Biografi Ibnu Abi Dzib

SHARE:

Kisah Biografi Ibnu Abi Dzib, Ulama Ahlussunnah Penyeru Kebenaran Tanpa Rasa Takut. Muhammad bin Abdurrahman.

PENYERU KEBENARAN TANPA RASA TAKUT

Biografi Ibnu Abi Dzib
Biografi Ibnu Abi Dzib
Dalam khazanah kisah ulama salaf, sangat banyak fenomena mengagumkan yang bisa diambil sebagai ibrah. Pelajaran berharga dari kisah para tokoh agama terkemuka di masa lampau merupakan motivasi bagi generasi setelahnya.

Salah satu ulama yang dikenal lantang dalam menyuarakan kebenaran adalah Ibnu Abi Dzim yang bernama lengkap Muhammad bin Abdurrahman Al 'Amiri bin Al Mughirah bin Al Harits bin Ibnu Abi Dzib.

Beliau dilahirkan pada tahun 80 H dan nama Abu Dzib, ayahanda beliau adalah Hisyam bin Syu'bah Al Qurasyi Al 'Amiri Al-Imam Abul Harits Al Madani. Ibunda beliau adalah Buraihah bintu Abdurrahman bin Al Harits bin Ibnu Abi Dzib.

Cukup banyak ulama yang pernah menjadi guru beliau dan meriwayatkan hadis dari mereka seperti Ikrimah, Syurahbil bin Sa'd Al Maqbary, Nafi' Al 'Umari, Asid bin Abi Asid Al baraad, Shalih Maula At Tauamah, Syu'bah maula Ibnu Abbas, Ibnu Syihab Az Zuhri, Muhammad bin Qais, Ishaq bin Yazid Al Hudzali, Muhammad Al Munkadir dan masih banyak yang lainnya.

Sejatinya beliau bisa memiliki guru yang lebih banyak seandainya sejak kecil telah meriwayatkan hadis. Beliau sempat menyatakan penyesalannya karena tidak meriwayatkan hadis sejak kecil dan melewatkan kesempatan tersebut begitu saja. 

Perjalanan panjang belajar agama membuat beliau menjadi salah satu lembah ilmu yang beribawa. Ulama-ulama besar yang meriwayatkan hadis darinya cukup banyak, diantaranya adalah Abdullah bin Mubarak, Yahya Bin Sa'id Al Qaththan, Abu Nuaim, Waqi' Al Jarrah, Al Qa'nabi, Ibnu wahb, Al Muqri', Hajjaj bin Muhammad, Syababah bin Suwwar, dan lainnya.

Ibnu Abi Dzib disebut-sebut mirip dengan Said bin Al Musayyib dan bahkan lebih afdhal daripada Malik bin Anas. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Ahmad bin Hanbal, hanya saja Malik lebih selektif dalam memilih perawi-perawi hadis serta lebih luas keilmuannya. Seorang figur ulama yang sangat wara', setiap orang ingin bermajelis dengannya dan mengitarinya. Beliau tidak pernah mengusir seorangpun dari mereka dan menjenguk jika ada yang sakit. 

Selalu menjaga qiyamul lail sepanjang malam dan bersungguh-sungguh serta serius dalam ibadah. Rutin mengerjakan puasa dawud bahkan pernah puasa setiap hari dan berpenampilan apa adanya dengan uban yang dibiarkan memutih.

Sudah menjadi kebiasaan beliau datang menghadiri Salat Jumat di awal waktu, lalu salat sunnah hingga datangnya imam. Kelebihan lain yang ada pada diri beliau adalah kekuatan hafalannya yang sangat kokoh. Dengan kekuatan hafalannya, beliau mampu menghafal hadis tanpa menulisnya. 

Perhatian beliau juga tercurah kepada murid dan penuntut ilmu di sekelilingnya. Ibnu Abi Dzib sering bertanya jika ada seorang yang biasa hadir tidak terlihat di majelisnya. Pernah suatu saat ada seseorang tidak terlihat di majelisnya, beliau pun bertanya kepada hadirin, "Apa yang sedang dilakukan teman kalian itu?" Apabila mereka tidak mengetahui, beliau pun akan bertanya di mana rumahnya.

Dan apabila tidak juga mereka mengetahuinya, beliau pun marah seraya mengatakan, "Ada seseorang duduk dengan kalian namun kalian tidak mengetahui keadaannya, kalau dia sakit kalian tidak menjenguknya! Kalau dia punya kebutuhan, kalian tidak membantunya!"

Hal ini mengingatkan kepada kebiasaan Nabi yang sangat perhatian kepada sahabat-sahabatnya. Dia juga sering menanyakan shahabat yang tidak terlihat di majelisnya. 

Lantang Menyuarakan Kebenaran 

Ibnu Abi Dzib adalah pribadi yang sangat tegas dan lantang dalam menyuarakan kebenaran. Bahkan antusiasnya dalam menyampaikan kebenaran melebihi Imam Malik sebagaimana penuturan Imam Ahmad. Tidak pernah menghiraukan celaan siapapun yang berusaha menghalangi langkahnya untuk menyampaikan kebenaran. Sampai-sampai ketika sampai kepadanya berita bahwa Imam Malik tidak mengamalkan hadis " " (hadis ini adalah shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Hakim bin Hizam), maka Ibnu Abi Dzib mengatakan, "Hendaknya ia dimintai tobatnya, jikalau mau bertobat maka itulah yang diharapkan. Namun jika tidak maka lehernya dipenggal." 

Namun Adz Dzahabi rahimahullah menjelaskan bahwa Imam Malik tidak mengamalkan zahir hadis ini karena beliau berpandangan bahwa hadisnya telah mansukh (terhapus hukumnya). Malik adalah seorang ulama mujtahid sehingga tetap mendapatkan pahala ketika salah dalam berijtihad. Sebagaimana sabda Nabi yang artinya, "Apabila seorang hakim hendak memutuskan suatu hukum lalu berijtihad dan menepati kebenaran, maka dia mendapatkan dua pahala. Namun apabila dia memutuskan hukum lalu berijtihad dan salah, maka mendapatkan satu pahala." 

Sehingga ucapan Ibnu Abi Dzib tidaklah menjatuhkan kredibilitas Imam Malik sebagai ulama besar di zamannya. Tidak pula para ulama memvonis lemah Ibnu Abi Dzib disebabkan karena komentarnya terhadap Imam Malik. Keduanya tetaplah ulama besar di kota Madinah di masanya. Bahkan tidak jarang Ibnu Abi Dzib berdialog langsung dengan penguasa dan menasehatinya.

Keberanian dan kesabaran mendorongnya untuk menyampaikan kebenaran kepada siapapun, bahkan walaupun seorang diri dihadapan penguasa sekalipun. Meskipun beresiko besar karena harus mempertaruhkan nyawa di hadapan penguasa. Sehingga Nabi pun menyatakan bahwa jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran dihadapan penguasa yang zalim. 

Suatu saat Ibnu Abi Dzib pernah menghadap walikota Madinah saat itu yang bernama Abdus Shamad lantas menyampaikan beberapa hal kepadanya. Namun Abdus Shamad bin Ali mengatakan, "Sungguh aku melihatmu sebagai orang yang riya'." Tiba-tiba Ibnu Abi Dzib mengambil sebatang kayu dan mengatakan, "Siapa yang menjadi tujuan riya'ku? Demi Allah manusia disisi ku lebih ringan daripada sebatang kayu ini." 

Komitmen beliau dalam memegang kebenaran ini juga terlihat di hadapan Khalifah Al Mahdi, khalifah ketiga Bani Abbasiyah. Suatu ketika Al Mahdi melakukan ibadah haji lantas mendatangi masjid Rasulullah. Sontak semua orang di masjid tersebut berdiri menghormati khalifah kecuali Ibnu Abi Dzib. Maka Al-Musayyib bin Zuhair mengatakan kepada Ibnu Abi Dzib, "Berdirilah, ini adalah Amirul Mukminin." Maka beliau mengatakan, "Hanyalah manusia itu akan berdiri menghadap Rabb semesta alam." Maka Al Mahdi mengatakan, "Biarkan dia, sungguh telah berdiri semua rambut kepalaku." 

Ibnu Abi Dzib memiliki perhatian dan kepedulian cukup besar terhadap kaum muslimin. Hal ini mendorongnya untuk menghadap Al Mansur seraya mengatakan, "Sungguh orang-orang hampir binasa, kiranya anda sudi membantu mereka dengan harta fai."

Maka Al-Mansur berkata, "Celaka engkau, kalau bukan karena aku yang menjaga tapal perbatasan, tentu engkau sudah dibawa ke rumahmu dan disembelih."

Maka Ibnu Abi Dzib mengatakan, "Sungguh dahulu telah ada yang menjaga tapal perbatasan dan memberi fai kepada manusia orang yang lebih baik dari Anda, dialah Umar." Manshur pun menundukkan kepalanya lalu berkata, "Orang ini adalah sebaik-baik penduduk ahli Hijaz." 

Oleh karenanya Ahmad bin hanbal mengatakan, "Ibnu Abi Dzib adalah seorang yang tsiqah. Sungguh dia pernah datang menemui Abu Ja.far Al Manshur dan dia tidak gentar untuk mengucapkan kebenaran di hadapannya." 

Mus'ab Az Zubair mengatakan bahwa Ibnu Abi Dzib adalah ahli fiqihnya kota Madinah. Dalam kesempatan lain Abu Ja'far pernah melakukan haji bersamaan dengan Ibnu Abi Dzib dan Malik bin Anas. Maka Abu Ja'far memanggil Ibnu Abi Dzib dan duduk bersamanya di Darun Nadwah. Kemudian Abu Ja'far bertanya kepada Ibnu Abi Dzib, "Bagaimana pendapatmu tentang Al Hasan bin Zaid bin Hasan (pemimpin Madinah saat itu)?" "Dia telah berusaha untuk bersikap adil." Jawabnya. 

Kembali beliau ditanya, "Lalu bagaimana pendapatmu tentang aku?" Maka beliau menjawab, "Demi Rabb pemilik bangunan (ka'bah) ini, sungguh engkau pemimpin yang zalim." Maka Ar Rabi' sang penjaga memegang jenggot Ibnu Abi Dzib. Namun Abu Ja'far mencegah dan bahkan memerintahkannya agar Ibnu Abi Dzib diberi uang 300 dinar. 

Perawi yang Tsiqah 

Ahmad bin Hanbal berkata, "Ibnu Abi Dzib adalah seorang lelaki yang saleh, semangat dalam menyuarakan kebenaran, beliau mirip Sa'id bin Al Musayyib dan sedikit bicara." Hal senada juga diungkapkan Hammad bin Khalid betapa miripnya beliau dengan Sa'id bin al-Musayyib. Yahya bin Ma'in mengatakan, Ibnu Abi Dzib adalah seorang yang tsiqah (terpercaya) dan semua yang diriwayatkan hadisnya adalah orang yang tsiqah pula."

Ali Al Madini pun menegaskan bahwa Ibnu Abi Dzib adalah seorang perawi yang tsiqah dan demikian halnya dengan Adz-Dzahabi. 

Suatu ketika terjadi diskusi antara Ahmad bin Hanbal dan Yahya bin Ma'in tentang Ibnu Abi Dzib dan Abdullah bin Ja'far Al Makhrami. Maka Ahmad lebih mengutamakan Makhrami sedangkan Yahya lebih mengutamakan dan memuji Ibnu Abi Dzib. Akhirnya perselisihan itu disampaikan kepada Ali Al Madini dan beliau sepakat dengan pendapatnya Yahya bin Ma'in. 

Ahmad bin Shalih menegaskan bahwa semua syaikhnya Ibnu Abi Dzib tsiqah kecuali Abu Jabir Al Bayadhi. Ya'qub bin Abi Syaibah As Sadusi mengatakan, "Ibnu Abi Dzib tsiqah shaduq hanya saja riwayatnya dari Az Zuhri secara khusus telah diperbincangkan oleh ulama." Sebagian dari mereka memvonis bahwa riwayatnya dari Az Zuhri goncang, namun ulama yang lain menyanggah bahwa periwayatan hadis dari Az Zuhri dengan metode ardh (membacakan hadis kepada guru). 

Ulama sekelas Syafi'i pun merasa sangat menyesal karena terlewatkan kesempatan untuk meriwayatkan hadis Ibnu Abi Dzib. Ibnu Abi Dzib sempat dicurigai terpengaruh pemikiran Qadariyah namun hal ini tidak benar dan sejumlah ulama memberikan pembelaan terhadap beliau. Muncul tuduhan ini ketika sekelompok orang Qadariyah datang kepada Ibnu Abi Dzib lalu bermajelis bersamanya dan berlindung kepadanya dari hukuman penguasa saat itu. 

Ibnu Abi Dzib datang ke kota Baghdad di akhir kehidupannya dan orang-orang pun mengambil ilmu darinya. Namun akhirnya beliau meninggal di kufah pada tahun 159 H pada usia 79 tahun. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada beliau. Allahu a'lam.

Sumber : Majalah Qudwah edisi 73 vol 07 tahun 1441H hal. 9

KOMENTAR

BLOGGER

Join Telegram Atsar Media

Nama

Adab-Akhlak,151,Akhirat,17,Akhwat,99,Aqidah,253,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,2,Audio,45,Bantahan,107,Bid'ah,52,Biografi,60,Cerita,41,Cinta,8,Dakwah,20,Doa Dzikir,41,Ebook,8,Fadhilah,61,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,282,Ghaib,14,Hadits,137,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,50,Info,85,Inspiratif,35,IT,11,Janaiz,6,Kata Mutiara,133,Keluarga,161,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,184,Kitab,1,Kontemporer,130,Manhaj,152,Muamalah,40,Nabi,10,Nasehat,442,Poster,7,Puasa,51,Qurban,20,Ramadhan,45,Rekaman,1,Remaja,113,Renungan,33,Ringkasan,96,Sahabat,46,Sehat,26,Sejarah,29,Serial,3,Shalat,128,Syiah,28,Syirik,6,Tafsir,34,Tanya Jawab,509,Tauhid,32,Tazkiyatun Nafs,89,Teman,15,Thaharah,18,Thallabul Ilmi,92,Tweet Ulama,6,Ulama,47,Ustadz Menjawab,6,Video,11,Zakat,8,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Biografi Ibnu Abi Dzib
Biografi Ibnu Abi Dzib
Kisah Biografi Ibnu Abi Dzib, Ulama Ahlussunnah Penyeru Kebenaran Tanpa Rasa Takut. Muhammad bin Abdurrahman.
https://2.bp.blogspot.com/-_08lX5BcctE/XjtzKO-URzI/AAAAAAAAPK8/2RMAP63ZY9YSJ9VhIqctS8tEfCiZNF0VwCK4BGAYYCw/s320/biografi-ibnu-abi-dzib.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-_08lX5BcctE/XjtzKO-URzI/AAAAAAAAPK8/2RMAP63ZY9YSJ9VhIqctS8tEfCiZNF0VwCK4BGAYYCw/s72-c/biografi-ibnu-abi-dzib.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2020/02/biografi-ibnu-abi-dzib.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2020/02/biografi-ibnu-abi-dzib.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy