Perbedaan Antara Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fikih

SHARE:

HUKUM PENUNTUT ILMU MEMBEDAKAN DI ANTARA ULAMA HADITS DAN FIKIH

HUKUM PENUNTUT ILMU MEMBEDAKAN DI ANTARA PARA ULAMA DALAM HAL HADITS DAN FIKIH


Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:

Telah tersebar belakangan ini di antara penuntut ilmu pemula, pembedaan di antara para ulama dengan perkataan mereka: ini ahli hadits dan ini ahli fikih. Adakah perbedaan di antara kedua pernyataan ini? Bila ada bedanya, maka mana yang lebih utama?

Jawaban:

Para ulama, masing-masing dari mereka tentunya memiliki spesialisasi ilmu syariat. Seperti ini ahli hadits, ini ahli fikih, ini ahli dalam akidah, ini ahli dalam nahwu, dan ini ahli dalam tata bahasa arab. Tentunya ada dalam hal ini. Sehingga sebaik-baik manusia adalah seseorang yang bisa mengumpulkan hadits dan fikih dalam dirinya.

Namun perlu diketahui bahwa diantara ahli hadits ada yang tidak memiliki fikih terhadap dalil. Ini berdasarkan sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم: (Barangkali muballigh (orang yang menyampaikan) lebih mengerti daripada orang yang mendengar)

Siapakah muballigh? Penukil hadits, muballigh adalah orang yang mengambil hadits dari orang yang meriwayatkannya namun memahami agama Allah.

Jadi, tidak setiap ahli hadits menjadi orang yang paham sebagaimana tidak setiap orang yang paham menjadi ahli hadits. Seperti diantara ahli fikih ada yang perhatian dengan kitab-kitab ulama, menelitinya, dan memeriksanya namun dia lemah dalam hal hadits dan diantara mereka ada yang sebaliknya ahli dalam hadits namun tidak memahaminya, sedikit fikihnya dalam hal hadits sehingga engkau mendapatinya meyakini yang umum pada perkara yang bukan umum atau meyakini yang khusus pada perkara yang bukan khusus dan seterusnya.

Hanya saja masalahnya sekarang bukan hal ini. Masalahnya adalah manusia mengklasifikasi dengan kata lain ini ahli hadits sehingga jangan engkau bertanya kepadanya tentang masalah fikih. Ini ahli fikih sehingga jangan bertanya kepadanya tentang masalah hadits. Inilah yang jadi masalah.

Maka yang seharusnya adalah kita yakini kebaikan keberkahan ada pada ulama kita dan yang aku maksud dengan keberkahan adalah keberkahan ilmu. Hendaknya kita tidak meningggalkan ilmu yang ada pada mereka, karena bila engkau meninggalkan ilmu yang ada pada para ulama, maka dari siapa engkau mengambil syariat? Dari juhhal (orang-orang bodoh). Ini merupakan kesalahan yang besar.

Al-Liqa' asy-Syahri 38

http://t.me/Al-Ukhuwwah

BACA: BIOGRAFI SINGKAT SYAIKH AS-SA'DI

Perbedaan Antara Ahli Hadits dan Ahli Fikih
https://pixabay.com/en/plumule-pen-subtlety-fine-pen-2018158/


حكم تفريق طلاب العلم بين العلماء في الحديث والفقه
السؤال: انتشر في الآونة الأخيرة بين طلاب العلم المبتدئين التفريق بين العلماء بقولهم: هذا محدث وهذا فقيه. فهل بينهما فرق؟ وإذا كان هناك فرق فأيهما أفضل؟الجواب: لا شك أن العلماء كل منهم تناول الشريعة من وجه، هذا محدث، وهذا فقيه، وهذا عالم في العقائد، وهذا عالم في النحو، وهذا عالم في البلاغة، لا شك في هذا، وخير الناس من جمع بين الحديث والفقه، ولكن ليعلم أن من المحدثين من ليس عنده فقه بدليل قوله عليه الصلاة والسلام: (رب مبَلغ أوعى من سامع) من المبلِغ؟ ناقل الحديث، والمبلَغ: هو الذي أخذ الحديث عمن رواه ولكن فقه في دين الله، فليس كل محدث يكون فقيهاً، وليس كل فقيه يكون محدثاً، من الفقهاء مثلاً من يعتني بكتب العلماء ويحققها ويدققها لكنه ضعيف في الحديث، ومنهم بالعكس عنده علم من الحديث لكنه لا يفقه، قليل الفقه في الحديث، فتجده يعتقد العموم فيما ليس بعام، أو الخصوص فيما ليس بخاص، وهلم جراً.لكن المشكلة الآن ليست هذه، المشكلة تصنيف الناس بمعنى: هذا محدث لا تسأله عن مسألة فقهية، هذا فقيه لا تسأله عن مسألة حديثية.. هذه هي المشكلة، والواجب أن نعتقد الخير والبركة بعلمائنا، وأقصد بالبركة: بركة العلم، وألا نزهد فيما عندهم من العلم؛ لأنك إذا زهدت فيما عند العلماء من العلم فعمن تأخذ الشريعة؟ عن الجهال، هذا من الخطأ العظيم.

COMMENTS

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,118,Akhirat,10,Akhwat,73,Aqidah,203,Arab Saudi,15,Audio,31,Bantahan,78,Bid'ah,38,Biografi,8,Cerita,10,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,26,Ebook,8,Fadhilah,44,Faedah Ringkas,17,Fiqih,195,Ghaib,10,Hadits,88,Haji-Umroh,8,Hari Jumat,28,Hari Raya,3,Ibadah,50,Info,80,Inspiratif,23,IT,10,Janaiz,5,Kata Mutiara,115,Keluarga,107,Khawarij,21,Kisah,90,Kontemporer,104,Manhaj,90,Muamalah,28,Nabi,6,Nasehat,322,Poster,5,Puasa,34,Qurban,16,Ramadhan,25,Rekaman,1,Remaja,95,Renungan,14,Ringkasan,85,Sahabat,15,Sehat,33,Sejarah,18,Shalat,92,Syiah,24,Syirik,2,Tafsir,23,Tanya Jawab,389,Tauhid,15,Tazkiyatun Nafs,52,Teman,11,Thaharah,11,Thallabul Ilmi,78,Tweet Ulama,5,Ulama,21,Ustadz Menjawab,3,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Perbedaan Antara Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fikih
Perbedaan Antara Ulama Ahli Hadits dan Ahli Fikih
HUKUM PENUNTUT ILMU MEMBEDAKAN DI ANTARA ULAMA HADITS DAN FIKIH
https://4.bp.blogspot.com/-G9-yXPKLF1k/WJaBbXASIfI/AAAAAAAALJ8/skO7V8DiWSoWAZFproYgxIHIcxH1e3jJQCK4B/s1600/pena-ulama-plumule.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-G9-yXPKLF1k/WJaBbXASIfI/AAAAAAAALJ8/skO7V8DiWSoWAZFproYgxIHIcxH1e3jJQCK4B/s72-c/pena-ulama-plumule.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
http://www.atsar.id/2017/02/perbedaan-antara-ahli-hadits-dan-ahli-fikih.html
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/2017/02/perbedaan-antara-ahli-hadits-dan-ahli-fikih.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy