Akibat Buruk Dosa

YUK SHARE:

DOSA ADALAH PENGHAMBAT KESUKSESAN ~ DOSA MUSUH ISTIGHFAR

DOSA ADALAH PENGHAMBAT KESUKSESAN  


Dosa yang dilakukan manusia adalah penghambat keberhasilan. Di dunia, dosa menjadi sebab terjadinya musibah. Di akhirat, dosa yang tidak Allah ampuni akan menghasilkan kerugian yang nyata dan penyesalan yang terlambat.

Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah menyebutkan kerugian-kerugian yang ditimbulkan akibat dosa dalam kitabnya adDaa-u wad Dawaa’. Beberapa contoh kerugian/ bahaya yang ditimbulkan suatu perbuatan dosa –kutipan sebagian- di dunia:

- Sulitnya mendapat ilmu yang bermanfaat
- Hati menjadi keras
- Sulit khusyu’ dan mendapatkan kenikmatan dalam ibadah
- Urusan yang dihadapi menjadi sulit
- Melemahkan badan
- Sulit/ malas dalam menjalankan ketaatan
- Keberkahan dihilangkan
- Sulitnya mendapatkan taufiq (hidayah) dari Allah
- Dada menjadi sempit
- Pelakunya menjadi hina di hadapan Allah dan di hadapan hamba Allah
-  Hewan-hewanpun juga akan melaknat pelaku dosa
- Terhalangi dari dikabulkannya doa
- Menyebabkan timbulnya kerusakan di bumi dan lautan
- Hilangnya kenikmatan dan menyebabkan datangnya adzab
- Menyebabkan diperbudak oleh syaitan
- Tercabutnya perasaan takut di dalam dada musuh.
- Su-ul khotimah (akhir kehidupan yang buruk)

DOSA MUSUH ISTIGHFAR 

Setiap manusia selain Rasul Allah pasti banyak melakukan dosa. Allah memerintahkan kepada hambaNya untuk banyak memohon ampunan (istighfar) kepada Allah  َ

"Wahai hambaku, sesungguhnya kalian berbuat dosa siang dan malam, sedangkan Aku adalah Sang Pengampun dosa. Maka mintalah ampunan (beristighfarlah kepadaKu) niscaya Aku ampuni kalian "
(Hadits Qudsi riwayat Muslim).

Jika dosa adalah penghambat kesuksesan, sebaliknya istighfar/ taubat  adalah penyebab keberhasilan/ keberuntungan di dunia dan di akhirat
  ...dan bertaubatlah kalian seluruhnya kepada Allah wahai orang yang beriman agar kalian mendapatkan keberuntungan (Q.S anNuur:31) 
Qotadah (seorang tabi’i murid Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud) berkata: “Sesungguhnya alQur’an ini telah menunjukkan penyakit dan obatnya. Penyakitnya adalah dosa, dan obatnya adalah istighfar” (diriwayatkan oleh alBaihaqy dalam Syu’abul Iman)


MUSIBAH AKIBAT DOSA 


Musibah lebih sering diartikan pada hal-hal tidak mengenakkan yang menimpa manusia, seperti: penyakit, kecelakaan, bencana, dan semisalnya. Segala bentuk musibah itu pada dasarnya disebabkan oleh dosa manusia.

Dan segala musibah yang menimpa kalian adalah disebabkan perbuatan kalian, dan banyak yang Allah maafkan (Q.S asySyuuro:30).

Namun, sebagai bentuk kemurahan dan kasih sayang Allah, masih lebih banyak perbuatan yang Allah maafkan. Jika satu dosa langsung dibalas dengan satu musibah, niscaya tidak akan ada seorangpun yang tersisa di muka bumi. Semuanya binasa karena saking banyaknya dosa yang terjadi.

Kalau seandainya Allah (langsung) mengadzab manusia disebabkan perbuatan mereka, niscaya tidak akan tertinggal di muka bumi suatu makhluk melatapun... (Q.S Faathir:45)

DOSA PENGHAMBAT REZEKI 


Dosa juga menjadi sebab terhambatnya rezeki. Dalam sebuah riwayat hadits dinyatakan:

Sesungguhnya seseorang terhalangi dari rezekinya disebabkan dosa yang diperbuatnya (H.R Ahmad, Ibnu Majah, al-Haakim).

Catatan : Hadits tersebut dihasankan oleh alHafidz al-Iraqy, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim serta disetujui penshahihannya oleh adz-Dzahaby.

BANYAK DOSA TAPI ‘SUKSES’ 

Tidak sedikit orang yang semakin banyak bermaksiat, semakin kaya. Semakin besar kedzhalimannya, semakin makmur di dunia. Semakin besar kekafirannya, semakin tinggi jabatannya, dan seterusnya. Mereka adalah orang-orang yang ‘sukses’ (dengan tanda petik). Sukses dalam pandangan orang awam.

‘Sukses’ semacam itu hanyalah semu. Ia seakan-akan sukses, padahal menabung penderitaan yang berlipat dan berkepanjangan.

Semakin seorang jauh dari Allah, semakin ia makmur di dunia. Itu disebut sebagai istidraj. Allah mengulur untuknya. Allah beri limpahan nikmat yang terus berlipat seiring dengan kedurhakaannya, agar semakin bertumpuk dosanya, dan semakin besar adzabnya di sisi

Allah. Ketika ia semakin berkubang dengan kemaksiatannya, semakin lalailah ia, dan secara tiba-tiba Allah mengadzabnya.

Rasul shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Jika engkau melihat Allah memberi bagian dari (kenikmatan) dunia kepada seseorang atas kemaksiatannya yang ia senangi, ketahuilah sesungguhnya itu adalah istidraj. Kemudian Rasul membaca firman Allah (yang artinya): “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Kami siksa mereka secara tiba-tiba, sehingga ketika itu mereka terdiam berputus asa (Q.S al-An’aam:46)(H.R Ahmad)

KESUKSESAN YANG HAKIKI 

Kesuksesan dan keberuntungan di dunia yang hakiki adalah taat kepada Allah dan Rasul-Nya. ......dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya maka sungguh ia mendapatkan keberhasilan yang besar (Q.S al-Ahzab:71).


Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan RasulNya, Allah akan masukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungaisungai, mereka kekal di dalamnya, dan itu adalah keberhasilan yang besar (Q.S anNisaa’:13)

Kesuksesan dan keberuntungan bagi orang yang banyak beristighfar:

Sungguh beruntung bagi orang yang mendapati di lembaran (catatan amalnya tertulis) istighfar yang banyak (H.R Ibnu Majah, dan alBushiri menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Kesuksesan sesungguhnya adalah jika seseorang masuk surga dan bisa melihat Wajah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.  َ

…Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung… (Q.S Ali Imran:186)

Seorang yang sengsara di dunia (miskin, tidak punya kerabat, dicemooh orang, sering sakitsakitan), tapi ia termasuk ahli surga, maka ia sangat beruntung. Disebutkan dalam hadits bahwa nanti pada hari kiamat didatangkan seorang calon penduduk surga yang di dunia termasuk orang yang paling sengsara. Kemudian orang ini dicelupkan satu kali celupan ke dalam surga. Selanjutnya, ia ditanya: Apakah engkau pernah merasakan penderitaan sebelum ini? Ia menjawab: Tidak, wahai Tuhanku. Aku tidak pernah merasakan penderitaan sekejap pun.

Sebaliknya, didatangkan seorang yang dulunya terhitung paling sejahtera di dunia (harta berlimpah, punya kedudukan dan banyak pembantu/bawahan, banyak bermewahmewah, sehat wal afiat, umur panjang), namun ia termasuk calon penghuni neraka. Kemudian dicelupkan ke neraka satu kali celupan. Selanjutnya ia ditanya: Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan sebelum ini? Ia menjawab: Tidak sama sekali. Aku tidak pernah merasakan kenikmatan sedikitpun (hadits riwayat Muslim)

Sepanjang-panjangnya umur manusia, di akherat ia akan merasakan bahwa masa hidup di dunia sangat singkat.

 Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal(di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. Allah berfirman: Kamu tidaklah tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui (Q.S alMukminuun: 112-115)

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sekedar sesaat saja di siang hari (Q.S Yunus:45)

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore hari atau pagi hari (Q.S anNaazi’aat: 46)
 ٍ
Pada hari itu mereka melihat hari yang dijanjikan (hari kiamat) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam di dunia kecuali sekedar sesaat saja di siang hari (Q.S alAhqaaf:35)


Sumber : Buku SUKSES DUNIA AKHIRAT DENGAN ISTIGHFAR DAN TAUBAT
Ustadz Abu Utsma Kharisman

*) Afwan, font arabnya tidak bisa di copy ke blog (jadi berantakan), sehingga tidak disertakan. Lebih lengkap, silakan merujuk ke buku yang dikutip.

Download disini : pustakahudaya.wordpress.com

KOMENTAR

BLOGGER
KAMI BUKAN TERORIS
Nama

Adab-Akhlak,123,Akhirat,12,Akhwat,84,Aqidah,216,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,31,Bantahan,89,Bid'ah,40,Biografi,29,Cerita,13,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,30,Ebook,8,Fadhilah,47,Faedah Ringkas,17,Fiqih,214,Ghaib,11,Hadits,97,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,29,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,76,Inspiratif,25,IT,10,Janaiz,6,Kata Mutiara,121,Keluarga,123,Khawarij,21,Kisah,113,Kontemporer,110,Manhaj,117,Muamalah,37,Nabi,9,Nasehat,360,Poster,6,Puasa,36,Qurban,16,Ramadhan,24,Rekaman,1,Remaja,101,Renungan,22,Ringkasan,90,Sahabat,30,Sehat,26,Sejarah,18,Shalat,100,Syiah,26,Syirik,2,Tafsir,25,Tanya Jawab,427,Tauhid,19,Tazkiyatun Nafs,64,Teman,12,Thaharah,13,Thallabul Ilmi,82,Tweet Ulama,6,Ulama,28,Ustadz Menjawab,3,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Akibat Buruk Dosa
Akibat Buruk Dosa
DOSA ADALAH PENGHAMBAT KESUKSESAN ~ DOSA MUSUH ISTIGHFAR
https://4.bp.blogspot.com/-rWyBaakxa6E/VrabNGgDEJI/AAAAAAAAHVk/n9R4BKrTBWE/s320/dosa.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-rWyBaakxa6E/VrabNGgDEJI/AAAAAAAAHVk/n9R4BKrTBWE/s72-c/dosa.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
http://www.atsar.id/2016/02/akibat-buruk-dosa.html
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/2016/02/akibat-buruk-dosa.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Qodarullah, post tidak ditemukan... LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua BACA LAGI AH... LABEL ARSIP SEARCH SEMUA ARTIKEL Qodarullah, artikel yang antum cari tidak ditemukan ! Ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy