Nasihat Ustadz Afifuddin Untuk Para Santri

SHARE:

Nasihat Bagi Para Santri dari Al Ustadz Afifuddin, Wasiat Berharga Bagi Kaum Muslimin.

 📝💎📚 Untaian Nasehat Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifudin As-Sidawy -حفظه الله تعالى و رعاه-


 💎 NASIHATKU UNTUK SANTRI-SANTRIKU 

▶️ Seri 1 :

☝️Para Ulama biasa memberikan petuah  : 

" Senang tampil akan mematahkan punggung".

Saya katakan :

" Senang tampil sebabnya banyak, diantaranya :

1. Yang paling utama adalah tidak adanya keikhlasan, atau dengan kata lain ada niat yang rusak seperti ambisi meraih  keuntungan-keuntungan pribadi atau duniawi.

2. Berbangga diri dengan ilmu, jabatan, kedudukan, harta, reputasi atau  yang lainnya.

3. Meremehkan orang lain dan merasa lebih tinggi dari yang lain.

4. Bahkan urusannya bertambah jelek jika pada dirinya terdapat satu perangai  atau perangai-perangai yang buruk, semisal hasad, dengki, atau yang semisal.

Dan kunci keselamatan dari semua itu adalah keikhlasan yang jujur dalam segala perkara  disertai sikap tawadhu'.

Dan diantara wasiat  Guru Kami,  Ustadzuna  Abu Ibrahim Muhammad Umar as Sewed _ حفظه الله تعالى و رعاه -  adalah :

" Ikhlaskan niatmu, dan jangan berbicara kecuali dengan kebenaran ". 

Wabillahit taufiq.

Al-Ustadz Abu Abdillah Afifuddin as Sidawy hafidhahullah

Sidayu, 13 Muharram 1442 H

Catatan :

Silsilah nasehat ini pada asalnya hanya diposting dengan edisi arab di group thullaab Al-Bayyinah,  yang diasuh langsung oleh ust Agus suaidi dan ust Afifudin, namun karena permintaan sebagian santri maka diposting untuk faedah umum dengan disertai terjemah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

سلسلة نصيحتي لطلابي  ١ :


كان العلماء يقولون:

" حب الظهور يقصم الظهور"


أقول: حب الظهور أسبابه كثيرة ،منها :

١- أهمها عدم الإخلاص أو بعبارة أخرى : النية الفاسدة ،من حظوظ النفس أو حظوظ دنيوية.

٢- الإعجاب بنفسه من علم أو منصب و جاه أو مال أو صيت أو غير ذلك.

٣- احتقار الغير و الترفع على الغير.

٤- و زاد الأمر سوئا إذا كان فى نفسه خلق أو أخلاق سيئة كالحسد أو الحقد و نحو ذلك.

و مفتاح النجاة من هذا كله صدق الإخلاص فى جميع الأمور مع التواضع.


و مما أوصاني به معلمنا و أستاذنا  أبو إبراهيم محمد عمر السيود حفظه الله :

(( اخلص نيتك و لا تتكلم إلا بالحق)).

و بالله التوفيق.


▶️ Seri 2 :

👑 Seorang muslim tidaklah  berbicara hingga ia mengetahui bahwa ucapannya ialah :

👉 kebenaran pada dasarnya,  yakni hendaknya ia niat  ikhlas karena Allah ta'ala bukan karena satu tujuan dari tujuan-tujuan duniawi,

👉 kebenaran pada hakikatnya,  yakni hendaknya perkara  tersebut adalah sesuatu yang telah tetap (kebenarannya) dengan bukti,

👉 kebenaran pada dampaknya,  yakni jangan sampai ucapannya menyebabkan  kerusakan yang lebih besar daripada kerusakan yang timbul tatkala dia diam.

📚 Disebutkan dalam hadits riwayat ash-shohihain : 

" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berbicara yang baik atau diam ".

📚 Disebutkan pula dalam hadits riwayat  At-Tirmidzi :

" Barang siapa yang diam maka dia selamat ".

[ Ash-Shohihah : 536, karya Syaikh Al-Albani رحمه الله تعالى ]

🤲 Kami memohon kepada Allah سبحانه وتعالى keselamatan.

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, 14 Muharram 1442 H

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

سلسلة نصيحتي لطلابي ٢ :

 المسلم لا يتكلم إلا إذا علم أن كلامه :

حق فى أصله بأن تكون نيته خالصة لله تعالى لا لغرض من الاغراض،

حق فى ذاته بأن يكون ثابتا بالبرهان،

حق فى أثره بأن لا يترتب عليه مفسدة أعظم من مفسدة السكوت،

وفى الصحيحين :

(من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت).

وفى الترمذي :

(من صمت نجا) وهو فى الصحيحة للألباني رحمه الله (٥٣٦).

نسأل الله السلامة و النجاة.

▶️ Seri 3 :

 Di antara ucapan mutiara dari Para Ulama yang bijak  lagi  berakal adalah :

" Tidak setiap yang diketahui itu  disampaikan ke orang lain ".

👉 Mengenali kebenaran dan menyakini kebenaran itu harus dibangun di atas ilmu yang dilandasi hujjah-hujjah dan dalil-dalil.

👉 Adapun berucap dan menjelaskan ke orang lain itu harus dibangun di atas kemaslahatan yang sesuai syari'at.

☝️ Seorang Muslim itu menyakini dan mengenali kebenaran dari apa yang dilandasi dalil dan apa yang telah ditetapkan oleh Para Ulama.

⚠️ Akan tetapi tidak disyariatkan baginya untuk berkata dan berucap pada setiap yang telah ia ketahui.

👉 Tapi tatkala ucapannya mengandung kemaslahatan syar'i maka dia ucapkan.

👉 Tatkala kemaslahatan syar'i menuntut untuk menundanya maka dia tunda atau diam.

👑 Berkata An-Nakhoiy - رحمه الله - :

" Manusia itu binasa karena  dua perangai : 

1. Berlebihan dalam berucap

2. Berlebihan dalam masalah harta ".

👑 Sebagian Ulama juga berkata : 

" Jikalau orang yang tidak mengetahui (ilmu) itu diam niscaya akan sedikit kejelekan dan akan muncul banyak kebaikan ".

" Termasuk tanda baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya ".

" Ketika suatu urusan sudah  diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari kiamat ".

☝️Jadilah kalian orang-orang yang bijak dalam bersikap dan jadilah kalian orang-orang yang berakal ....

🤲 Semoga Alloh سبحانه وتعالى memberkahi ilmu kalian.

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, 15 Muharram 1442 H

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

سلسلة نصيحتي لطلابي ٣ :

من درر كلام العلماء الحكماء العقلاء :

ليس كل ما يعلم يقال.

معرفة الحق و اعتقاده مبني على العلم بالحجج و الأدلة.

أما الكلام و البيان فمبني على المصلحة الشرعية.

المسلم يعتقد و يعرف الحق مما علم من الأدلة و كذا ما قرره العلماء.

لكن لايشرع للمسلم أن يقول و يتكلم بكل ما علم بل ما كان فى قوله مصلحة شرعية قال به و ما اقتضت المصلحة الشرعية تأخير قوله أخّره أو سكت.

قال النخعي رحمه الله :

يهلك الناس فى خلتين : فضول الكلام و فضول المال.

وقال بعض العلماء :

لو سكت من لا يعرف لقلّ الشر و كثر الخير.

من حسن إسلام المرء تركه مالا يعنيه.

إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة.

كونوا من الحكماء العقلاء...

بارك الله فى علومكم.

▶️ Seri 4 :

📚💎💥 Di antara ucapan mutiara Para Ulama juga ialah :

" Di antara masalah dan fitnah yang bermunculan ( di tengah umat ) bisa dihentikan dengan diam dan menahan diri untuk berbicara tentangnya ".

👑 Di antara ( yang masuk dalam bab ini ) ucapan Ayyub As-Sikhtiyany - رحمه الله - :

" Tidaklah aku membantah mereka yakni Ahlu bid'ah dengan sesuatu yang lebih keras dari pada diam ".

👉 Termasuk dalam bab ini ialah :

Diam dalam perkara yang masih samar hingga jelas perkaranya.

👉 Termasuk dalam bab ini juga ialah :

 Tidak  berbicara pada  berita yang tumpang tindih tidak jelas hingga ditatsabbut ( cros cek ) beritanya.

📚 Di antara dhobit (ketentuan) dalam bab ini adalah ucapan Imam An-Nawawy - رحمه الله - dalam kitab Ar-Riyadh ( Riyadhush Sholihin ) : 

" Ketahuilah bahwa sepantasnya bagi setiap mukallaf (yang terkena beban taklif syariat) agar menjaga lisannya pada semua ucapannya, 

kecuali ucapan yang nampak padanya kemaslahatan (maka ia ucapkan). 

Tatkala diucapkan atau tidak diucapkan sama saja kemashlahatannya maka yang sunnah adalah menahan diri untuk tidak mengucapkannya, karena terkadang ucapan yang mubah bisa mengantarkan kepada yang haram atau makruh, dan  itu yang sering terjadi pada kebiasaan (banyak orang). Dan keselamatan itu tidak ada sesuatupun yang bisa menandinginya ".

💐 Allohlah yang memberikan taufiq seseorang kepada kebenaran.

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, 16 Muharram 1442 H

~~~~~~~~~~~~~~~~~

 سلسلة نصيحتي لطلابي ٤ :

من درر الكلام:

من المشاكل و الفتن دفعها بالسكوت و الكف.

منه، قول ايوب السختياني رحمه الله :

لست براد عليهم - يعنى : أهل البدع -  بشيئ أشد من السكوت.

ومن هذا الباب، السكوت فى الأمور المشتبهة حتى تتبين.

و من هذا الباب، السكوت فى الأخبار المتراكمة حتى تتثبت.

 و من ضوابط هذا الباب قول النووي رحمه الله فى الرياض :

اعلم أنه ينبغي لكل مكلف أن يحفظ لسانه عن جميع الكلام إلا كلاما ظهرت فيه المصلحة، و متى استوى الكلام و تركه فى المصلحة فالسنة الإمساك عنه، لأنه قد ينجر الكلام المباح إلى حرام أو مكروه و ذلك كثير فى العادة، والسلامة لا يعدلها شيئ.

و الله الموفق للصواب.

▶️ Seri 5 :

☝️⚠️⚖️  Dahulukan orang yang lebih tua !!!! 

( umur dan ilmunya) 

💐 Di antara wasiat Nabi Muhammad - صلى الله عليه وسلم - ialah mendahulukan orang-orang yang sudah tua umur dan ilmunya pada semua urusan, dan tetap dengan kendaraan (bimbingan) mereka, mengambil ilmu dari mereka, beradab dengan adab-adab mereka. Terlebih ketika terjadi perselisihan dan muncul berbagai fitnah.

↪️ Disebutkan di dalam hadits :

  " Keberkahan itu bersama orang-orang yang sudah tua (umur dan ilmunya) di tengah-tengah kalian ".

👑 Berkata Abdulloh bin Mas'ud - رضي الله عنه - :

" Senantiasa umat manusia mendapatkan kebaikan selama mereka mengambil ilmu dari Ulama Kibar di kalangan mereka. Apabila mereka mengambil ilmu dari shighor   (yang muda umur dan ilmunya) maka binasalah mereka ".

[ Disebutkan oleh Abdur Rozaq dalam Al-Mushonnaf ]

👑 Dan  berkata juga Ibnul Mubarok - رحمه الله - :

" Kami dilarang untuk berbicara di hadapan orang-orang tua  kami ".

💥 Di antara perkara yang harus diwaspadai ialah perkara yang  shighor bersendirian tanpa kibar, maka itu merupakan tempat sangkaan kalau dia menyimpang.

💥 Dan di antara ciri tukang fitnah ialah meninggalkan (bimbingan) Kibar dan menjadikan shighor sebagai tentara untuk terjun berdalam-dalam dan masuk ke dalam berbagai fitnah dan perselisihan.

💥 Demikian pula termasuk tanda kebatilan dan ahlul batil  ialah tidak ada di tengah-tengah mereka Ulama Kibar yang dikenal. Sebagaimana  hal ini pernah diisyaratkan oleh Abdullah bin Abbas -رضي الله عنه- pada ucapannya terhadap kaum khawarij :

" Aku datang dari sisi Para Sahabat Muhammad -صلى الله عليه وسلم-, dan Al-Quran diturunkan kepada mereka, dan tidak didapati seorangpun dari mereka (Para Sahabat Nabi) di tengah-tengah kalian ".

↪️ Aku katakan :

" Apabila terjadi perselisihan terlebih dalam masalah yang terkait fitnah-fitnah maka tetaplah dengan kendaraan (bimbingan) Orang-orang yang sudah tua umur dan ilmunya, dan waspadalah terhadap apa yang shighor bersendirian dengannya, dan jauhilah para tukang fitnah, orang-orang yang meninggalkan bimbingan Ulama Kibar dan menjadikan shighor sebagai tentara mereka untuk mengobarkan banyak fitnah ".

↪️ " Sungguh kalian menjadi ekor-ekor (pengikut) Sunnah dan Al-Jama'ah  itu lebih baik daripada menjadi pentolan-pentolan fitnah dan perpecahan ".

🤲 Semoga Alloh سبحانه و تعالى melindungi kami dan kalian dari fitnah-fitnah, baik yang nampak maupun yang tidak nampak.

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, 17 Muharram 1442 H

~~~~~~~~~~~~~

سلسلة نصيحتي لطلابي ٥ :

كبِّر  كبِّر !!!

من وصايا النبي صلى الله عليه و سلم تقديم الكبار فى السن و العلم فى جميع الأمور و لزوم ركابهم و الأخذ عنهم و التأدب بآدابهم لا سيما عند الاختلاف و الفتن.

و فى الحديث :

البركة مع أكابركم.

و قال عبد الله بن مسعود رضي الله عنه :

لا يزال الناس بخير ما أخذوا العلم عن أكابرهم، فإذا أخذوه عن أصاغرهم هلكوا (عبد الرزاق فى المصنف)

و قال ابن المبارك رحمه الله :

نهينا أن نتكلم عند أكابرنا.

مما يحذر منه ما ينفرد به الصغار دون الكبار فهو مظنة الإنحراف.

و من سيمة أهل الفتن ترك الكبار و تجنيد الصغار للخوض و الدخول فى الفتن و الاختلاف.

و من سيمة الباطل و أهله أن لا يكون فيهم الكبار المعروفين، كما أشار إلى هذا عبد الله بن عباس رضي الله عنه فى كلامه للخوارج :

جئت من عند أصحاب محمد صلى الله عليه و سلم و فيهم نزل القرآن و ليس فيكم منهم أحد.

أقول :

إذا وقع الاختلاف لا سيما فيما يتعلق بالفتن فالزموا ركاب الأكابر فى العلم و السن و احذروا ما ينفرد به الصغار و احذروا اهل الفتن الذين تركوا الكبار و جندوا الصغار للفتن.

لأن تكونوا أذنابا فى السنة و الجماعة خير من أن تكونوا رؤوسا فى الفتنة و الفرقة.

أعاذنا الله و إياكم من الفتن ما ظهر منها و ما بطن.

▶️ Seri 6 :

⚠️☝️ Jauhilah oleh kalian perangai merasa dirinya paling unggul dari yang lain ‼️

↪️ Sungguh perangai tersebut  menunjukkan adanya sombong, bangga diri, dan menganggap kecil orang lain dan meremehkannya.

↪️ Perangai tersebut akan mengantarkan dirinya untuk tidak mau menerima nasehat dan lebih buruk dari itu tidak mau menerima kebenaran walaupun telah jelas baginya, dan menolak kebenaran dari pihak yang berselisih dengannya walaupun kebenaran ada bersamanya, maka yang demikian ini tanda penyimpangan dan kebinasaan.

👑 Berkata Al-Allamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin - رحمه الله - :

" Mayoritas manusia merasa dirinya paling unggul dari selainnya, maka apabila ia berkata dengan satu ucapan maka tidak mungkin ia menjauh  darinya, walaupun dia telah melihat kebenaran adalah yang sebaliknya. Akan tetapi hal ini menyelisihi akal dan syari'at.

Dan yang wajib ialah seorang insan kembali kepada kebenaran di manapun ia dapatkan. Sampai walaupun ia menyelisihi ucapannya maka hendaknya ia rujuk. Karena sesungguhnya hal itu lebih mulia baginya di sisi Alloh dan lebih mulia  pula baginya di sisi manusia, dan juga lebih selamat dan bersih pada tanggung jawabnya, serta perangai ini tidak akan membahayakan dirinya.

Maka jangan mengira bahwa engkau apabila rujuk dari ucapanmu kepada kebenaran itu bisa menjatuhkan kedudukanmu di sisi manusia, bahkan perangai ini bisa mengangkat kedudukanmu dan manusia semakin tahu bahwa engkau tidaklah mengikuti kecuali al-haq. 

Adapun orang yang 

menyelisihi kebenaran dan tetap di atas pendiriannya serta menolak al-haq maka orang ini sombong. Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian.

Dan yang ke dua ini terjadi pada sebagian manusia - dan kita memohon perlindungan kepada Allah darinya - sampai terjadi pula di antara penuntut ilmu.  Jelas baginya sisi kebenaran setelah adanya perdebatan dan bahwa yang benar adalah lawan dari apa yang ia ucapkan kemarin. Akan tetapi ia tetap di atas pendapatnya. Syaithon mendikte orang tersebut bahwa apabila ia rujuk maka manusia akan menghinakan dirinya dan mereka akan mengatakan : orang ini adalah imma'ah (seperti bunglon), setiap hari punya ucapan (yang baru).

Dan yang demikian ini tidak berbahaya apabila engkau rujuk kepada kebenaran. Maka hendaknya ucapanmu hari ini berbeda dengan ucapanmu kemarin. Maka Para Imam yang mulia (dahulu) mereka memiliki banyak pendapat dalam satu masalah.....

[ Syarah Riyadlus sholihin, bab haromnya sombong dan bangga diri ]

🤲 Ya Alloh berikanlah kepada kami rezeki berupa keikhlasan dan tawadlu' serta menerima al-haq dengan jujur...Amin.

🍒 Faidah tambahan : 

Makna إمّعة adalah orang yang lemah pendapatnya, tidak kokoh dalam berucap dan bersikap bahkan sikap-sikapnya   sesuai dengan sikap dan pemikiran orang-orang dekatnya.

Asal maknanya ialah orang yang mengikuti manusia untuk memperoleh makanan padahal dia tidak diajak atau diundang.

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, 18 Muharram 1442 H

سلسلة نصيحتي لطلابي ٦ :

إياكم والانتصار للنفس!!

فإنه يدل على التكبر و الإعجاب بالنفس و استصغار الغير و احتقاره.

وهو يؤدي إلى عدم قبول النصيحة و أبشع منه عدم قبول الحق و إن تبين له و رد الحق من مخالفه و إن رأى ان الحق معه فهذا علامة الإنحراف و الهلاك.

قال العلامة محمد بن صالح العثيمين رحمه الله :

و كثير من الناس ينتصر لنفسه، فإذا قال قولا لا يمكن أن يتزحزح عنه، و لو رأى الصواب فى خلافه، و لكن هذا خلاف العقل و خلاف الشرع.

و الواجب أن يرجع الإنسان للحق حيثما وجده، حتى لو خالف قوله فليرجع إليه، فإن هذا أعز له عند الله و أعز له عند الناس و أسلم لذمته و أبرأ و لا يضره.

فلا تظن أنك إذا رجعت عن قولك إلى الصواب أن ذلك يضع منزلتك عند الناس بل هذا يرفع منزلتك و يعرف الناس أنك لا تتبع إلا الحق، أما الذى يعاند و يبقى على ما هو عليه و يرد الحق فهذا متكبر و العياذ بالله.

وهذا الثاني يقع من بعض الناس و العياذ بالله حتى من طلبة العلم، يتبين له بعد المناقشة وجه الصواب و أن الصواب خلاف ما قاله بالامس، و لكنه يبقى على رأيه، يملى عليه الشيطان أنه إذا رجع استهان الناس به و قالوا : هذا إنسان إمعة، كل يوم له قول.

و هذا لا يضر إذا رجعت إلى الصواب، فليكن قولك اليوم خلاف قولك بالامس، فالائمة الأجلة كان لهم فى المسألة الواحدة أقوال متعددة...

(شرح رياض الصالحين باب تحريم الكبر  و الإعجاب).

اللهم ارزقنا الإخلاص و التواضع و قبول الحق بالصدق...آمين.

فائدة : معنى "إمعة".

هو شخص ضعيف الرأي لا يثبت على كلام و لا موقف بل مواقفه بحسب مواقف المحيطين به و آرائهم.

أصل معناه شخص تبع الناس فى تناول الطعام من غير أن يكون مدعوا.

▶️ Seri 7 :

Jauhilah perangai suka mengobarkan fitnah ‼️

Di antara prinsip salaf ialah bahwasanya yang namanya fitnah harus dijauhi bukan malah didatangi.

Disebutkan di dalam hadits :

" Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari berbagai fitnah ".

Al-Imam Adz-Dzahabi menyebutkan di kitab As-Siyar 3/148, bahwasanya Mu'awiyah - رضي الله عنه - pernah berkata :

" Jauhilah oleh kalian fitnah,  janganlah kalian menginginkan datangnya fitnah karena sesungguhnya fitnah itu merusak kehidupan, memperburuk kenikmatan, dan membuahkan kebinasaan ".

Berkata Hudzaifah - رضي الله عنه -  :

" Jauhilah fitnah-fitnah ! Tidaklah seseorang pergi mendekati fitnah, demi Alloh tidaklah seseorang masuk ke dalam fitnah kecuali dia akan hancur binasa oleh fitnah tadi. Sebagaimana air bah menjadikan reruntuhan rumah itu hancur berantakan ".

[ Abdur Rozaq di dalam Al-Mushonnaf ]

Di antara yang sepantasnya diketahui ialah bahwa fitnah hanya dikobarkan oleh dua golongan :

1. Golongan yang punya tujuan jelek, ia ingin kejelekan menimpa kaum muslimin. Seperti : orang-orang kafir, para penyusup mereka, ahlul bid'ah dan bala tentaranya.

2. Golongan yang lebih berbahaya dari yang pertama, yaitu golongan yang punya niatan baik tapi ia bukan orang yang faqih lagi kokoh keilmuannya, bukan pula orang yang bijaksana lagi berakal.

Di antara tindakan-tindakan yang dilakukan oleh golongan yang ke dua ialah :

1. Berani tampil sebelum waktunya, terlebih dalam masalah fitnah.

2. Mendahului orang-orang yang telah tua dari sisi umur, ilmu dan lebih dulu berdakwah.

3. Terburu-buru dalam menghukumi tanpa pertimbangan dan tidak pelan-pelan (hati-hati).

4. Menyebarkan setiap yang ia baca, ia dengarkan, dan apa yang tersebar di lapangan, terlebih apa yang cocok dengan hawa nafsunya tanpa kehati-hatian dan tatsabbut (crosscheck).

5. Dan lebih buruk lagi dari itu ialah ia menyebarkan tiap bantahan terhadap orang yang berselisih dengannya, walaupun sumbernya dari orang-orang yang menyimpang, atau tidak diketahui, atau orang yang dulu pernah jadi musuhnya, dan walaupun kebenaran ada bersama orang yang menyelisihinya.

Aku katakan :

" Jadilah kalian para pembuka pintu kebaikan dan para penutup pintu fitnah....

Dan Alloh Dialah Dzat yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus ".

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, Senin 19 Muharram 1442 H

~~~~~~~~~~~~~

سلسلة نصيحتي لطلابي ٧ :

إياكم و تهييج الفتن!!

من أصول السلف أن الفتن تجتنب لا تجتلب.

و فى الحديث :

إن السعيد لمن جنب الفتن. 

وذكر الذهبي فى السير ١٤٨/٣ أن معاوية رضي الله عنه قال :

إياكم و الفتنة فلا تهموا بها فإنها تفسد المعيشة و تكدر النعمة و تورث الاستئصال.

و قال حذيفة رضي الله عنه :

إياكم و الفتن،لا يشخص لها أحد،والله ما شخص فيها أحد إلا نسفته كما ينسف السيل الدمن.

(عبد الرزاق فى المصنف)


و مما ينبغي أن يعلم أن الفتنة إنما يهيجها صنفان :

الأول: من قصده سيئ يريد الشر بالمسلمين كالكفار و دسائسهم و أهل البدع و جنودهم.

والثاني : أشد خطرا من الأول وهو من قصده حسن لكنه غير فقيه راسخ فى العلم و لا حكيم عاقل.


و من أفاعيل هذا الصنف الثاني :

١. التصدر قبل التأهل لا سيما فى الفتن.

٢. التقدم بين يدي الكبار فى السن و العلم و السبقية فى الدعوة.

٣. التسرع فى الحكم بلا روية و لا تريث.

٤. ينشر كل ما يقرأ و يسمع و ما يدور فى الساحة لا سيما ما يوافق هواه دون  تأن و لا تثبت.

٥. و أخبث منه ينشر كل ما يرد على مخالفيه وإن كان مصدره من المنحرفين أو المجهولين أو من كان قبل من عدوه،و إن كان الحق مع من خالفه.

أقول :

كونوا مفاتيح للخير مغاليق للفتن..

و الله الهادى إلى سواء السبيل.

▶️ Seri 8 :

Jauhilah oleh kalian perangai berani tampil sebelum waktunya ‼️

Sama saja berani tampil dengan menulis di jaringan (internet) atau yang lain, atau mengajar, berdakwah, membantah, atau selain itu dari contoh-contoh berani tampil. Perangai ini merupakan bencana yang akan merusak ilmu dan amal.

Di antara ucapan mutiara Para Ulama ialah :

" Siapa saja yang berani tampil sebelum waktunya maka sugguh ia telah bersedia mendapat kehinaan ".

Berkata Asy-Syafi'i - رحمه الله - :

" Apabila seorang pemuda sudah berani tampil maka luput darinya ilmu yang sangat banyak ". 

[Al-Fath (Fathul Bari) : 1/166]

Dan berkata Al-'Allamah Ibnu Utsaimin - رحمه الله - di kitab Syarah Hilyah (Hilyah tholibil Ilmi) :

" Perangai ini juga yang harus diwaspadai, yakni seseorang berani tampil sebelum dia layak untuk tampil. Karena sungguh apabila ia melakukannya maka ini menunjukkan beberapa  hal : 

1️⃣ Dia membanggakan  dirinya, yang mana dia telah berani tampil maka ia memandang dirinya laksana bendera dari semua bendera (yang patut untuk dibanggakan).

2️⃣ Bahwasanya hal itu menunjukkan dirinya bukan orang yang faqih dan bukan orang yang tahu banyak perkara. Tatkala manusia melihat dirinya tampil mereka membawakan masalah-masalah kepadanya yang akan memperjelas kebrobrokan dirinya.

3️⃣ Bahwa apabila ia tampil sebelum waktunya maka dia akan terdorong untuk berkata atas nama Alloh pada apa yang tidak ia ketahui. Karena kebanyakan orang yang seperti ini niatannya dia tidak peduli kalau sikapnya sebenarnya menghancurkan ilmu, dan dia  menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan kepadanya.

4️⃣ Bahwa seseorang apabila telah berani tampil maka sering kalinya ia sulit menerima kebenaran, karena dia dengan kebodohannya akan menyangka apabila ia tunduk kepada selainnya walaupun kebenaran ada bersamanya, ini menunjukkan kalau dirinya bukan ahlul Ilmi (ulama).

Aku katakan :

"Termasuk dampak (buruk) yang muncul dari perangai berani tampil sebelum waktunya ialah :

1. Terburu-buru dalam berfatwa.

2. Terburu-buru dalam menghukumi orang lain.

3. Terlalu berani dalam berfatwa dan menghukumi.

4. Menyebarkan semua hal tanpa dipelajari terlebih dahulu, tanpa memandang dampak yang akan terjadi.

5. Bermunculan dari dirinya keanehan-keanehan pada ucapannya, perbuatannya, dan pemikirannya.

6. Terjadi banyak fitnah, kekacauan di tengah-tengah kaum muslimin secara umum dan para penuntut ilmu secara khusus.

Dan selain itu dari dampak-dampak yang berbahaya bagi dirinya dan orang lain terlebih lagi pada dakwah ".

Kenalilah kadar diri kalian, janganlah kalian membuka pintu fitnah dan kekacauan dengan tindakan-tindakan kalian, serta jangan kalian bongkar aib diri kalian sendiri....

Semoga Alloh memberikan taufiq kepada kami dan kalian pada apa saja yang Dia cintai dan ridloi...

 Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

سلسلة نصيحتي لطلابي ٨ :

إياكم و التصدر قبل التأهل !!

 سواء كان التصدر بالكتابة فى النت أو غيره أو بالتدريس أو الدعوة أو الردود أو غير ذلك من أنواع التصدر فهو آفة فى العلم و العمل.

و من درر كلام العلماء :

من تصدر قبل أوانه فقد تصدى لهوانه.

و قال الشافعي رحمه الله :

إذا تصدر الحدث فاته علم كثير.

(الفتح : ١٦٦/١)


وقال العلامة ابن العثيمين رحمه الله فى شرح الحلية :

هذا أيضا مما يجب الحذر منه، أن يتصدر الإنسان قبل أن يكون أهلا للتصدر، لأنه إذا فعل ذلك كان هذا دليلا على أمور :

الأول : اعجابه بنفسه، حيث تصدر فهو يرى نفسه علم الاعلام.

الثاني : أن ذلك يدل على عدم فقهه و معرفته بالأمور، و إذا الناس رأوه متصدرا أوردوا عليه من المسائل ما يبين عواره.

الثالث : أنه إذا تصدر قبل ان يتأهل لزمه ان يقول على الله ما لايعلم، لأن غالب من كان هذا قصده، الغالب أنه لا يبالى أن يحطم العلم تحطيما و أن يجيب عن كل شيئ ما سئل عنه.

الرابع : أن الإنسان إذا تصدر فإنه فى الغالب لا يقبل الحق، لأنه يظن بسفهه أنه إذا خضع لغيره و إن كان معه الحق كان هذا دليلا على أنه ليس بأهل العلم.

أقول :

 من عواقب التصدر قبل التأهل :

١. التسرع فى الفتيا.

٢. التسرع فى الحكم على الغير.

٣. الجرأة على الفتيا و الحكم.

٤. ينشر كل شيئ بلا دراسة و لا النظر إلى العاقبة.

٥. يصدر منه الشذوذ في الأقوال و الأفعال و الأفكار.

٦. حدوث الفتن و القلاقل بين المسلمين عموما و طلبة العلم خصوصا.

و غير ذلك من العواقب الوخيمة لنفسه و لغيره لا سيما للدعوة.

اعرفوا قدر أنفسكم و لا تفتحوا باب الفتن و القلاقل بأفاعيلكم و لا تفضحوا أنفسكم...

وفقنا الله وإياكم لما يحب و يرضى ..

▶️ Seri 9 :

Akhlak yang buruk bisa merusak ukhuwah dan berbahaya bagi dakwah.

Termasuk prinsip Islam yang besar ialah prinsip ukhuwah islamiyah (persaudaraan seislam) dan  saling bersaudara karena Alloh تعالى.

Alloh - عز و جل - berfirman :

" Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara... ".

📚 Disebutkan dalam hadits :

" ... Dan jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara ... ".

💐 Dan jujurnya  persaudaraan bisa diwujudkan dengan dua hal :

1. Melakukan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa memperkuat ukhuwah, seperti :  saling tawadlu', saling menasehati, saling menghibur, saling mengunjungi, saling memberi hadiah, menutup aib saudaranya, memenuhi janji, dan selain daripada itu.

2. Meninggalkan sebab-sebab baik berupa ucapan atau perbuatan yang bisa merusak ukhuwah, seperti : mengejek, meremehkan, menghina, sombong, hasad, dengki, menyebarkan rahasia, dan selainnya.

Di antara akhlak jelek yang menunjukkan rendah dan buruknya pemiliknya ialah :

Mencari-cari ketergelinciran saudara-saudaranya dan kesalahannya. Ia selalu mengingatnya  dalam pikirannya. Maka ini merupakan  perangai kaum munafik.

Dan yang  lebih buruk darinya apabila terjadi sesuatu antara dia dan saudaranya atau saudara-saudaranya maka dia tampakkan ketergelincirannya, kesalahannya. 

Dan lebih buruk lagi dari itu ia menampakkannya di depan orang lain dari saudara-saudaranya bahkan di depan  khalayak ramai. Maka ini menunjukkan adanya dendam yang terpendam. Dan perbuatan ini bisa dibilang sebagai bentuk namimah yang buruk dengan sebab ia merasa lebih tinggi dari saudara-saudaranya.

Bahkan lebih buruk lagi dari ini semua ialah ia menampakkan ketergelinciran dan kesalahan tadi di hadapan ikhwan dalam keadaan orang yang tergelincir dan bersalah tadi adalah orang yang diketahui dan dikenal sudah bertaubat dari perbuatan tersebut dan tidak mengulanginya. Maka akhlak manakah yang lebih buruk dan jelek dari akhlak semacam ini ⁉️

Ini adalah akhlak jelek yang menunjukkan adanya kerendahan dan keburukan serta kedengkian (pada pelakunya). Kita berlindung kepada Alloh dari kerendahan ini.

Sungguh akhlak tersebut adalah akhlak yang bisa merusak ukhuwah dan menjadi sebab permusuhan.

Lantas apa sangkaanmu jikalau terjadi semacam ini di dunia dakwah dari orang-orang yang ikut bergabung mendakwahkan  Islam dari kalangan da'i, mubaligh atau semisalnya ⁉️

Demi Alloh, akhlak tersebut benar-benar akan merusak dakwah, menodai nama baik dakwah, menimbulkan berbagai fitnah dan  kekacauan, memicu permusuhan dan kemarahan dan selainnya dari bentuk-bentuk mudharat dan kerusakan.

Hendaknya kalian - semoga Alloh memberkahi kalian - berakhlak dengan akhlak mulia dan menghiasi  mu'amalah dan dakwah kalian dengannya ...

Dan jauhilah oleh kalian perangai-perangai yang jelek lagi buruk yang berpotensi merusak ukhuwah dan dakwah ...

Ya Alloh, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari  akhlak yang jelek, hawa nafsu yang jelek, penyakit yang jelek, dan amalan yang jelek ".

Dan Allohlah yang memberikan taufiq untuk  hamba-Nya.

Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

Sidayu, Rabu 21 Muharram 1442 H

سلسلة نصيحتي لطلابي ٩ :

الأخلاق السيئة تفسد الأخوة و تضر بالدعوة

من أصول الإسلام العظيمة الأخوة الإسلامية و التآخي فى الله تعالى.

قال عز و جل:

(( إنما المؤمنون إخوة..))

و فى الحديث:

((... و كونوا عباد الله إخوانا..))

و صدق الأخوة يكون بأمرين:

الأول: فعل الأسباب من الأقوال و الأفعال التي تقوِّي الأخوة، مثل: التواضع و التناصح و المواساة و التزاور و التهادي و ستر العورة و الوفاء بالعهد و غير ذلك.

الثاني: ترك الأسباب من الأقوال و الأفعال التي تفسد الأخوة، مثل: الاستهزاء و السخرية و الاحتقار و التكبر و الحسد و الحقد و إفشاء السر و غير ذلك.

 و من تلكم الأخلاق السيئة التي تدل على دنائة صاحبها و خبثه: تتبع زلات الإخوان و أخطائهم و يتذكرها دائما فى ذهنه، فهذا خلق المنافقين.

و أخبث من هذا أنه إذا حصل بينه و بين أخيه أو

إخوانه شيئ أظهر تلك الزلات و الأخطاء ، و أخبث منه أن يظهرها أمام غيره من الإخوان بل أمام الملأ ،فهذا يدل على حقد دفين و هذا الفعل يعتبر نميمة شنيعة لغرض الاستعلاء على إخوانه.

و أخبث من هذا كله أن يظهر تلك الزلات و الأخطاء أمام الاخوان مع أن صاحب تلك الزلات و الاخطاء قد عرف و اشتهر بالتوبة منها و لم يعُد إليها ،فأي خلق أخبث و شر من هذا؟

هذا الخلق السيئ يدل على دناءة و خبث و حقد ،نعوذ بالله من الخذلان.

إنه خلق يفسد الأخوة و يورث العداوة.

فما ظنكم إذا حصل مثل هذا فى ساحة الدعوة ممن ينتمى إلى الدعوة الإسلامية من الدعاة و المبلغين و نحوهم؟؟!

خلق و اللهِ يفسد الدعوة و يشوه سمعتها و يورث الفتن و القلاقل و يورث الشحناء و البغضاء و غير ذلك من الإضرار و المفاسد.

تخلقوا بارك الله فيكم بالأخلاق الكريمة و زينوا بها معاملاتكم و دعوتكم..

و احذروا مما يفسد الأخوة و الدعوة من الأخلاق السيئة الخبيثة...

اللهم إنا نعوذ بك من منكرات الأخلاق و الأهواء الأدواء و الأعمال...

و بالله التوفيق.


▶️ Seri 10 :

Janganlah kalian menjadi ruwaibidloh ‼️

Datang sebuah hadits yang  diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, dari Abu Hurairah - رضي الله عنه - bahwa Nabi - صلى الله عليه وسلم - pernah bersabda :

" Akan mendatangi manusia  tahun-tahun penuh makar. Pada tahun tersebut seorang pendusta dianggap sebagai orang jujur, yang jujur dianggap sebagai pendusta, yang amanah dianggap khianat dan yang  khianat dianggap  amanah, dan pada saat itu   ruwaibidloh berbicara ". Ada yang tanya : " Wahai Rasululloh, siapa itu ruwaibidloh ? ". Nabi - صلى الله عليه وسلم - menjawab : " Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh yang bicara dalam urusan yang umum ".

[ Hadits dihasankan oleh Al-Albani - رحمه الله - dalam ash-shohihah 4/508 ]

Berkata Asy-syathibi - رحمه الله - tentang Ar-Ruwaibidloh :

" Mereka berkata : Ruwaibidloh adalah orang yang bodoh lagi rendahan yang berani berbicara dalam urusan yang umum. Sepertinya dia tidak pantas berbicara dalam urusan yang umum tapi dia tetap berani berbicara ". [Al-I'tishom 2/681]

⏱ Di masa ini telah nampak dan banyak bermunculan apa yang disebut dengan ruwaibidloh dunia internet. Dan mereka memposting, menulis, menyebarkan, berbicara tentang ilmu syar'i dan dakwah bahkan dalam masalah fitnah yang umum, yang samar lagi gelap, dan juga dalam perkara-perkara yang besar dalam keadaan mereka bukan ulama, tidak dikenal sebagai orang yang kokoh ilmunya, bahkan sebagian mereka tidak yakin bahwa mereka itu para penuntut ilmu ditambah lagi masih mubham (belum jelas) namanya pada beberapa kesempatan.

Kebanyakan mereka tidaklah nampak dan aktif kecuali ketika muncul fitnah lalu menyebarkan semua yang sedang beredar tanpa cross check, tanpa hati-hati, tanpa rohmah dan hikmah. Maka  dengan sebab itu terjadilah kejelekan, kekacauan, fitnah dan kerusuhan.

Di antara ciri-ciri ruwaibidloh ialah :

1️⃣ Berbangga diri dengan ilmu.

2️⃣ Menampilkan diri sebelum waktunya.

3️⃣ Menyebarkan setiap apa yang beredar.

4️⃣ Lancang dan terburu-buru dalam memberi fatwa dan menghukumi.

5️⃣ Mendebat setiap orang yang berselisih dengannya tanpa akhlak dan ilmu.

Dan selainnya dari akhlak-akhlak yang tercela dan bermadlorot (merusak).

Dan tidak ada  seorangpun yang lebih buruk dan jelek daripada orang yang menjadikan ruwaibidloh sebagai tentaranya dan mendorong mereka untuk mengobarkan fitnah, kerusuhan di tengah-tengah kaum muslimin.

Semoga Alloh melindungi kami dan kalian dari kejelekan ruwaibidloh.

Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

سلسلة نصيحتي لطلابي ١٠ :

لا تكونوا رويبضة !!

جاء عند أحمد و ابن ماجه حديث عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه و سلم قال:

(( سيأتى على الناس سنوات خداعة يصدق فيها الكاذب و يكذب فيها الصادق و يؤتمن فيها الخائن و يخون فيها الأمين و ينطق فيها الرويبضة)) قيل: يا رسول الله و ما الرويبضة؟ قال: ((الرجل التافه يتكلم فى أمر العامة)).

الحديث حسنه الالباني رحمه الله فى الصحيحة ٥٠٨/٤.

قال الشاطبي رحمه الله فى الرويبضة:

(( قالوا: هو الرجل التافه الحقير ينطق فى أمور العامة،كأنه ليس بأهل أن يتكلم فى أمور العامة فيتكلم)). الاعتصام ٦٨١/٢.

و فى هذا العصر ظهر و كثر ما يسمى ب:رويبضة الإنترنت و هم الذين يغردون و يكتبون و ينشرون و يتكلمون فى العلوم الشرعية و الدعوة بل فى الفتن العامة المشتبهة المدلهمة و فى الأمور الكبار و ليسوا بعلماء و لا يعرف بالتمكن فى العلم بل و لا يصدق على بعضهم أنهم طلبة العلم مع الإبهام فى الاسم فى كثير من الأحيان.

و كثير منهم لا يظهر و لا ينشط إلا عند الفتن فينشر كل ما يدور بلا تثبت و لا تأن و لا رحمة و لا حكمة فحصل بسبب ذلك شر و فوضى و فتن و قلاقل.

من سيمة هؤلاء الرويبضة:

١. التعالم.

٢. التصدر قبل التأهل.

٣. نشر كل ما يدور.

٤. التجرئ  و التسرع على الفتيا و الحكم . 

٥. الخصومة مع كل من خالف بلا خلق و لا علم.

وغير ذلك من الأخلاق الذميمة المضرة .

و ليس أحد أخبث و شر ممن جنّد هؤلاء الرويبضة و حرضهم على إثارة الفتن و القلاقل بين المسلمين.

أعاذنا الله و إياكم من شر الرويبضة.

Channel Telegram :     http://telegram.me/mahadalbayyinah


▶️ Seri 11 :

🍏🌹💎 Di antara untaian nasehat Al-Hasan Al-Bashri -رحمه الله- ialah :

" Lisan orang yang berilmu ada di balik hatinya, maka apabila ingin berbicara ia berpikir terlebih dahulu. Jika ucapannya berdampak baik baginya maka ia ucapkan dan apabila ucapannya berdampak buruk baginya maka ia diam. Dan hati orang yang bodoh ada di balik lisannya. Tiap kali ingin bicara maka ia pun berbicara ".

🏹 Dan Beliau - رحمه الله - berkata :

" Siapa saja yang menuduh saudaranya berbuat dosa yang dia telah taubat kepada Alloh - عز و جل - darinya, maka ia tidaklah mati hingga diuji dengan dosa yang semisal ".

💎  Beliau - رحمه الله - juga  berkata :

" Kewibawaan seorang lelaki adalah kejujuran lisannya, menanggung beban urusan saudara-saudaranya, berbuat baik kepada orang-orang di masanya, dan menahan diri untuk mengganggu tetangganya ".

🌻 Dan beliau - رحمه الله - pernah  berkata :

" Sesungguhnya di antara akhlak seorang mukmin ialah kuat dalam beragama dan tegas dalam kelembutan, beriman dalam keyakinan, berilmu dalam kesabaran, bersabar dalam ilmu, cerdas dalam keramahan, bersabar dalam kemiskinan, sederhana dalam kecukupan, belas kasih dalam nafkah, dan rohmah kepada orang yang kesulitan, memenuhi hak-hak orang lain, dan pertengahan dalam istiqomah.

Ia berlaku adil terhadap orang yang dibencinya, tidak berbuat dosa ketika membantu orang yang dicintainya, ia tidak mengumpat, tidak meremehkan, tidak mencela, tidak berkata yang sia-sia, tidak sembarang dalam berbuat, tidak bermain-main, tidak mengadu domba, tidak mengikuti apa yang tidak pantas diikuti, tidak menentang kebenaran yang menghukumi dirinya, tidak melampaui kadar dirinya, tidak gembira dengan keburukan yang menimpa orang lain, tidak bahagia dengan musibah yang terjadi pada selainnya ".

🍏 Beliau - رحمه الله - juga berkata :

" Seorang mukmin itu khusyuk dalam sholatnya, bersegera dalam berzakat, ucapannya ialah penyembuh, kesabarannya adalah ketaqwaan, diamnya adalah pikirannya, pandangannya adalah 'ibroh, ia mendekati para ulama untuk meraih ilmu, ia diam di hadapan mereka untuk mendapat  keselamatan, dan ia berbicara untuk mendapat pahala, jika bisa berbuat  kebaikan ia gembira,  jika berbuat kejelekan ia beristighfar, apabila ditegur ia meminta untuk selalu ditegur, jikalau direndahkan dia bersabar, jikalau didholimi ia juga bersabar, bila dicurangi  ia balas dengan keadilan, dia tidak berlindung kepada selain Alloh dan tidak meminta pertolongan kecuali kepada Alloh  saja. Berwibawa ketika bersama banyak orang, selalu bersyukur ketika bersendirian, ia merasa cukup dengan rizki yang ada, senantiasa memuji (Alloh) di waktu lapang, senantiasa sabar ketika ditimpa ujian. Tidak didapati pada dirinya sifat putus asa, tidak pula dikalahkan oleh kekikiran. Apabila ia duduk bersama orang-orang yang suka ribut dia ditetapkan sebagai orang-orang yang berdzikir, dan bila duduk bersama orang-orang yang berdzikir maka ia ditetapkan sebagai orang-orang yang mengigau (melebihi orang yang berdzikir) ".

[ Lihat : Adab Al-Hasan Al-Bashri wa Zuhduh wa mawa'idhuhu, karya Ibnul Jauzi - رحمه الله- ].

🌷 Dan Allohlah yang memberikan taufiq kepada hamba-Nya.

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, Sabtu 24 Muharram 1442 H

سلسلة نصيحتي لطلابي  ١١ :

من مواعظ الحسن البصري رحمه الله.

قال رحمه الله:

(( لسان العارف من وراء قلبه، فإذا أراد أن يتكلم تفكر، فإن كان الكلام له تكلم به و إن كان عليه سكت.

و قلب الجاهل وراء لسانه كلما همّ بكلام تكلم به)).

وقال رحمه الله:

(( من رمى أخاه بذنب قد تاب إلى الله عز و جل منه، لم يمت حتى يبتلى بمثل ذلك الذنب)).

و قال رحمه الله:

(( مروءة الرجل: صدق لسانه و احتماله مؤنة إخوانه و بذله المعروف لأهل زمانه و كفه الأذى عن جيرانه)).

و قال رحمه الله:

(( إن من أخلاق المؤمن قوة فى دين و حزما فى لين و إيمانا فى يقين و علما فى حلم و حلما فى علم و كيسا فى رفق و تجملا فى فاقة و قصدا فى غنى و شفقة فى نفقة و رحمة للمجهود و عطاء للحقوق و إنصافا فى استقامة.

لا يحيف على من يبغض و لا يأثم فى مساعدة من يحب و لا يهمز و لا يغمز و لا يلمز و لا يلغو و لا يلهو و لا يلعب و لا يمشى بالنميمة و لا يتبع ما ليس له و لا يجحد الحق الذى عليه و لا يتجاوز فى القدر و لا يشمت بالقبيحة إن حلت بغيره و لا يسرّ بالمصيبة إذا نزلت بسواه)).

و قال رحمه الله:

(( المؤمن فى الصلاة خاشع و إلى الزكاة مسارع ،قوله شفاء و صبره تقى و سكوته فكرته و نظره عبرة، يخالط العلماء ليعلم و يسكت بينهم ليسلم و يتكلم ليغنم، إن أحسن استبشر و إن أساء استغفر و إن عُتب يستعتب و إن سفه عليه حلم و إن ظلم صبر و إن جِير عليه عدل، لا تعوذ بغير الله و لا يستعين إلا بالله، وقور فى الملأ شكور فى الخلاء قانع بالرزق حامد على الرخاء صابر على البلاء، لا يجمح به القنوط و لا يغلبه الشُّح، إن جلس مع اللاغطين كتب من الذاكرين،و إن جلس مع الذاكرين كتب من المستهترين. ))

انظر : آداب الحسن البصرى و زهده و مواعظه لابن الجوزى رحمه الله.

و بالله التوفيق

▶️ Seri 12 :

Di antara untaian nasehat Al-Hasan Al-Bashri - رحمه الله - berikutnya ialah :

" Pemahaman adalah penampung ilmu, ilmu sebagai penunjuk untuk beramal, amal menjadi  pengendali kebaikan, hawa nafsu pengantar untuk bermaksiat, harta merupakan penyakit para penolak kebenaran, dunia adalah pasar menuju akhirat, kecelakaan yang besar bagi siapa saja yang kuat menggunakan kenikmatan Alloh untuk bermaksiat kepad-Nya ".

🔍 Dan Beliau - رحمه الله -  berkata :

" ... Sungguh seorang mukmin itu cermin bagi saudaranya, ia memandangnya sebagai aibnya dan memintakan ampunan untuk dosanya.

Sungguh dahulu dari kalangan  salafus sholeh bila ada  seorang bertemu dengan yang lain, ia berkata : 

" Wahai saudaraku, tidaklah setiap dosa aku bisa melihatnya dan tidaklah setiap aibku aku bisa mengetahuinya, bila engkau melihat kebaikan maka perintahlah aku untuk melakukannya dan apabila engkau melihat kejelekan maka cegahlah aku ".

Dan  sungguh sahabat Umar bin Al-Khattab - رضي الله عنه - biasa berkata : 

" Semoga Alloh merahmati seseorang yang menunjukkan kepada kami akan kesalahan-kesalahan kami ".

Dan dahulu salah seorang dari mereka (salaf) menerima nasehat saudaranya lalu mengambil manfaat darinya ".

🌻 Beliau  - رحه الله - juga berkata :

" Ada orang 'alim tapi tidak ahli ibadah, dan adapula orang yang ahli ibadah tapi tidak berakal, dan sungguh Muslim bin Yassar beliau adalah seorang yang ahli ibadah, 'alim dan berakal ".

💐 Dan Beliau - رحمه الله - pernah berkata :

" Seorang mukmin menemui waktu demi waktu dengan perkara yang sama, dengan  wajah yang sama, dengan nasehat yang sama. Dan hanya saja seorang munafik itu berubah-ubah keadaannya agar bisa memangsa setiap orang dan mendapat semua yang menguntungkan dirinya ".

[ Lihat : Adab Al-Hasan Al-Bashri wa Zuhduh wa mawa'idhuhu, karya Ibnul Jauzii - رحمه الله - ].

✍️ Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

🗓️ Sidayu, Sabtu 24 Muharram 1442 H


~~~~~~~~~~~~~


سلسلة نصيحتي لطلابي : ١٢

من مواعظ الحسن البصري رحمه الله.

قال رحمه الله:

(( الفهم وعاء العلم و العلم دليل العمل و العمل قائد الخير و الهوى مركب المعاصى و المال داء المنكرين و الدنيا سوق الآخرة و الويل كل الويل لمن قوي بنعم الله تعالى على معاصيه)).

و قال رحمه الله:

(( ... إن المسلم مرآة أخيه،يبصّره عيبه و يغفر له ذنبه.

قد كان من قبلكم من السلف الصالح يلقى  الرجل الرجل فيقول: يا أخي! ما كل ذنب أبصر و لا كل عيوبي أعرف،فإذا رأيت خيرا فمُرني و إذا رأيت شرا فانهَني.

و قد كان عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقول: رحم الله امرأً أهدى إلينا مساوينا.

و كان أحدهم يقبل موعظة أخيه فينتفع به.))

و قال رحمه الله:

(( يكون الرجل عالما و لا يكون عابدا، و يكون عابدا و لا يكون عاقلا، و لقد كان مسلم بن يسار عابدا عالما عاقلا)).

و قال رحمه الله:


(( المؤمن يلقاه الزمان بعد الزمان بأمر واحد و وجه واحد و نصيحة واحدة، و إنما يتبدل المنافق ليستأكل كل قوم و يسعى بكل ربح)).


انظر: آداب الحسن البصرى و زهده و مواعظه  لابن الجوزي رحمه الله.


🌏 👉 Channel Telegram :     http://telegram.me/mahadalbayyinah

▶️ Seri 13 :

Jadilah kalian orang-orang yang berakal ‼️

Akal adalah sebuah nama untuk mengetahui sesuatu dengan jalan yang benar dan mengilmui sesuatu dengan menjauhi kesalahan.

Orang yang berakal ialah orang yang mengetahui hakikat sesuatu sesuai syariat atau orang yang paham bila diberi penjelasan.

Tingkatan awal seseorang ialah Adib (orang yang berakhlak)  kemudian  Arib (orang yang cerdas) kemudian labib ( orang yang cerdik ) kemudian aqil ( orang yang berakal ).

Akal adalah harta utama, dan karunia Alloh yang paling utama untuk hamba-Nya. Tidak ada harta yang lebih utama darinya dan tidak sempurna agama seseorang hingga sempurna akalnya.

Berkata Ibnu Hibban - رحمه الله - di kitab raudlotul 'uqola' hal : 18-19 :

" Akal adalah obat untuk semua hati, tunggangan bagi para ahli ijtihad, benih penanam untuk negeri akhirat, mahkota seorang mukmin di dunia, dan bekal dirinya ketika terjadi berbagai bencana.

Tanpa akal maka raja tidak bisa bertambah mulia, dan bukanlah  harta yang bisa mengangkat derajatnya.

Dan tidak ada akal bagi yang melalaikannya dari selainnya yang ia dapatkan dari kelezatan dunia. Sebagaimana bahwa penyakit  yang paling kronis ialah kebodohan, demikian pula kemiskinan yang paling parah ialah tidak adanya akal ".

Orang yang berakal memiliki ciri yang dengannya ia bisa terbedakan dari selainnya, di antaranya :

1. Tidak memulai berbicara  kecuali apabila ditanya, tidak banyak berdebat kecuali kalau tujuannya menerima kebenaran, dan tidak terburu-buru dalam menjawab kecuali cross check terlebih dahulu.

2. Tidak merendahkan seorangpun. Karena sungguh siapa yang merendahkan seorang raja maka ia telah merusak dunianya, siapa yang merendahkan orang-orang yang bertaqwa maka ia telah merusak agamanya, siapa saja yang merendahkan saudara-saudaranya maka ia telah menghilangkan wibawanya, dan siapa saja yang merendahkan orang awwam maka ia telah melepas perlindungan dirinya.

3. Tidak menutupi aibnya pada dirinya. Siapa saja yang tertutup aibnya pada dirinya maka tertutup pula padanya  kebaikan-kebaikan orang lain. Dan sungguh termasuk sejelek-jelek hukuman bagi seseorang ialah  aibnya tertutup pada  dirinya. Karena sungguh tidaklah ada yang bisa  menghilangkan aib dirinya  orang yang tidak mengetahui aibnya, dan tidak ada orang yang bisa merasakan kebaikan-kebaikan manusia orang yang tidak mengetahui kebaikan tersebut. 

Alangkah besar manfaat pengalaman itu bagi seorang pemula.

4. Dia akan memberikan jiwa  dan hartanya untuk temannya, memberikan dukungan dan kehadirannya untuk sahabatnya,  memberikan keadilan dan kebaikan untuk musuhnya, memberikan kegembiraan dan penghormatan untuk manusia pada umumnya. Dia tidak minta tolong kecuali kepada orang yang senang bila kebutuhannya tercapai, tidak berbicara kecuali dengan orang yang memandang bahwa ucapanya bermanfaat, namun bila kondisinya  mendesak untuk berbicara maka ia akan bicara. Dan ia tidak akan menyebut kebaikan dari dirinya berupa ilmu karena keutamaan orang itu bukan apa yang mereka sebut-sebut akan tetapi  apa yang manusia sandarkan kepada mereka. Dan ia tidak peduli dengan apa yang luput dari harta dunia, bersamaan dengan apa yang diberikan untuknya berupa rezeki bisa menggunakan akal.

Berkata Ibnu Hibban - رحمه الله - dalam kitab Ar-Raudloh hal : 23-24 :

" ...Nyaris engkau tidak bisa menjumpai orang yang berakal kecuali ia dalam keadaan menghormati para pemimpin, menasehati teman-temannya  yang sepadan, baik kepada saudara-saudaranya, waspada terhadap musuh-musuhnya, ia tidak hasad kepada teman-temannya, tidak menipu orang-orang yang ia cintai, tidak terlibat dengan para penjahat, tidak bakhil ketika kaya, tidak tamak ketika dalam kondisi miskin, tidak tunduk terhadap hawa nafsu, tidak menuruti nafsunya ketika marah, tidak sombong dengan kekuasaannya, tidak berangan-angan pada sesuatu yang belum ia peroleh, tidak menyimpan sesuatu yang telah ia dapatkan, tidak masuk dalam sebuah kasus hukum, tidak ikut serta dalam perdebatan, ia tidak menyampaikan hujjah hingga ia melihat seorang hakim, tidak mengadukan sakitnya kecuali kepada orang yang berharap kesembuhannya, tidak memuji seseorang kecuali dengan sesuatu yang ada pada dirinya, karena siapa saja yang memuji seseorang dengan apa yang tidak ada padanya maka sungguh ia telah memfitnahnya, dan siapa saja yang menerima pujian orang lain dengan apa yang tidak ia perbuat maka sungguh ia telah siap menjadi bahan ejekan orang lain ... ".

Di antara bentuk menggunakan akal ialah cross check, berhati-hati pada setiap amalan sebelum melakukannya.

 Dan di antara  bentuk menggunakan akal ialah memperhatikan dampak-dampak yang terjadi dari sebuah amalan.

Dan di antara  bentuk menggunakan akal ialah meletakkan sesuatu pada tempatnya sesuai syariat.

Dan di antara bentuk menggunakan akal juga ialah baik dalam menetapi jalan kehidupan dan banyak diam kecuali ada mashlahat (maka ia berbicara).

Dan di antara bentuk menggunakan akal ialah mengenali perintah-perintah dan  larangan-larangan dan menjalankannya pada waktunya sesuai syariat sebagai pembeda antara dia dengan  orang awam dan rakyat jelata  dalam perkara tersebut.

Dan petaka yang bisa  menimpa akal ialah bangga diri, cinta  ketenaran, bangga dengan ilmunya, sombong, hasad, dengki, dan selainnya dari akhlak-akhlak yang jelek.

Jadilah orang yang berakal pada dakwah kalian, mua'amalah kalian, semua  perilaku kalian, ucapan dan perbuatan kalian, dan seluruh urusan kalian terlebih tatkala terjadi fitnah.

 Al-Ustadz Abu Abdillah Afifudin As-Sidawy حفظه الله تعالى 

Sidayu, Senin 26 Muharram 1442 H

~~~~~~~~~

سلسلة نصيحتي لطلابي ١٣

كونوا عقلاء..!!

العقل اسم يقع على المعرفة بسلوك الصواب و العلم باجتناب الخطأ.

و العاقل هو الذى يدرك الأمور على ما هي عليه وفق الشرع أو الذى فهم إذا بُيِّن له.

أول درجات المرء أن يسمى أديبا ثم أريبا ثم لبيبا ثم عاقلا.

العقل هو رأس المال و أفضل مواهب الله على عبده،و لا مال أفضل منه و لا يتم دين أحد حتى يتم عقله.

قال ابن حبان رحمه الله فى روضة العقلاء ص ١٨-١٩:

(( العقل دواء القلوب و مطية المجتهدين و بذر حراثة الآخرة و تاج المؤمن فى الدنيا و عُدّته فى وقوع النوائب.

من عدم العقل لم يزده السلطان عزا و لا المال يرفعه قدرا.

و لا عقل لمن أغفله عن أخراه ما يجد من لذة دنياه،فكما أن أشد الزمانة الجهل كذلك أشد الفاقة عدم العقل)).

وللعاقل علامات يتميز بها،منها:

١ . لا يبتدئ الكلام إلا أن يُسأل و لا يكثر التمارى إلا عند القبول و لا يسرع الجواب إلا عند التثبت.

٢. لا يستحقر أحدا،لأن من استحقر السلطان أفسد دنياه،و من استحقر الأتقياء أهلك دينه، و من استحقر الإخوان أفنى مروءته، و من استحقر العوام أذهب صيانته.

٣. لا يخفى عليه عيب نفسه،لأن من خفي عليه عيب نفسه خفيت عليه محاسن غيره، و أن من أشد العقوبة للمرء أن يخفى عليه عيبه،لأنه ليس بمقلع عن عيبه من لا يعرفه،و ليس بنائل محاسن الناس من لا يعرفها، و ما انفع التجارب للمبتدي.

٤. يبذل لصديقه نفسه و ماله،و لمعرفته رفده و محضره، و لعدوه عدله و بره،و للعامة بشره و تحيته.

و لا يستعين الا بمن يحب أن يظفر بحاجته، و لا يحدث إلا من يرى حديثه مغنما إلا أن يغلبه الاضطرار عليه، و لا يدعى ما يحسن من العلم،لأن فضائل الرجال ليست ما ادعوه و لكن ما نسبها الناس إليهم، و لا يبالى ما فاته من حطام الدنيا مع ما رزق من الحظ فى العقل.

قال ابن حبان رحمه الله فى الروضة ص٢٣-٢٤:

(( ..فلا تكاد ترى عاقلا إلا موقرا للرؤساء،ناصحا للأقران،مواتيا للإخوان،متحرزا من الأعداء،غير حاسد للأصحاب،و لا مخادع للأحباب، و لا يتحرش بالأشرار، و لا يبخل فى الغنى، و لا يشره فى الفاقة،و لا ينقاد للهوى، و لا يجمح فى الغضب،و لا يمرح فى الولاية،و لا يتمنى ما لا يجد،و لا يكتنز إذا وجد،و لا يدخل فى دعوى،و لا يشارك فى المراء،و لا يدلى بحجة حتى يرى قاضيا، و لا يشكو الوجع إلا عند من يرجو عنده البرء، و لا يمدح أحدا إلا بما فيه،لأن من مدح رجلا بما ليس فيه فقد بلغ فى هجائه و من قبل المدح بما لم يفعله فقد استهدف للسخرية...)).

و من العقل التثبت و التأنى فى كل عمل قبل الدخول فيه.

و من العقل النظر إلى العواقب.

و من العقل وضع الشيئ فى مواضعه وفق الشرع.

و من العقل حسن السمت و طول الصمت إلا  لمصلحة.

و من العقل معرفة المأمورات و المزجورات و استعمالها فى أوقاتها وفق الشرع لمباينة العوام و اوباش الناس بها.

و آفة العقل العجب و حب الظهور و التعالم و التكبر و الحسد و الح

قد و غير ذلك من مساوى الأخلاق.

كونوا عقلاء فى دعوتكم و معاملاتكم و تصرفاتكم و أقوالكم و افعالكم و جميع أموركم لا سيما عند الفتن.

🌏 👉 Channel Telegram :     http://telegram.me/mahadalbayyinah


KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,158,Akhirat,17,Akhwat,101,Aqidah,258,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,2,Audio,45,Bantahan,108,Bid'ah,52,Biografi,61,Cerita,41,Cinta,8,Dakwah,23,Doa Dzikir,41,Ebook,8,Fadhilah,63,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,288,Ghaib,14,Hadits,139,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,50,Info,85,Inspiratif,36,IT,11,Janaiz,6,Kata Mutiara,133,Keluarga,163,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,187,Kitab,1,Kontemporer,133,Manhaj,154,Muamalah,40,Nabi,10,Nasehat,454,Poster,7,Puasa,52,Qurban,20,Ramadhan,45,Rekaman,1,Remaja,116,Renungan,33,Ringkasan,96,Sahabat,46,Sehat,26,Sejarah,29,Serial,3,Shalat,130,Syiah,28,Syirik,7,Tafsir,34,Tanya Jawab,517,Tauhid,33,Tazkiyatun Nafs,89,Teman,15,Thaharah,18,Thallabul Ilmi,100,Tweet Ulama,6,Ulama,48,Ustadz Menjawab,9,Video,11,Zakat,8,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Nasihat Ustadz Afifuddin Untuk Para Santri
Nasihat Ustadz Afifuddin Untuk Para Santri
Nasihat Bagi Para Santri dari Al Ustadz Afifuddin, Wasiat Berharga Bagi Kaum Muslimin.
https://1.bp.blogspot.com/-zT1jeI4DC4M/X4zCSDnAR6I/AAAAAAAAQOQ/f4pG5wC0sBggeKJP5GOubT0kGOWvyqOvgCLcBGAsYHQ/s320/mahad%2Bal%2Bbayyinah%2Bgresik.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-zT1jeI4DC4M/X4zCSDnAR6I/AAAAAAAAQOQ/f4pG5wC0sBggeKJP5GOubT0kGOWvyqOvgCLcBGAsYHQ/s72-c/mahad%2Bal%2Bbayyinah%2Bgresik.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2020/09/nasihat-ustadz-afifuddin-untuk-para-santri.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2020/09/nasihat-ustadz-afifuddin-untuk-para-santri.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy