Bercanda Ala Rasulullah

SHARE:

Adab bercanda sesuai tuntunan Rasulullah

Hidup terkadang terasa menjenuhkan, bisa karena pekerjaan di kantor, sekolah, bisnis dan lain yang semisal. Yup, kita memang butuh hiburan. Hiburan bisa di generate dengan bercanda dengan teman ataupun keluarga. Dengan kesempurnaannya, Islam memandu pemeluknya agar merasa bahagia dan mendapatkan pahala melalui bercanda. Kok bisa berapahala? Berpahala jika kita berusaha mencocoki sunnah nabi dalam segala hal, termasuk bercanda.
Ingatlah sebuah ayat al-Qur'an bahwa Allah mengkabarkan kepada kita bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang baik.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak menyebut Allah. [al-Ahzâb :21].

1. Jujur dalam bercanda


Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa para sahabat bertanya kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam:
"Wahai nabi, engkau mencandai kami?!"
"Ya, dan sungguh tidaklah aku mengatakan kecuali kebenaran "
(Diriwayatkan al Bukhari dalam al Adab dan dishahihkan al Albani dalam Shahihul Adab)
Maka hadits di atas menerangkan bahwa nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam juga bercanda kepada sahabatnya. Hanya saja, beliau sama sekali tidak pernah berdusta di dalam candaannya.  Beliau bercanda, dan selalu jujur dalam candaannya. Sungguh teramat jauh candaan beliau dengan candaan orang-orang dijaman sekarang. Kalau sekarang, orang yang bercanda tanpa berdusta seolah-olah garing alias gak lucu. Begitu menjamurnya acara-acara di tv tentang lawakan yang penuh kedustaan dan anehnya acara tersebut mempunyai rating yang tinggi ditengah permisanya.
Dalam hadits yang lain beliau shallallahu 'alaih wasallam bersabda :
"Celakalah siapa yang menyebutkan suatu ucapan untuk membuat manusia tertawa karenanya dan dia berdusta dalam ucapannya itu. Celaka dia ! Celaka dia !" (H.R Abu Dawud, at Tirmidzi an Nasai dan al Baihaqi. Dihasankan al Albani dalam Shahih Targhib)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda :
"Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yang memperbaiki akhlaknya"
Maka hadits di atas mengancam siapapun yang berdusta di dalam candaannya, bahwa dia berhak untuk celaka. Di dunia ataupun di akhirat kelak serta begitu besar balasan Allah bagi siapapun yang berusaha untuk jujur dalam segala hal termasuk dalam bercanda.

2.  Jangan terlalu banyak tertawa

Islam tidak melarang untuk bercanda, tetapi hendaknya kita mengurangi frekuensi bercanda kepada orang lain. Rasulullah mecontohkan adab dalam bercanda yaitu tidak tertawa terbahak-bahak. Misalnya wkwkwk (hanya tulisan). Dituturkan oleh Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha :
"Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum' (Muttafaqun 'alaih)
“Janganlah kalian banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (Diriwayatkan at-Tirmidzi)
“Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan yang tidak bermanfaat baginya" (Diriwayatkan at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

3. Jangan kelewatan dalam bercanda

Sungguh kebiasaan buruk yang dilakukan manusia saat ini yaitu ketika mereka bercanda dengan cara yang kurang tepat karena hal ini bukan membuat orang yang kita candai menjadi bahagia, bahkan bisa menimbulkan kebencian dan permusuhan. Cara-cara yang salah dalam bercanda bisa menjerumuskan pelakunya kepada perbuatan dzalim kepada saudaranya. Diantara manusia ada yang bercanda dengan mengagetkan temannya ketika sedang tidur, menceburkan dalam kolam, memecahkan telor dikepalanya, dan perbuatan-perbuatan lain yang semisalnya.
Abu Qosim (Nabi Muhammad) shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Janganlah salah seorang dari kalian mengambil barang milik saudaranya, baik bercanda maupun bersungguh-sungguh" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Pernah terjadi, ketika salah seorang sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang tidur, datanglah seseorang lalu mengambil cambuknya, dan menyembunyikannya. Pemilik cambuk itupun merasa takut. Sehingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسلِمًا
Tidak halal bagi seorang muslim membuat takut muslim yang lain (Diriwayatkan Abu Dawud)
Diantara canda-canda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sebagai berikut :

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ: ( يَا رَسُوْلَ اللَّهِ احْمِلْنِى.) قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-: (( إِنَّا حَامِلُوكَ عَلَى وَلَدِ نَاقَةٍ )). قَالَ: (وَمَا أَصْنَعُ بِوَلَدِ النَّاقَةِ؟) فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-: (( وَهَلْ تَلِدُ الإِبِلَ إِلاَّ النُّوقُ.))

Diriwayatkan dari Anas radhiallahu ‘anhu bahwasanya seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia pun berkata, “Ya Rasulullah! Angkatlah saya (ke atas onta)!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Sesungguhnya kami akan mengangkatmu ke atas anak onta.” Lelaki itu pun berkata, “Apa yang saya lakukan dengan seekor anak onta?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankan onta-onta perempuan melahirkan onta-onta? 
(Diriwayatkan Abu Dawud no. 5000 dan At-Tirmidzi no. 1991. Syaikh Al-Albani berkata, “Shahih.” ).


نِ الْحَسَنِ قَالَ: أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَتْ: (يَا رَسُولَ اللَّهِ، ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ) فَقَالَ: ((يَا أُمَّ فُلاَنٍ، إِنَّ الْجَنَّةَ لاَ تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ.)) قَالَ: فَوَلَّتْ تَبْكِي فَقَالَ: (( أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لاَ تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ : { إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً 0فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا 0عُرُبًا أَتْرَابًا } )).

Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: (35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. (36) Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. (37) Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqi’ah)
(Diriwayatkan Abu Dawud no. 5000 dan At-Tirmidzi no. 1991. Syaikh Al-Albani berkata, “Shahih.)

Demikian sedikit ulasan canda ala Rasulullah, hendaknya setiap muslim berusaha untuk senantiasa bisa menyesuaikan diri dengan ajaran Rasulullah walaupun dalam bercanda.

Wabillahi taufiq.

KOMENTAR

BLOGGER
program peduli lombok dan sulteng
Nama

Adab-Akhlak,129,Akhirat,12,Akhwat,91,Aqidah,221,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,32,Bantahan,93,Bid'ah,42,Biografi,32,Cerita,15,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,31,Ebook,7,Fadhilah,50,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,232,Ghaib,11,Hadits,108,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,30,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,77,Inspiratif,26,IT,12,Janaiz,6,Kata Mutiara,123,Keluarga,135,Khawarij,22,Kisah,117,Kontemporer,113,Manhaj,124,Muamalah,38,Nabi,8,Nasehat,377,Poster,6,Puasa,41,Qurban,17,Ramadhan,27,Rekaman,1,Remaja,104,Renungan,23,Ringkasan,90,Sahabat,30,Sehat,27,Sejarah,19,Shalat,106,Syiah,26,Syirik,3,Tafsir,26,Tanya Jawab,451,Tauhid,23,Tazkiyatun Nafs,67,Teman,12,Thaharah,16,Thallabul Ilmi,85,Tweet Ulama,6,Ulama,29,Ustadz Menjawab,5,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Bercanda Ala Rasulullah
Bercanda Ala Rasulullah
Adab bercanda sesuai tuntunan Rasulullah
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2015/02/bercanda-ala-rasulullah.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2015/02/bercanda-ala-rasulullah.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP CARI ARTIKEL ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy