Renungan : Tinggal di yang Tak Kekal

SHARE:

Kita hidup di dunia hanya sementara, tak kekal, sudah siapkah untuk akhirat?

Tinggal di Yang Tak Kekal

Renungan : Tinggal di yang Tak Kekal

Bercerita walau berkenang, Andalus adalah kisah besar dalam sejarah Islami. 

Walau kini tak semua ingin mengerti dan mau peduli. Namun, Andalus tetap cerita yang tersimpan dalam sanubari.

Di sana, di semenanjung Iberia, yang kini didominasi Spanyol dan Portugal, Islam terpancang kuat sejak pertempuran di Lembah Lakah di bawah komando panglima Thariq bin Ziyad.

Sejak itu, sejarah Islam di Andalus mengalir dengan dinamika dan gerak cerita yang berwarna. 

Di semenanjung Andalus, ada kisah kepahlawanan, perjuangan, ilmu, adab, teknologi, dan cerita-cerita keadilan Islam yang luar biasa.

Kini, lebih banyak cerita yang tersisa dibandingkan yang nyata. Dan lebih banyak reruntuhan material yang tertinggal, bukan kejayaan yang kekal.

Selama lebih dari 500 tahun, dari abad ke 7 hingga 12, Islam kokoh menghujam di bumi Andalus. Namun, akhirnya sedikit demi sedikit tergerus. Hingga, berujung pada kesedihan dan tangisan terus menerus. 

Seorang pujangga kelahiran Rondah, Andalus bagian selatan, Abul Baqa ar Rundi namanya, bercerita tentang pedih perih Andalus di penghujung kejayaan Islam.

Hampir setiap buku tentang Andalus, menyebutkan untaian syair kesedihan yang digubah oleh Abul Baqa. Kumpulan bait syair itu dikenal dengan judul "Ritsaul Andalus" (Ratap Tangis Untuk Andalus)

Abu Al-Baqa termasuk saksi jatuhnya sebagian besar kota-kota strategis di Andalusia. Cadiz , Cordoba, Sevilla dan kota lainnya di tangan kerajaan Katolik.

Inilah bait-bait pembuka Abul Baqa :

لِـكُلِّ شَـيءٍ إِذا مـا تَمّ نُقصان     فَـلا يُـغَرَّ بِـطيبِ العَيشِ إِنسانُ 

هِـيَ الأُمُـورُ كَما شاهَدتُها دُوَل      مَـن سَـرّهُ زَمَـن سـاءَتهُ أَزمانُ 

وَهذهِ الدارُ لا تُبقي عَلى أَحدٍ       ولا يَدومُ عَلى حالٍ لهـا شــانُ

Segala sesuatu jika telah di puncak, akan bertahap berkurang

Janganlah seseorang terlena indahnya hidup

Seperti yang aku saksikan sendiri, segala hal selalu bergulir

Satu waktu ia senang, namun di waktu-waktu lain bersedih

Dunia ini tidak akan menyisakan apapun

Dan tidak ada satu pun keadaan yang kekal di dunia

Dari semua cerita panjang Andalus, sudah lebih dari cukup jika kita mencatat pelajaran dan kita pahat dalam hati bahwa ; tak ada yang kekal di dunia ini.

Reruntuhan bangunan sangat banyak ditemukan. Peninggalan kerajaan-kerajaan kuno hanya dipajang. Artefak kraton-kraton masa lalu dimuseumkan. Dinding-dinding istana yang dulu megah dan telah roboh sebatas diteliti.

Dulu yang dibanggakan dan disombongkan, akhirnya tinggal cerita bahkan dilupakan.

Engkau yang kini berencana membuat bangunan, apapun itu bentuk dan tujuannya. Sadarilah bahwa akan ada suatu masa, bangunan itu hilang dan roboh. Bukankah kenyataan di sekelilingmu telah mengatakannya?

Engkau yang sedang membangun rumah.

Engkau yang sedang membuat tempat usaha.

Engkau yang sedang merancang taman dan kebun.

Engkau yang sedang mendirikan tempat ibadah.

Engkau yang sedang merenovasi lokasi pendidikan.

Engkau yang sedang memperbaiki sarana fisik.

Janganlah lupa dan terlena! Ingat, itu semua hanya sementara. Tiap-tiapnya ada batas akhir yang telah ditentukan oleh- Nya.

Maka, perbaikilah niatmu! Lurus dan tulus lah dalam membangun! 

Untuk kepentingan duniamu, secukupnya saja lah.

Jika engkau semangat membangun rumah di dunia, lebihlah semangat untuk membangun istana di surga. Dengan ibadahmu. Dengan sedekahmu. Dengan infakmu. Dengan taatmu.

Bangunlah rumah yang akan kekal ditempati, bukan bangunan yang akan ditinggal pergi.

Semoga Allah Ta'ala melimpahkan istiqamah untuk kita hingga akhir hayat nanti.

Koridor ruang MRI di sebuah rumah sakit yang megah.

Jumat pagi 10 Sept 2021

t.me/anakmudadansalaf

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,174,Akhirat,17,Akhwat,105,Anti Teroris,2,Aqidah,271,Arab Saudi,16,Asma wa Shifat,2,Audio,45,Bantahan,110,Bid'ah,54,Biografi,64,Cerita,42,Cinta,8,Dakwah,28,Doa Dzikir,47,Ebook,9,Fadhilah,63,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,304,Ghaib,15,Hadits,154,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,85,Inspiratif,38,IT,11,Janaiz,6,Kata Mutiara,135,Keluarga,179,Khawarij,23,Khutbah,4,Kisah,214,Kitab,3,Kontemporer,141,Manhaj,163,Muamalah,43,Nabi,12,Nasehat,501,Poster,7,Puasa,54,Qurban,20,Ramadhan,48,Rekaman,2,Remaja,130,Renungan,51,Ringkasan,98,Sahabat,47,Sehat,26,Sejarah,36,Serial,3,Shalat,142,Syiah,28,Syirik,8,Tafsir,37,Tanya Jawab,557,Tauhid,37,Tazkiyatun Nafs,93,Teman,16,Thaharah,18,Thalabul Ilmi,104,Tweet Ulama,6,Ulama,53,Ustadz Menjawab,11,Video,12,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Renungan : Tinggal di yang Tak Kekal
Renungan : Tinggal di yang Tak Kekal
Kita hidup di dunia hanya sementara, tak kekal, sudah siapkah untuk akhirat?
https://1.bp.blogspot.com/-FCNEuLwGxZ8/YUPcqO7vxeI/AAAAAAAARQ4/q1J3LDQn55ku0qIl0OhOIGxVS6WJ0YAcgCLcBGAsYHQ/w320-h180/tinggal%2Bdi%2Bdunia.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-FCNEuLwGxZ8/YUPcqO7vxeI/AAAAAAAARQ4/q1J3LDQn55ku0qIl0OhOIGxVS6WJ0YAcgCLcBGAsYHQ/s72-w320-c-h180/tinggal%2Bdi%2Bdunia.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2021/09/renungan-tinggal-di-yang-tak-kekal.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2021/09/renungan-tinggal-di-yang-tak-kekal.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy