Ngapain Sih Ikutan Valentine Day ?

YUK SHARE:

Tanggal 14 Februari ada apa ya? Ada Valentine Day. Wah hafal gitu yak.. Valentine day atau hari valentine rasanya sudah menjadi momen tah...

Tanggal 14 Februari ada apa ya? Ada Valentine Day. Wah hafal gitu yak.. Valentine day atau hari valentine rasanya sudah menjadi momen tahunan bagi pemuda-pemudi untuk mengungkapkan cintanya. Cinta kepada siapa? Ya kepada siapa lagi kalau bukan kepada kekasihnya. Bisa dengan memberikan coklat, bunga, boneka atau apapun yang disukai.

Gimana sih sejarahnya valentine day?

Ada banyak kisah yang menceritakan tentang asal muasal munculnya valentine day, namun sayangnya dari sekian kisah tersebut tidak mempunyai sanad yang jelas sehingga sulit untuk mengatakan kisah tersebut benar-benar shahih 100%.

Kisah versi pertama

Ada seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya, Santo Marius, secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Kladius II dengan alasan menggagas bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga lebih baik mencurahkan diri untuk berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial. Nah, kemudian si Valentine ini secara rahasia menikahkan para pemuda dengan pasangannya. Lambat laun, perbuatan Valentine tercium oleh Kaisar dan ia mendapatkan hukuman mati.

Kisah versi kedua

Dikisah seorang pemuda bernama Valentine yang hendak menolong orang-orang Kristen kabur dari penjara akibat penganiayaan. Tak sengaja, Valentine pun jatuh cinta dengan anak gadis seorang penjaga penjara. Sebelum ajal menjemput Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat. Surat itu meninggalkan 3 kata sebagai tanda tangannya, yaitu "From Your Valentine". Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.

Kisah versi ketiga

Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan Dari ketiga kisah yang belum jelas tersebut, terdapat kepastian bahwa valentine day bukan dari Islam. Iya kan? Jadi ngapain juga ngikutin tradisi orang kafir padahal nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika hidupnya berusaha untuk menyelisihi orang kafir.

Jadi gimana dong. hukum merayakan Valentine Day ?

Ulama' Ahlussunnah memfatwakan bahwa merayakan Valentine Day itu haram. Dinukil dalam Majmu' Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah 16/199, bahwa beliau melarang merayakan hari kasih sayang (valentine’s day) dengan alasan sebagai berikut : Pertama : bahwa itu merupakan perayaan bid’ah, tidak ada asalnya dalam syari’at. Kedua: bahwa hal tersebut mengantarkan kepada cinta buta dan kerinduan (kepada lawan jenis bukan mahram). Ketiga: hal tersebut mengantarkan kepada tersibukkannya hati dalam urusan-urusan rendah seperti ini, yang menyelisihi bimbingan salafus shalih. Lajnah Da'imah (Lembaga Fatwa Arab Saudi) pernah ditanya sebagai berikut :
"Sebagian manusia ada yang merayakan hari ke 14 dari bulan Februari setiap tahun dengan hari kasih sayang “valentine’s day” (hari valentine). Dimana mereka saling memberi hadiah berupa mawar merah dan memakai pakaian berwarna merah, dan mereka saling memberi selamat, dan sebagian warung/restoran pembuat kue membuat kue dengan warna merah, lalu diberi gambar hati di atasnya. Sebagian toko ada yang memberi beberapa pemberitahuan di sebagian barang dagangannya yang berkenaan dengan kekhususan hari tersebut. Maka apa pendapatmu tentang: - hukum merayakan hari tersebut? - Membeli dari toko-toko tersebut pada hari itu? - Sebagian toko (yang tidak merayakan hari itu) menjual kepada yang merayakannya sebagian apa yang dihadiahkan di hari tersebut? Semoga Allah membalas kebaikanmu.”
Jawaban : Dalil-dalil yang tegas dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, sekaligus kesepakatan para Salaful Ummah, bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu hari raya ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adha. Adapun hari raya selain kedua hari tersebut, baik perayaan berkenaan dengan seseorang, kelompok, peristiwa, atau makna apapun, maka itu merupakan hari raya yang diada-adakan dalam agama. Tidak boleh bagi pemeluk agama Islam untuk merayakannya, menyetujuinya, ataupun menampakkan kegembiraan terhadap hari tersebut, serta tidak boleh pula membantu (perayaan tersebut) sedikitpun. Karena perbuatan tersebut termasuk melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala, dan barang siapa yang melanggar batasan-batasan Allah subhanahu wa ta’ala maka dia telah menzhalimi dirinya sendiri. Berikutnya, disamping ia perayaan yang diada-adakan dalam agama, ia juga merupakan hari rayanya orang kafir, maka itu dosa di atas dosa. Karena pada perbuatan tersebut terdapat unsur tasyabbuh (penyerupaan) dengan orang-orang kafir dan loyalitas kepada mereka. Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala telah melarang kaum mukminin dari perbuatan tasyabbuh dengan orang-orang kafir dan Allah subhanahu wa ta’ala juga melarang kaum muslimin dari berloyalitas kepada mereka dalam kitab-Nya yang mulia. Telah pasti bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.” [HR. Abu Dawud no. 4031, Ahmad II/50]
Valentine’s Day termasuk jenis yang dimaksudkan di atas, karena ia termasuk hari raya watsaniyyah (paganisme/para penyembah berhala) nashraniyyah. Maka tidak diperbolehkan bagi seorang muslim yang telah menyatakan diri beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir untuk ikut merayakan hari raya tersebut, atau menyetujuinya, atau turut mengucapkan selamat. Sebaliknya, wajib atasnya untuk meninggalkan dan menjauhinya dalam rangka memenuhi perintah Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya, serta menjauhi sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan dan adzab Allah subhanahu wa ta’ala. Demikian juga haram atas seorang muslim untuk turut membantu/berpartisipasi pada hari perayaan tersebut ataupun hari raya kafir/bid’ah terlarang lainnya, dalam bentuk apapun, baik makanan, minuman, jual beli, produksi, hadiah, kartu-kartu ucapan selamat, iklan, atau yang lainnya. Karena itu semua merupakan bentuk kerja sama dalam perbuatan dosa dan permusuhan, serta bentuk kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوا عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ “Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. Bertakwalah (takutlah) kalian kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Keras adzab-Nya.” (Al-Maidah: 2)
Wajib atas setiap muslim untuk berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam semua kondisinya, terutama ketika fitnah dan kerusakan banyak bermunculan. Wajib atasnya untuk jeli berpikir dalam rangka waspada dari terjatuh dalam kesesatan umat yang dimurkai (Yahudi) dan umat yang tersesat (Nasrani), dan orang fasik yang tidak percaya akan kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak peduli sama sekali terhadap Islam. Wajib atas setiap muslim untuk kembali kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan memohon hidayah-Nya dan keteguhan diri di atasnya. Karena sesungguhnya tidak ada yang memberi hidayah dan mengokohkannya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Wabillahi taufiq, washallallahu ‘ala nabiyyina muhammad wa’ala alihi wa sallam. [Fatwa No. 21203] Fatwa ini ditandatangani oleh: Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh (Ketua), Asy-Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota), Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan (Anggota), dan Asy-Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan (Anggota).

Setelah mendapatkan penjelasan yang panjang lebar, kamu masih mau ikutan valentine day?

Sumber referensi: asysyariah.com dan darussalaf.or.id

KOMENTAR

BLOGGER
program peduli lombok dan sulteng
Nama

Adab-Akhlak,126,Akhirat,12,Akhwat,88,Aqidah,218,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,32,Bantahan,92,Bid'ah,40,Biografi,31,Cerita,15,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,31,Ebook,7,Fadhilah,50,Faedah Ringkas,17,Fiqih,223,Ghaib,11,Hadits,104,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,29,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,77,Inspiratif,26,IT,12,Janaiz,6,Kata Mutiara,123,Keluarga,133,Khawarij,22,Kisah,117,Kontemporer,110,Manhaj,122,Muamalah,37,Nabi,8,Nasehat,373,Poster,6,Puasa,41,Qurban,17,Ramadhan,27,Rekaman,1,Remaja,103,Renungan,23,Ringkasan,90,Sahabat,30,Sehat,27,Sejarah,19,Shalat,106,Syiah,26,Syirik,2,Tafsir,25,Tanya Jawab,443,Tauhid,22,Tazkiyatun Nafs,66,Teman,12,Thaharah,13,Thallabul Ilmi,85,Tweet Ulama,6,Ulama,28,Ustadz Menjawab,5,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Ngapain Sih Ikutan Valentine Day ?
Ngapain Sih Ikutan Valentine Day ?
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
http://www.atsar.id/2015/02/ngapain-sih-ikutan-valentine-day.html
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/2015/02/ngapain-sih-ikutan-valentine-day.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Qodarullah, post tidak ditemukan... LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua BACA LAGI AH... LABEL ARSIP SEARCH SEMUA ARTIKEL Qodarullah, artikel yang antum cari tidak ditemukan ! Ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy