Hukum Berqurban Atas Nama Orang yang Meninggal Dunia?

SHARE:

Hukum Berqurban Untuk Orang yg Meninggal Dunia?


Bismillah. Jawaban dari ustadz Abu Utsman Kharisman dari pertanyaan ana "bolehkah berqurban diatas namakan orang yg meninggal dunia?". Semoga memberi manfaat bagi ikhwah yg lain. Baarakallahu Fiikum.

Berkurban untuk Mayit

Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin ditanya tentang hukum berkurban, dan apakah boleh mengkhususkannya untuk keluarga yang telah meninggal?

Beliau menjawab, “Udhiyah(menyembelih hewan kurban,pen) adalah sunnah mu’akkadah bagi orang yang mampu melakukannya. Maka dia hendaknya menyembeli hewan kurban untuk dirinya dan keluarganya.

Adapun meniatkan berkurban khusus untuk anggota keluarga yang telah meninggal, maka hal itu tidak pernah teriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, menurut yang saya tahu, bahwa beliau menyembelih hewan kurban khusus untuk orang yang telah meninggal. hal ini juga tidak (pernah diriwayatkan) dari para shahabat ketika di masa NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam .

Akan tetapi hendaknya seseorang di dalam berkurban meniatkan untuk dirinya dan keluarganya, dan bila ia meniatkan juga untuk anggota keluarganya yang telah meninggal maka tidak mengapa (yang dilarang adalah mengkhususkan untuk mayit,pen).” (Majmu Fatawa wa Rasail25/10)

Di dalam fatwa berikutnya beliau menambah keterangan tentang larangan mengkhususkan berkurban bagi anggota keluarga yang telah meninggal, beliau berkata “Kemudian berkurban bukan bagi orang yang telah meninggal, tapi berkurban bagi orang yang masih hidup. Dan berkurban tidak sunnah bagi orang yang telah meninggal. Dalilnya adalah, bahwasanya syari’at ini hanya bersumber dari sisi Allah dan rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan as-sunnah telah datang menjelaskan bahwasanya berkurban hanya bagi orang yang masih hidup.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam juga memiliki kerabat-kerabat yang telah meninggal, akan tetapi beliau tidak pernah berkurban khusus bagi mereka. Semua putra dan putri Nabi telah meninggal sebelum beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Di antara mereka ada yang meninggal sebelum usia baligh, dan sebagian yang lain setelah usia baligh. Anak laki-laki beliau semuanya meninggal sebelum baligh, sedangkan putri-putri beliau meninggal di usia baligh, kecuali Fathimah yang masih hidup sepeninggal beliau. Juga ada dua isteri Nabi yang meninggal sebelum beliau yaitu Khadijah dan Zainab bintu Khuzaimah Radhiallahu ‘anhuma.Demikian pula paman beliau, Hamzah bin Abdul Muthallib telah terbunuh sebagai syahid, akan tetapi tidak pernah beliau (mengkhususkan) berkurban bagi mereka. Maka (dapat diketahui bahwa) beliau tidak mensyari’atkan berkurban bagi orang yang telah meninggal, dan tidak mendakwahkan hal tersebut.

Atas dasar ini kami katakan, tidak termasuk sunnah (mengkhususkan) berkurban bagi mayit, karena tidak pernah diriwayatkan dari NabiShallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan aku juga tidak mengetahui ada riwayat dari shahabat .

Baik, jika si mayit telah berwasiat untuk disembelihkan hewan kurban baginya maka ditunaikan wasiatnya dengan disembelihkan hewan kurban baginya, dalam rangka menunaikan wasiatnya. Demikian pula bila si mayit digabungkan bersama orang-orang yang masih hidup, contohnya seseorang menyembelih hewan kurban dengan niat untuk dirinya dan keluarganya, dia meniatkan keluarga yang masih hidup dan yang sudah meninggal (maka tidak mengapa). Adapun mengkhususkan berkurban untuk orang yang sudah meninggal, maka perbuatan itu bukan sunnah. (Majmu Fatawa wa Rasail 25/11)

Sumber: http://warisansalaf.com/2014/09/23/fatawa-kurban-1-hukum-berkurban-dan-meniatkannya-untuk-orang-yang-sudah-meninggal/

____________
WA Al I'tishom

KOMENTAR

BLOGGER
program peduli lombok dan sulteng
Nama

Adab-Akhlak,134,Akhirat,12,Akhwat,91,Aqidah,223,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,32,Bantahan,93,Bid'ah,43,Biografi,32,Cerita,15,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,33,Ebook,7,Fadhilah,51,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,233,Ghaib,11,Hadits,109,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,30,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,78,Inspiratif,26,IT,12,Janaiz,6,Kata Mutiara,123,Keluarga,135,Khawarij,22,Kisah,117,Kontemporer,113,Manhaj,124,Muamalah,39,Nabi,8,Nasehat,379,Poster,6,Puasa,41,Qurban,17,Ramadhan,27,Rekaman,1,Remaja,104,Renungan,23,Ringkasan,90,Sahabat,30,Sehat,27,Sejarah,19,Serial,3,Shalat,107,Syiah,26,Syirik,3,Tafsir,28,Tanya Jawab,453,Tauhid,26,Tazkiyatun Nafs,68,Teman,12,Thaharah,16,Thallabul Ilmi,85,Tweet Ulama,6,Ulama,29,Ustadz Menjawab,5,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Hukum Berqurban Atas Nama Orang yang Meninggal Dunia?
Hukum Berqurban Atas Nama Orang yang Meninggal Dunia?
Hukum Berqurban Untuk Orang yg Meninggal Dunia?
https://3.bp.blogspot.com/-2uaO_RiYl3A/VfbfZbh3xvI/AAAAAAAAD-k/iXWN3UaAnH4/s1600/ada-apa-dengan-bulan-dzulhijjah.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-2uaO_RiYl3A/VfbfZbh3xvI/AAAAAAAAD-k/iXWN3UaAnH4/s72-c/ada-apa-dengan-bulan-dzulhijjah.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2015/09/hukum-berqurban-atas-nama-orang-yang.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2015/09/hukum-berqurban-atas-nama-orang-yang.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP CARI ARTIKEL ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy