Kaidah Terkait Gerakan dalam Shalat

YUK SHARE:

Hukum Bergerak dalam Shalat? Aturan / Kaidah Gerakan dalam Salat, Mana yang Boleh dan Mana yg Haram?

KAIDAH TERKAIT GERAKAN DALAM SHALAT

🖊 Al-Ustadz Abu 'Utsman Kharisman hafizhahullah

Kaidah umum tentang gerakan yang dilakukan di dalam sholat (selain gerakan-gerakan sholat), terbagi menjadi 5 hal: wajib, sunnah, mubah (boleh), haram (membatalkan sholat), makruh.

Wajib: gerakan-gerakan yang harus dilakukan untuk menjaga agar sholat tetap sah.

Contoh: seseorang yang safar tidak tahu posisi kiblat, tidak ada petunjuk maupun orang yang bisa ditanya tentang posisi kiblat yang benar, kemudian dia sholat dengan beritjihad tentang posisi kiblat yang benar. Di tengah sholat, ia baru tahu posisi kiblat yang benar, maka ia kemudian bergerak menghadap ke arah kiblat yang benar.

Contoh lain, seseorang yang sholat menggunakan jas baru sadar di tengah sholat bahwa jasnya telah terkena najis dengan yakin. Ia kemudian bergerak melepaskan jasnya yang najis itu.

Sunnah: gerakan-gerakan yang berakibat pada kesempurnaan sholat.

Contoh: seorang makmum yang bergerak maju menutup celah shaf di depannya yang baru ditinggalkan oleh makmum lain yang batal sholatnya. Bisa juga celah ditutup oleh makmum yang berada di samping kiri atau kanannya.

Contoh lain: seorang makmum yang sholat bersama seorang Imam. Awalnya ia berada di posisi kiri Imam, kemudian ia berpindah menuju posisi kanan Imam.

Contoh lain: dua orang sholat berjamaah. Makmum berdiri sejajar di sebelah kanan Imam. Kemudian datang seorang lain ingin menjadi makmum, kemudian makmum yang pertama tadi bergerak mundur untuk membuat shaf bersama makmum baru di belakang Imam.

Mubah: gerakan yang dilakukan karena kebutuhan,

seperti : berjalan membukakan pintu (dengan tetap menghadap ke arah kiblat), membunuh binatang berbahaya (seperti kalajengking), menggaruk bagian tubuh yang gatal, menggendong anak kecil, menoleh karena keperluan, memberikan isyarat dengan tangan atau kepala, berpindah posisi menuju tempat yang lebih dingin karena kepanasan, dan semisalnya. 

Termasuk gerakan yang mubah adalah jika pada saat sholat kita lupa menset HP dalam posisi diam/silent, kemudian pada saat sholat berjamaah HP berbunyi dengan nada dering yang mengganggu, dan  posisinya mudah dijangkau (seperti di saku baju), kemudian dimatikan atau diset diam atau dimatikan.

Demikian juga diperbolehkan menangis dalam sholat (bukan karena dibuat-buat, namun karena khusyu’)

Contoh lain gerakan yang mubah adalah memegang mushaf/ hp yang memuat alQuran untuk dibaca dalam sholat. 

Namun, sebaiknya hal itu hanya dilakukan di dalam sholat sunnah seperti sholat malam, dan semisalnya. Aisyah radhiyallahu anha pernah menyuruh budak laki-lakinya menjadi Imam dalam sholat malam, dan Imam tersebut membacakan dari mushaf al-Quran.

Kaidah Terkait Gerakan dalam Shalat
Kaidah Terkait Gerakan dalam Shalat via Pexels

Haram: gerakan yang dilakukan tanpa keperluan dalam gerakan yang banyak dan berurutan. Atau gerakan-gerakan yang disepakati para Ulama bisa membatalkan sholat, seperti tertawa, makan dan minum, serta berbicara dalam sholat.

Namun, jika seseorang lupa atau tidak tahu bahwa suatu gerakan tertentu sebenarnya membatalkan sholat, maka sholatnya tidak batal. Ketidaktahuan atau karena lupa tidak membatalkan sholat.

Makruh: gerakan yang dilakukan bukan karena kebutuhan namun hanya sedikit, seperti seseorang merubah posisi kopiahnya (padahal tidak terlalu dibutuhkan), atau merubah posisi arloji atau melihat waktu pada arlojinya, dan semisalnya.

(kebanyakan poin contoh di atas disarikan dari penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fataawa Nuurun alad Darb)

_________
Faidah : Tidak terdapat batasan secara khusus dari Nabi tentang berapa jumlah gerakan berurutan yang bisa dilakukan. Tidak benar kalau dinyatakan bahwa batasannya 3 kali gerakan berurutan, karena hal itu tidak berdasar hadits atau atsar yang shahih.

Berikut ini adalah beberapa dalil dan penjelasan yang menerangkan hal-hal yang diperbolehkan dilakukan dalam sholat:

Berjalan dalam Sholat dan Membukakan Pintu

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جِئْتُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي الْبَيْتِ وَالْبَابُ عَلَيْهِ مُغْلَقٌ فَمَشَى حَتَّى فَتَحَ لِي ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مَكَانِهِ وَوَصَفَتْ الْبَابَ فِي الْقِبْلَةِ

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau berkata: Saya datang pada saat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat di rumah sedangkan pintu tertutup. Kemudian beliau berjalan hingga membukakan pintu kemudian kembali ke posisinya (dalam keadaan sholat). Aisyah menjelaskan bahwa pintu berada di arah kiblat (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, anNasaai, dihasankan atTirmidzi dan disepakati al-Mundziri) 

Menggendong Anak Kecil dalam Sholat

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ... فَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا وَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا

Dari Abu Qotadah –radhiyallahu anhu- bahwa Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat dengan menggendong Umamah putri Zainab putri Rasulullah shollallahu alaihi wasallam…jika beliau berdiri beliau menggendongnya, dan jika beliau sujud beliau meletakkannya (H.R al-Bukhari dan Muslim) 

Membunuh Ular dan Kalajengking dalam Sholat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَتْلِ الْأَسْوَدَيْنِ فِي الصَّلَاةِ الْحَيَّةُ وَالْعَقْرَبُ

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk membunuh dua makhluk hitam dalam sholat, yaitu ular dan kalajengking (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, anNasaai, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany)

Sumber : Channel Telegram Goresan Fawaid

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,122,Akhirat,12,Akhwat,83,Aqidah,216,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,31,Bantahan,89,Bid'ah,40,Biografi,27,Cerita,13,Cinta,8,Dakwah,17,Doa Dzikir,30,Ebook,8,Fadhilah,46,Faedah Ringkas,17,Fiqih,211,Ghaib,11,Hadits,95,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,29,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,75,Inspiratif,25,IT,10,Janaiz,6,Kata Mutiara,121,Keluarga,122,Khawarij,21,Kisah,113,Kontemporer,109,Manhaj,117,Muamalah,36,Nabi,9,Nasehat,359,Poster,6,Puasa,35,Qurban,16,Ramadhan,24,Rekaman,1,Remaja,101,Renungan,22,Ringkasan,90,Sahabat,29,Sehat,26,Sejarah,18,Shalat,99,Syiah,26,Syirik,2,Tafsir,25,Tanya Jawab,425,Tauhid,19,Tazkiyatun Nafs,63,Teman,12,Thaharah,13,Thallabul Ilmi,82,Tweet Ulama,6,Ulama,27,Ustadz Menjawab,3,Video,10,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Kaidah Terkait Gerakan dalam Shalat
Kaidah Terkait Gerakan dalam Shalat
Hukum Bergerak dalam Shalat? Aturan / Kaidah Gerakan dalam Salat, Mana yang Boleh dan Mana yg Haram?
https://4.bp.blogspot.com/-NkwJpt7QM34/WsOFywuP6DI/AAAAAAAAM8E/TILWJ3ik0dIzEpNLNnlLtBBYx0u8aOYfwCLcBGAs/s1600/pexels-photo-678377.jpeg
https://4.bp.blogspot.com/-NkwJpt7QM34/WsOFywuP6DI/AAAAAAAAM8E/TILWJ3ik0dIzEpNLNnlLtBBYx0u8aOYfwCLcBGAs/s72-c/pexels-photo-678377.jpeg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
http://www.atsar.id/2018/04/kaidah-terkait-gerakan-dalam-shalat.html
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/
http://www.atsar.id/2018/04/kaidah-terkait-gerakan-dalam-shalat.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Qodarullah, post tidak ditemukan... LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN ARTIKEL Lihat Semua BACA LAGI AH... LABEL ARSIP SEARCH SEMUA ARTIKEL Qodarullah, artikel yang antum cari tidak ditemukan ! Ke Beranda Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy