorang penduduk Madinah bertemu dengan seorang penunggang kuda. Ia mengaku berasal dari nahawand. 
 
Setelah ditanya tentang kondisi perang disana,penunggang kuda itu menjawab, "Allah Ta'la memenangkan pasukan Islam. Panglima tertinggi Islam gugur dan kaum Muslimin berhasil memperoleh harta rampasan dalam jumlah besar." Setelah itu,sipenunggang kuda berlalu pergi. Berita kemenangan Islam langsung saja menyebar keseluruh penjuru Madinah dan terdengar oleh Umar. Sumber berita dipanggil oleh Umar untuk menanyakan asal-usul berita tersebut. Setelah mendengar keterangannya, Umar mengatakan, "Berita resminya belum sampai kepadaku. Sipenunggang kuda itu adalah pembawa berita dari kalangan jin."
 
Beberapa hari kemudian,kurir berita resmi pasukan Islam tiba di Madinah untuk membawa laporan. Umar menanyakan siapa-siapa saja yang gugur. Beberapa nama disebutkan dan dikenal oleh Umar.beliau menangis.
*Ada beberapa nama lain yang disebut namun tidak dikenal oleh Umar. Kata Umar sambil menangis,"Apa ruginya bagi mereka jika tidak dikenal Umar? Bukankah Allah Ta'ala mengenali mereka. Sungguh, Allah Ta'ala telah memuliakan mereka semua dengan gugur sebagai syuhada,."*
*Benar Allah Ta'ala telah memuliakan mereka dengan gugur sebagai syahid. Bagaimana dengan kita :question:semoga saja.*
 
Selesai

Oleh: Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar ibn Rifa'i La Firlaz
Ditulis dari: Majallah Qudwah, Edisi.28.


๐ŸŒˆ@LilHuda๐ŸŒˆ
๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป๐Ÿ”ป
๐Ÿ“ฌTelegram Ahkam, Tanya jawab
๐Ÿ“ฒ tlgrm.me/LilHuda
๐Ÿ’ˆ-------------------(๐ŸŒˆLIlHuda๐ŸŒˆ)-------------------๐Ÿ’ˆ

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,119,Akhirat,11,Akhwat,79,Aqidah,210,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,31,Bantahan,81,Bid'ah,40,Biografi,18,Cerita,12,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,30,Ebook,8,Fadhilah,46,Faedah Ringkas,17,Fiqih,204,Ghaib,10,Hadits,93,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,28,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,74,Inspiratif,24,IT,10,Janaiz,6,Kata Mutiara,116,Keluarga,113,Khawarij,21,Kisah,101,Kontemporer,104,Manhaj,102,Muamalah,33,Nabi,9,Nasehat,333,Poster,5,Puasa,35,Qurban,16,Ramadhan,24,Rekaman,1,Remaja,98,Renungan,18,Ringkasan,87,Sahabat,23,Sehat,26,Sejarah,18,Shalat,96,Syiah,25,Syirik,2,Tafsir,25,Tanya Jawab,408,Tauhid,18,Tazkiyatun Nafs,56,Teman,12,Thaharah,12,Thallabul Ilmi,79,Tweet Ulama,5,Ulama,24,Ustadz Menjawab,3,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Ketika Tentara Allah Berjihad di Tanah Persia - Bagian 3
Ketika Tentara Allah Berjihad di Tanah Persia - Bagian 3
Kisah Perang Nahawand
https://3.bp.blogspot.com/-nFCLCknpRo0/V_BFL7272WI/AAAAAAAAAzE/9rG-zbQTSFIcachGigjIq03YK-I-UcpGwCLcB/s640/d2VF36.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-nFCLCknpRo0/V_BFL7272WI/AAAAAAAAAzE/9rG-zbQTSFIcachGigjIq03YK-I-UcpGwCLcB/s72-c/d2VF36.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
http://www.atsar.id/2016/10/ketika-tentara-allah-berjihad-di-tanah_9.html
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/2016/10/ketika-tentara-allah-berjihad-di-tanah_9.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Qodarullah, post tidak ditemukan... LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua BACA LAGI AH... LABEL ARSIP CARI ARTIKEL SEMUA ARTIKEL Qodarullah, artikel yang antum cari tidak ditemukan ! Ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikuti THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy