Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah (Catatan Dauroh di JIC)

SHARE:

Catatan Daurah Nasional JIC 2019, Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah

KESABARAN SALAF DALAM MENGHADAPI FITNAH

Asy-Syaikh Shalah Kentusy hafizhahullah 
Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah (Catatan Dauroh)
Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah (Catatan Dauroh)
As-Salafus shalih mereka adalah teladan kita semua, mereka adalah teladan dalam menjalankan segala kebaikan dan meninggalkan segala larangan. Kita tahu, bahwa satiap manusia dicipta untuk beribadah, Allah memberi Rizki dan memerintahkan untuk bertauhid. Demikian juga Allah akan menguji hamba dalam rangka untuk meninggikan derajatnya dan untuk mengetahui kualitas keimanannya. 

Akan senantiasa ujian dan coban akan menimpa mukmin dan mikminah, menimpa jasadnya hartanya. Hal itu dalam rangka membersihkan diri nya dari berbagai dosa, sehingga bertemu Allah dalam keadaan yang terbaik. Ketika menghadapi cobaan maka sabar merupakan sikap yang terpuji. Tanpa keluh kesah bahkan bisa bersyurkur kepada Allah atas hal itu, karena dia yakin tidaklah Allah mberikan cobaan kecuali untuk menaikan derajat,  menghapuskan dosanya dan melihat kwalitas keimanan. Sifat sabar dalam ujian merupakan sifat yang Agung. 

Dalam sebuah hadits Bukhari  dan muslim. 

ومن يتصبر يصبره الله وما أعطي أحد عطاء أسع من الصبر

"Barang siapa yang berusaha menyabarkan diri maka Allah akan memberikan ksabaran kepadanya dan tidaklah ada suatu pemberian yang Allah berikan kepada seseorang, yang lebih lapang daripada sifat sabar." (Muttafaq alaih) 

Jika kita telah mengetahui, kalau sabar mrupakan nikmat terbesar, maka tentu sabar itu akan berguna ketika menghadapi berbagai fitnah. baik fitnah berkaitan dengan jasad, harta dan agamanya. Dan fitnah agama termasuk fitnah terbesar. Allah berfirman mengingatkan seorang :

 فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ 

"Tatkala tertimpa musibah dia berdoa menyeru Kami dan tatkala dia diberi nikmat dia lalai dan berkata :
"sesungguhnya ini semua adalah karena ilmu yang aku miliki." bahkan itu hanyalah fitnah akan tetapi kebanyakan mereka tidak ngetahui."
(QS.Az-Zumar 49)"

Ujian tidaklah selalu dalam bentuk yang menyakitkan. Akan tetapi kadang ujian itu datang dalam bentuk yang  dicondongi oleh nafsu, dan janganlah kita menjadi lalai dengan ujian kesenangan itu. 

Setiap hamba yang hidup di dunia akan menghadapi ujian dan cobaan. Terlebih kalau ujiannya dalam hal agamanya, jika demikian maka itu adalah ujian terbesar dalam hidup seeorang, karena kadang ia bisa kokoh di atas agamanya, namun kadang dia bisa tersesat dan tidak istiqamah di atas agamanya. 

Ujian yang berkaitan dengan agama ini kadang mengandung sesuatu paksaan dan berat dihadapi seorang hamba. Oleh karena itu diantara doa salaf adalah mereka memohon kepada Allah agar orang kafir dan yang memiliki kekuatan tidak menguasai mereka dan memfitnahnya. Dalam Al-Quran disebutkan kisah Nabi Ibrahim alaihissalam. 

"Sungguh pada diri Ibrahim ada suri tauladan yang baik, dan juga para nabi yang bersamanya. Tatkala mereka berkata kepada kaumnya : Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan segala yang kalian sembah." (QS. Al-Mumtahanah 4)

Dalam keadaan orang-orang yang dimusuhi nabi Ibrahim alaihissalam itu memiliki kekuatan. 
Nabi Ibrahim berdoa : ۖ

 رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ  رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا

"Wahai Rabb kami, hanya kepada-Mu kami bertawakal, hanya kepada Mu kami bertaubat dan hanya kepada Mu kami kembali.  Wahai Rabb kami, janganlah engkau jadikan kami sebagai bahan fitnah bagi orang kafir." (QS. Al-Mumtahanah 5)

Ibnu abbas radhiyallahu anhuma berkata tentang ayat ini :
"Permohonan kepada Allah agar orang kafir tidak memaksa kita kaum mukminin untuk bergeser dari agama yang haq ini."

Allah memerintahkan kita untuk mencontoh Ibrahim dalam memperjuangkan tauhid mnghadapi kaumnya bahkan keluarga terdekatnya sang ayah. Beliau menghadapinya dengan istiqamah. Marilah kita semua berusaha memupuk kesabaran manakala ujian menimpa diri kita. Sekalipun yang memaksa kita dan memalingkan kita dari agama adalah keluarga terdekat kita. Kita hendaknya berdoa agar senantiasa diberi istiqamah oleh Allah Ta'ala. 

Kita semua wajib belajar dari salaf shalih dalam menghadapi kesabaran tatkala ujian datang kepada kita. Nabi adalah Imam salaf dan teladan umat manusia benar-benar telah mencontohkan dalam kehidupan beliau dalam hal kesabaran. Musyrikin memerangi dan mencela dan mengejek beliau, dan berbagai upaya untuk mengenyahkan beliau. Namun beliau selalu bersabar.

Allah menegaskan kalau Allah semata yang memberikan tsabat kepada beliau. Tatkala orang musyrik memberi tipudaya kepada Nabi agar beliau mentolerir segala kekufuran mereka :

وَلَوْلَا أَن ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا 

"Kalau bukan Kami yg mengokohkan engkau wahai Nabi, dalam menghadapi mereka, niscaya kamu akan condong kepada mereka." (QS. Al-Isra 74)

Dan Allah yang mengutus beliau kepada kaum mukallaf dan mengutus beliau sebagai Rahmat, mengaruniakan kesabaran yg tinggi kepada beliau. 

Diantara kesabaran beliau adalah tatkala berhentinya Wahyu kepada beliau. Tatkala Jibril lama tak kunjung datang menyampaikan Wahyu, sehingga musyrikin mencemooh dan menghinakan beliau. Diantara ucapan mereka : 

"Sungguh setannya telah meninggalkanya. Ucapan yang sangat menusuk hati beliau. Tapi beliau tetap bersabar dan akhirnya Allah menurunkan kepada beliau surat Adh-Dhuha : 

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ . وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَىٰ . وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَىٰ 

"Sungguh Rabbmu tidaklah meninggalkanmu dan tidak pula membiarkanmu. Dan sungguh akhirat itu lebih baik daripada dunia. Dan benar benar Rabbmu akan mengaruniakan sesuatu kepadamu yang dengannya engkau akan ridha."
(QS. Adh-Dhuha 3-5)

Surat adh-Dhuha merupakan pelipur lara buat beliau sehingga beliau bersabar dalam menghadapi fitnah yang datang dari orang musyrikin. 

Jika kita lihat sejarah Nabi shallallahu alaihi wasallam, kita mendapati berbagai sabarnya beliau dalam berbagai ujian dan cobaan. 

Kesabaran Nabi shallallahu alaihi wasallam sangatlah banyak sekali. Jika kita melihat sejarah beliau, maka sangat banyak keteladanan dalam kesabaran beliau. Hal itu mengingatkan kita dalam sabda beliau :

 َعَنْ أَبي هُرَيْرةَ قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّهِ ﷺ: مَا يَزَال الْبَلاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمؤمِنَةِ في نَفْسِهِ وَولَدِهِ ومَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّه تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ خطيئة 

"Senantiasa ujian dan cobaan menimpa mukmin mukminah dalam jasadnya tubuhnya dan keluarganya sehingga dia menghadap Allah tiada lagi punya dosa." (HR. Tirmidzi) 

Beliau bersabar tatkala musibah menimpa jasad beliau keluarga dan harta beliau. Contoh musibah yang menimpa rumah tangga beliau, tatkala orang munafik menuduh istri Nabi shallallahu alaihi wasallam  yang sangat beliau cintai, seorang wanita suci dan disucikan oleh Allah, disebarkan isu dusta oleh kaum munafikin kalau beliau berzina.

Isu terus tersebar, sementara wahyu tidak segera turun. Benar benar Nabi shallallahu alaihi wasallam sangat sedih dengan isu dusta yang berkembang di Madinah. Dengan kesabaran beliau, akhirnya Allah menurunkan Wahyu yang berisi pembersihan Ummul mukminin dari tuduhan keji yang disebarkan oleh kaum munafikin. Dengan diturunkan surat An-Nuur 11-21.

Allah karuniakan jalan keluar kepada beliau berkat kesabaran beliau dan kesabaran sang isteri dan kesabaran ayahnya dan ibu Aisyah radhiyallahu anhum. Sampai Rasul shallallahu alaihi wasallam mengatakan :

"Wahai sekalian kaum muslimin siapa yang bisa membantuku menghadapi seorang yang menyakitiku dengan menuduh isteriku. Padahal saya tidak mengetahui dari istriku kecuali kebaikan." (HR. Bukhari) 

Sayangnya, sekalipun Allah sudah membersihkan ummul mukminin dari tuduhan dusta kaum munafikin, tapi masih ada sampai sekarang suatu kaum yang terus menyebarkan tuduhan jelek tadi, yakni kaum rafidhah. 

Maka dari apa yang telah lalu, ada pelajaran penting untuk kita selalu bersabar dalam menghadapi berbagai fitnah. Bahkan para sahabat secara umum tetap bersabar dan mereka tidak hanyut dalam berita dusta. 

Diantara contoh kesabaran salaf adalah Imam Ahmad. Perjalanan hidup beliau sebagai seorang sabar dan tegar dalam mempertahankan prinsip ahlussunnah. Fitnah yang terjadi adalah sangat dahsyat, yakni pemaksaan agar mengakui Alquran itu makhluk. Semantara Alquran itu adalah kalamullah dan bukan makhluk.

Orang mu'tazilah mengatakan Alquran makhluq. Di masa itu kaum mu'tazilah memiliki posisi dan didengar ucapannya oleh penguasa. Sampai sampai penguasa menjadikan pemahaman mu'tazilah terkait Al-Quran harus ditanamkan kepada masyarakat. Mewajibkan ulama mengajarkannya kepada umat di halaqah-halaqah. Yang tidak mau akan berhadapan dengan cambuk, pedang dan siksaan. 

Ketika itu penguasanya bernama Al-Makmun, dia dipengaruhi oleh kaum jahmiyah dan mendukung segala kegiatan kaum sesat itu. Segala yang dibisikkan kepada penguasa menjadi keputusan penguasa. Satu demi satu dari ulama ditanya bagaimana pendapatmu tentang alquran. Jika mengatakan Al-Quran itu kalamullah, maka ia dibunuh. 

Imam Ahmad bersama para ulama bersabar menghadapi fitnah ini, tetap istiqamah dalam prinsip ini. Beliau terus menjelaskan akan kesalahan jahmiyah. Semua itu mengandung resiko berat. Para ulama mengalami ujian yang sangat besar, Ibnu Nashr Al-khuza'i dan Imam Ahmad tetap kokoh walaupun ujian begitu berat. Walaupun cambuk, pedang dan sebagainya ditimpakan, mereka tetap kokoh menjalankan agama ini. 

Al-Makmun dengan kekuatannya terus memaksakan keyakinan itu, akhirnya satu demi satu ulama ketika itu mengikuti kemauan Al-Makmun. 

Berbeda Imam Ahmad dan muridnya Muhammad bin Nuh, mereka tetap bersabar. Beliau dibelenggu oleh para tentara berjalan dari daerah Tursus kemudian ke Raqqah untuk dihadapkan kepada Al-Makmun. Sampai di daerah Raqqah, terdengar berita Al-Makmun mati digantikan saudaranya Al-Mu'tashim. Dia ternyata sama dengan kakaknya dalam memaksa umat untuk mengikuti pendapat Al-Quran itu makhluk.

Imam Ahmad terus bersabar. Hingga Al-Mu'tasim meninggal, lalu digantikan Al-Watsiq dan ternyata dia juga sama dengan dua saudaranya. Dan dia dekat dengan Ibnu Abi Du'ad, gembong Mu'tazilah. Saking bencinya dengan Imam Ahmad, ia melarang imam Ahmad berkumpul dengan manusia, dan melarang berdiam di tempat yang Al-Watsiq ada di sana. Beliau dikurung di rumah, shalat di rumah dan sebagainya. 

Fitnah yang dahsyat tadi tidak menggoyahkan beliau dari prinsip ahlussunnah. Hingga akhirnya Allah memberikan jalan keluar bagi ahlussunnah dengan matinya Al-Watsiq dan diganti oleh Al-Mutawakkil, yang berbeda dengan sikap tiga orang sebelumnya. Beliau memuliakan imam Ahmad dan ulama yang diatas sunnah, dan beliau menghinakan kaum muktazilah. Di masa Al-Mutawakil Ahlussunnah betul betul terhormat semua itu berkat kesabaran para ulama seperti Imam Ahmad dalam berpegang dengan sunnah. 

Imam Ahmad pernah dicambuk keras sekali, sampai tukang pukulnya pernah mengatakan : 
"Sungguh dia telah dipukul dengan pukulan jika dipukul kepada onta niscaya akan mati."

Secara fisik onta tersebut lebih kuat. Namun apakah cambukan keras tadi menjadikan beliau mngatakan alquran makhluk?  Beliau tetap tegar, sekalipun beliau mendapatkan siksaan yang dahsyat tersebut. 

Kalau kita perhatikan salaf shalih, betapa sabarnya mereka dalam berpegang teguh dengan sunnah, kita akan mendapat banyak pelajaran. 

Bayangkan, bagaimana sekiranya mereka begitu mudah mau menjual prinsip mereka dengan prinsip batil?  Tentu umat akan berada dalam kesesatan. 

Akan tetapi tatkala mereka begitu tegar mempertahankan prinsip, maka umat mendapatkan kemanan. Kita semua tahu, prinsip Al-Quran makhluk adalam batil, dan ahlussunnah meyakini Al-Quran bukan makhluk tapi Kalamullah. Dan Kalamullah adalah sifat Allah, sebagaimana Allah memiliki sifat selain Al-Kalam.

Memang Allah Ta'ala yang menjaga agama ini, diantara bentuk penjagaan Islam adalah Allah munculkan di tengah umat tokoh-tokoh yang tegar dan membela kebenaran, walaupun menghadapi berbagai ujian berat. Diantaranya imam Ahmad rahimahullah. Luar biasa perjalanan beliau dalam mempertahankan prinsip ahlussunnah. Agar menjadi teladan bagi kita semua agar kita berteguh diri dalam menjalankan agama. 

Semoga Allah menempatkan mereka di surga firdaus dan semoga Allah mempertemukan kita semua dengan mereka di surga. 

Amiin.. 

Petikan Faedah Dari Syaikh Shalah Kentusy Al-Futaini hafizhahullah 
pada Sesi Ketiga Daurah Masyayikh di JIC  Sabtu, 7 Muharram 1441 H

Download Audio Daurah Nasional di Jakarta Islamic Centre (JIC) disini

Sumber : Grup Whatsapp Ma'had Ar-Ridhwan Poso
Join chanel telegram http://telegram.me/ahlussunnahposo 

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,144,Akhirat,15,Akhwat,93,Aqidah,235,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,35,Bantahan,99,Bid'ah,44,Biografi,48,Cerita,35,Cinta,8,Dakwah,19,Doa Dzikir,36,Ebook,7,Fadhilah,58,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,258,Ghaib,12,Hadits,116,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,81,Inspiratif,34,IT,12,Janaiz,6,Kata Mutiara,129,Keluarga,150,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,151,Kontemporer,121,Manhaj,141,Muamalah,41,Nabi,8,Nasehat,413,Poster,7,Puasa,42,Qurban,20,Ramadhan,27,Rekaman,1,Remaja,109,Renungan,30,Ringkasan,92,Sahabat,35,Sehat,26,Sejarah,22,Serial,3,Shalat,117,Syiah,27,Syirik,3,Tafsir,31,Tanya Jawab,486,Tauhid,26,Tazkiyatun Nafs,77,Teman,13,Thaharah,17,Thallabul Ilmi,94,Tweet Ulama,6,Ulama,43,Ustadz Menjawab,6,Video,12,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah (Catatan Dauroh di JIC)
Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah (Catatan Dauroh di JIC)
Catatan Daurah Nasional JIC 2019, Kesabaran Salaf dalam Menghadapi Fitnah
https://2.bp.blogspot.com/-2NJrtPRJzfY/XXpLvtbr_FI/AAAAAAAAOmg/AOei3ryuLa8tMhjFZBagKbyp5e1sHEHCgCK4BGAYYCw/s1600/catatan-dauroh-jic-kesabaran-salaf-dalam-menghadapi-fitnah.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-2NJrtPRJzfY/XXpLvtbr_FI/AAAAAAAAOmg/AOei3ryuLa8tMhjFZBagKbyp5e1sHEHCgCK4BGAYYCw/s72-c/catatan-dauroh-jic-kesabaran-salaf-dalam-menghadapi-fitnah.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2019/09/kesabaran-salaf-dalam-menghadapi-fitnah.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2019/09/kesabaran-salaf-dalam-menghadapi-fitnah.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy