Hukum Tidak Membayar Hutang, Karena Penghutang dan Yang Menghutangi Lupa

SHARE:

Hukum Tidak Membayar Hutang, Karena Si Penghutang dan Yang Menghutangi Lupa

HUKUM TIDAK MEMBAYAR HUTANG KARENA SI PENGHUTANG DAN YANG MENGHUTANGI LUPA

Hukum Tidak Membayar Hutang, Karena Penghutang dan Yang Menghutangi Lupa

Pertanyaan

Assalamu'alaykum wa rahmatullah wa barakatuh 

Wahai syekh kami! Semoga Allah menjaga anda, berbuat baik kepada anda dan memberkahi anda. Kami memiliki pertanyaan, 

Ada seseorang yang meminjam uang kepada orang lain, dengan berjalannya waktu dia belum juga membayar utangnya kepada si pemilik uang, sehingga masing-masing dari keduanya lupa baik sipeminjam maupun sipemilik utang. Apakah sipeminjam berdosa dan dia mendapatkan hukuman pada hari kiamat nanti? 

Kami berharap faedah dari anda semoga Allah menjaga anda. 

Jawaban

Oleh Asy-Syaikh Salim Bamuhriz hafizhahullah

Hayyakallah akhiy semoga Allah memberkahimu. Orang yang berutang ini tanpa diragukan lagi dia akan dihisab terhadap amalan ini. Dia telah menyia-nyiakan amanah, ini adalah amanah di lehernya, dia telah melalaikannya. Yang semestinya dilakukan apabila terjadi yang semisal ini yakni apabila seseorang meminjam harta orang lain untuk menulisnya. Ini adalah perjanjian yang besar, tidak sepele. Hendaknya dia ingat selalu di setiap waktu dari kehidupannya. Namun wallahua'lam yang nampak adalah dia tidak berniat untuk melunasi utangnya. Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 

'Barang siapa yang mengambil (meminjam) harta manusia dengan niatan untuk melunasinya, niscaya akan Allah berikan kemudahan melunasinya.'

Dengan cara Allah ingatkan dia sehingga dia berusaha melunasinya, beliau shallallahu alaihi wa sallam pun melanjutkan, 

'Barang siapa mengambilnya dengan tujuan menyia-nyiakannya, niscaya akan Allah Ta'ala sia-siakan dia.'

Ini tidak diragukan lagi merupakan dosa besar. Pemilik harta juga tidak semestinya melalaikan hartanya, hendaknya dia memastikan utang ini dalam wasiat dan tulisannya, menagih haknya. Bagaimanapun keadaannya jika dia lupa, dia mendapat uzur karena dia sipemilik harta, dia yang menagih. Dia tidak berdosa karena kelupaannya. Akan tetapi,  orang yang berutang itu berdosa karena utang tersebut masih tergantung dalam perjanjiannya, wallahul musta'an, barakallahu fiyk. 

Wassalamu alaykum wa rahmatullah wa barakatuh.

بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

السؤال: 

شيخنا حفظكم الله و أحسن إليكم و بارك فيكم، عندنا سؤال :

رجل اقترض على رجل الفلوس فمضت الأيام و لم يدفع المقترض إلى صاحب الدين الفلوس حتى ينسى كلاهما المقترض ناسي و كذلك صاحب الدين فهل على المقترض إثم  وهل يؤاخذ يوم القيامة ؟ 

نرجوا منكم الإفادة شيخنا حفظكم الله..

الإجابة : 

حياك الله أخي بارك الله فيك هذا المقترض لا شك يحاسب بهذا العمل ضيع الأمانة هذه أمانة في رقبته ضيعها. والمفروض مثل هذا إذا اقترض مالا من أحد أن يحرره . وهو ذمة عظيمة ليست هينة ذكّره في كل لحظة من حياته لكن والله أعلم الذي يظهر أنه ليس في نيته أن يسدد هذا المال وإلا فالرسول عليه الصلاة وسلم قال: 'من أخذ أموال الناس ليسدده سدده الله عنه.' بأن الله يذكره ويسعى في تسديدها ومن أخذها يريد تبديده بدده الله تعالى فهذا لا شك إثم عظيم و صاحب المال أيضا ما كان ينبغي له أن يفرّط في ماله و يحرر ذلك في وصيته و في كتابه عنده و يطالبه بحقه. على كل حال إن نسي فهو معذور لأنه صاحب حق يطالب و لا يأثم على كونه نسي لكن ذاك يأثم لأنها في ذمته معلقة. و الله المستعان . بارك الله فيك

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber: http://bit.ly/39SrC46

📃 Alih Bahasa: al-Ustadz Abu Fudhail 'Abdurrahman Ibnu 'Umar hafizhahullah

📃 Sumber: Majmu'ah al-Fudhail

✉️ Publikasi: https://t.me/TJMajmuahFudhail

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,176,Akhirat,17,Akhwat,105,Anti Teroris,2,Aqidah,274,Arab Saudi,16,Asma wa Shifat,2,Audio,45,Bantahan,110,Bid'ah,57,Biografi,64,Cerita,42,Cinta,8,Dakwah,29,Doa Dzikir,48,Ebook,9,Fadhilah,63,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,307,Ghaib,15,Hadits,156,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,84,Inspiratif,38,IT,11,Janaiz,6,Kata Mutiara,135,Keluarga,179,Khawarij,23,Khutbah,4,Kisah,221,Kitab,3,Kontemporer,143,Manhaj,163,Muamalah,43,Nabi,12,Nasehat,506,Poster,7,Puasa,54,Qurban,20,Ramadhan,48,Rekaman,2,Remaja,131,Renungan,52,Ringkasan,98,Sahabat,48,Sehat,26,Sejarah,37,Serial,3,Shalat,144,Syiah,28,Syirik,9,Tafsir,38,Tanya Jawab,563,Tauhid,38,Tazkiyatun Nafs,94,Teman,17,Thaharah,18,Thalabul Ilmi,106,Tweet Ulama,6,Ulama,53,Ustadz Menjawab,11,Video,12,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Hukum Tidak Membayar Hutang, Karena Penghutang dan Yang Menghutangi Lupa
Hukum Tidak Membayar Hutang, Karena Penghutang dan Yang Menghutangi Lupa
Hukum Tidak Membayar Hutang, Karena Si Penghutang dan Yang Menghutangi Lupa
https://1.bp.blogspot.com/-rKg9EnlB1To/YHsZEahthII/AAAAAAAAQug/wuWlUvI2HkM3Q9ywJ6NYbfh0xAn6p7yWwCLcBGAsYHQ/s16000/membayar%2Bhutang.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-rKg9EnlB1To/YHsZEahthII/AAAAAAAAQug/wuWlUvI2HkM3Q9ywJ6NYbfh0xAn6p7yWwCLcBGAsYHQ/s72-c/membayar%2Bhutang.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2021/04/hukum-tidak-membayar-hutang-karena-lupa.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2021/04/hukum-tidak-membayar-hutang-karena-lupa.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy