Jangan Benci Kaum Wanita Yang Ingin Mulia

SHARE:

Jangan Benci Kaum Wanita Yang Ingin Mulia ( III ) Artikel ini adalah lanjutan 2 artikel sebelumnya.  1. Mereka yang Menghina Kaum Wanita 2. ...

Jangan Benci Kaum Wanita Yang Ingin Mulia ( III )

Artikel ini adalah lanjutan 2 artikel sebelumnya. 

1. Mereka yang Menghina Kaum Wanita

2. Eksplorasi dan Eksploitasi Hitam Kaum Wanita

* * * * *

Jangan Benci Kaum Wanita Yang Ingin Mulia

Bahagia bertambah ceria saat menyaksikan gadis kecil usia 4 atau 5 tahun yang malu-malu, menutupi wajahnya dengan ujung jilbabnya. Ia benamkan kepalanya ke pelukan ayahnya. Padahal hanya ditanya, "Siapa namamu, Nak?"

Ah, sejak kecil sudah mengenal rasa malu!

Teringat kita akan kisah Nabi Musa di negeri Madyan. Beliau menolong 2 wanita, yang sedang menunggu para penggembala laki-laki di sumber mata air. Antre menunggu giliran, dengan jarak yang terpisah.

Setelah pulang dan melapor kepada sang ayah, salah satu dari wanita itu datang menemui Nabi Musa :

تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍۢ

" Wanita itu berjalan dengan malu-malu " Al Qashas : 25.

Menurut Umar bin Khattab (Tafsir Ibnu Katsir),  “Wanita itu datang dengan malu-malu, sambil menutupi wajahnya dengan kainnya. Bukan wanita dengan type ‘berani’, yang terbiasa keluar masuk (menemui laki-laki)”.

Wanita terhormat dan bermartabat, sejak dahulu kala, adalah wanita yang mempunyai rasa malu jika bertemu, berbicara, apalagi berbaur dengan laki-laki. 

Jika wanita sudah tidak memisahkan pergaulan dengan laki-laki, tidak menjaga jarak, bahkan malah bebas tanpa batas, artinya wanita tersebut tidak lagi punya harga diri.

Sama halnya, wanita yang terhormat dan bermartabat adalah wanita yang menjaga aurat, menyembunyikan kecantikan, dan membentengi diri dari pergaulan bebas.

Wanita yang mengumbar aurat, pamer kecantikan, atau terbuka kepada laki-laki, adalah wanita yang tak menghargai dirinya sendiri.

Allah Ta'ala memerintahkan kaum wanita :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

" Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu " QS Al Ahzab : 33

Allah berfirman : 

يَٰأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

" Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang " Al Ahzab: 59

Apa itu jilbab di dalam ayat tersebut? 

Menurut Ibnu Abbas ( Tafsir At Thabari 19/181 ), Allah Ta'ala memerintahkan kaum mukminah, jika keluar rumah untuk satu keperluan, agar menutup wajah dengan kain yang dijulurkan dari arah kepala "

Coba jawab keinginan kaum wanita yang hendak menjaga kemuliaan : salah kah mereka yang menjadikan rumah sebagai medan juang? Hina kah mereka yang mau menutup aurat karena meniru istri-istri Nabi Muhammad ﷺ?

Ayah, anak gadismu adalah harta sangat berharga. Jaga dan lindungi! Jangan biarkan bebas dan lepas liar.

Ayah, arahkan anak gadismu di pesantren, karena di sana lebih terjaga. Dengan segala kekurangan pesantren, dan tidak 100% yang di pesantren berhasil, namun bukankah seorang ayah harus berusaha menjaga anak gadisnya?

Tega kah dan rela kah, jika anak gadismu sekolah di tengah-tengah "serigala" buas yang selalu mengincar? Di tengah-tengah "buaya" yang terus bersiap menerkam?

Ah, biar dibilang apa, karena anak gadismu di pesantren. Dikata kuno atau ketinggalan jaman. Dituduh membelenggu perempuan. Difitnah ini dan itu. Biar saja! 

Toh, tanggungjawab ayah diperhadapkan pada Allah Ta'ala di hari kiamat kelak. Bukan kepada manusia-manusia itu!

Anak perempuanku, mari kita pilih dan jalani kehidupan yang mulia ini. Jalan hidup yang telah ditempuh oleh istri-istri Nabi Muhammad ﷺ. Agar kita bisa berharap, di surga esok, kita orang tua dan anak dipersatukan dengan Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya.

Tetap semangat belajar di pesantren, anak gadisku!

Benda, 10 Rajab 1444 H/31 Januari 2023

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,233,Akhirat,22,Akhwat,107,Anak Muda dan Salaf,230,Anti Teroris,2,Aqidah,276,Arab Saudi,12,Asma wa Shifat,2,Audio,44,Audio Singkat,8,Bantahan,103,Bid'ah,59,Biografi,86,Cerita,64,Cinta,10,Dakwah,45,Doa Dzikir,66,Ebook,15,Fadhilah,71,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,342,Ghaib,16,Hadits,168,Haji-Umroh,15,Hari Jumat,31,Hari Raya,5,Ibadah,43,Info,80,Inspiratif,39,IT,10,Janaiz,7,Kata Mutiara,128,Keluarga,234,Khawarij,21,Khutbah,4,Kisah,284,Kitab,6,Kontemporer,153,Manhaj,175,Muamalah,46,Nabi,19,Nasehat,626,Poster,7,Puasa,53,Qurban,18,Ramadhan,51,Rekaman,2,Remaja,153,Renungan,94,Ringkasan,100,Sahabat,69,Sehat,26,Sejarah,53,Serial,3,Shalat,155,Syiah,25,Syirik,14,Tafsir,47,Tanya Jawab,591,Tauhid,52,Tazkiyatun Nafs,107,Teman,20,Thaharah,21,Thalabul Ilmi,143,Tweet Ulama,6,Ulama,85,Ustadz Menjawab,9,Video,20,Zakat,12,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Jangan Benci Kaum Wanita Yang Ingin Mulia
Jangan Benci Kaum Wanita Yang Ingin Mulia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnNE7mtszkSaLwJHL849KhATF08qfE0page2V1gSwAlatQX--Ah2GMylkmEnMl-WGloAoC4IzmWVxsu0wxQOYYKxu_lOAPu3CbkDfN7GHK738wYpCcMGBRwcCr6_gT7IA42c9Kma6j0eY9g7uoenBPEuFG-AapW8KZIzTP3A2UMl1KCWQUE3iXueLTkQ/w320-h214/jangan%20benci%20wanita%20yang%20ingin%20mulia.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnNE7mtszkSaLwJHL849KhATF08qfE0page2V1gSwAlatQX--Ah2GMylkmEnMl-WGloAoC4IzmWVxsu0wxQOYYKxu_lOAPu3CbkDfN7GHK738wYpCcMGBRwcCr6_gT7IA42c9Kma6j0eY9g7uoenBPEuFG-AapW8KZIzTP3A2UMl1KCWQUE3iXueLTkQ/s72-w320-c-h214/jangan%20benci%20wanita%20yang%20ingin%20mulia.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2023/02/jangan-benci-kaum-wanita-yang-ingin-mulia.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2023/02/jangan-benci-kaum-wanita-yang-ingin-mulia.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy