Siapakah Shaf bin Shayyad? Benarkah Ia Dajjal?

SHARE:

Shaf, demikian namanya. Dia adalah keturunan seorang Yahudi Madinah bernama Shayyad. Benarkah ia dajjal?

IBNU SHAYYAD DALAM PERDEBATAN, DIAKAH DAJJAL?

Al-Ustadz Abu Ismail Muhammad Rijal bin Isnaini, Lc حفظه الله تعالى

Siapakah Shaf bin Shayyad? Benarkah Ia Dajjal?

Shaf, demikian namanya. Dia adalah keturunan seorang Yahudi Madinah bernama Shayyad. Dikenal pula dengan nama Abdullah bin Shayyad atau Abdullah bin Sha-id.

Sosok Abdullah bin Shayyad sejak kemunculannya terus menjadi misteri. Kematiannya pun menjadi polemik. Ada yang mengatakan dia meninggal saat peristiwa Harrah, ada yang mengatakan dia mati di Madinah dan disaksikan kaum muslimin, sementara yang lain mengatakan dia tidak mati tetapi menghilang entah kemana.

Perkaranya memang sangat samar. Berita tentangnya begitu misterius. Para ulama berbeda pendapat tentang Ibnu Shayyad, diakah Dajjal yang akan muncul di akhir zaman?

KEBERADAAN DAJJAL SEBUAH KEYAKINAN

Sebelum berbicara perihal Ibnu Shayyad, perlu diingatkan kembali bahwa Ahlus Sunnah Wal Jamaah meyakini bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman menebarkan ujian besar di muka bumi ini. Dajjal adalah seorang lelaki Bani Adam, bukan simbol atau khayalan belaka.

Shahabat Abu Ruqayyah Tamim Ad-Dari رضي الله عنه –sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Fathimah bintu Qais رضي الله عنها– telah mengisahkan perjumpaannya dengan Dajjal di sebuah pulau. Dia terbelenggu, menanti saat Allah izinkan keluar dengan membawa cobaan di muka bumi.¹)

Mereka yang mengedepankan akal dan hawa nafsu, mengingkari Dajjal sebagai sosok manusia. Di antara alasan mereka, berita yang demikian hebat ini kenapa hanya diriwayatkan oleh seorang wanita yaitu Fatimah?

Kita katakan kepada mereka, apakah merupakan cacat jika hadits hanya diriwayatkan seorang wanita/?Fatimah bintu Qais disepakati Ahlus Sunnah akan kesempurnaan agama dan kemuliaannya.

Sebagai seorang shahabiyah, beliau termasuk assabiqunal awwalun. Ketika Amirul Mukminin Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه terbunuh, shahabat yang termasuk ashabusy syura (para shahabat yang dipasrahi urusan penentuan kepemimpinan setelah Umar) berkumpul di rumah Fathimah bintu Qais رضي الله عنها. Semua ini menunjukkan tingginya kedudukan beliau di hadapan shahabat. Sehingga apa alasan untuk menolak hadits jika hanya diriwayatkan oleh Fatimah bintu Qais ❓

Dan ternyata kisah Tamim Ad-Dari رضي الله عنه diriwayatkan pula dari shahabat lain, diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Aisyah رضي الله عنهما.

Sungguh, penentang keberadaan Dajjal di hadapan hujah seperti ini layaknya Raja Namrudz ketika berdebat dengan Nabi Ibrahim عليه السلام:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

"Apakah kamu tidak memerhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Rabbnya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, 'Rabbku ialah Yang menghidupkan dan mematikan.'

Orang itu berkata, 'Saya dapat menghidupkan dan mematikan.' Ibrahim berkata, 'Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat.' Lalu terdiamlah orang kafir itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." 

[Q.S. Al Baqarah: 285]

Ya Allah berilah kami petunjuk untuk selalu tunduk terhadap semua berita yang dibawa oleh Nabi dan Rasul-Mu ﷺ.

IBNU SHAYYAD DALAM RANGKAIAN KISAH DAJJAL

Telah menjadi tradisi di kalangan para ulama, ketika membahas Al-Masih Ad-Dajjal tidak lupa menyebutkan kisah Ibnu Shayyad. Dia adalah seorang yang pernah tinggal di Madinah dan diisukan sebagai Dajjal, sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurtubi dalam kitabnya At-Tadzkirah.

Abdullah bin Shayyad lahir di kota Madinah. Kedua orang tuanya Yahudi dan tumbuh dalam keadaan Yahudi.

Keadaan bayi ini cukup aneh. Ibunya mengandung Ibnu Shayyad selama dua belas bulan. Ketika lahir matanya buta sebelah dan dia sudah berkhitan. Perkaranya memang aneh !

Abu Dzar رضي الله عنه berkata, "Rasulullah ﷺ pernah mengutusku menemui ibunya (yakni Ummu Shaf). Beliau bersabda, 'Coba tanyakan berapa lama ia mengandung?' Saya datang kepadanya dan menanyakannya, kemudian ia menjawab, 'Aku mengandungnya selama dua belas bulan.'

Kemudian beliau memerintahkan saya untuk menanyakan bagaimana ia berteriak sewaktu dilahirkan. Lalu saya kembali lagi kepadanya dan menanyakannya. Kemudian ia menjawab, 'Dia menangis seperti menangisnya bayi berusia satu bulan.'"²)

RIWAYAT LEMAH SHAHABAT ABU BAKRAH رضي الله عنه

Ada sebuah riwayat berkenaan dengan Ibnu Shayyad yang memperkuat dia adalah Dajjal, sayangnya riwayat ini lemah sehingga tidak bisa kita jadikan sebagai sandaran.

Imam At-Tirmidzi رحمه الله meriwayatkan dari shahabat Abu Bakrah رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya, “Kedua orang tua Dajjal berkeluarga selama tiga puluh tahun tidak memiliki anak, hingga keduanya dikaruniai seorang anak lelaki yang buta sebelah mata. Dia adalah anak yang menyusahkan dan sedikit manfaatnya. Matanya tidur tapi qalbunya tidak tidur.”

Kemudian Rasulullah ﷺ menyebutkan ciri kedua orang tuanya, bapaknya sangat tinggi, hidungnya seperti paruh, ibunya pun sangat besar dan besar pula dadanya, kedua tangannya pun panjang. Berkata Abu Bakrah رضي الله عنه, “Lalu kami mendengar bahwa ada seorang anak Yahudi terlahir di Madinah, aku pun bertolak bersama Zubair bin Awwam mengunjungi kedua orang tuanya, ternyata ciri keduanya persis seperti yang dikabarkan Rasulullah ﷺ. 

Kami bertanya, 'Apakah kalian berdua punya anak ?' Keduanya menjawab, 'Sudah tiga puluh tahun kami bersama, namun tidak punya anak. Hingga kami dikaruniai anak laki-laki buta sebelah mata, anak yang menyusahkan dan sedikit manfaatnya, matanya tidur tapi qalbunya tidak tidur….”³)

UPAYA RASULULLAH ﷺ MENYINGKAP JATI DIRI IBNU SHAYYAD

Keanehan-keanehan inilah yang kemudian menjadi sebab tersebar berita di penjuru Madinah bahwa dialah Al-Masih Ad-Dajjal.

Tidak heran berita ini tersebar, beberapa cirinya mirip seperti Dajjal sebagaimana Rasulullah ﷺ kabarkan.

Bahkan sebagian shahabat bersumpah dengan nama Allah bahwa Ibnu Shayyad inilah Dajjal. Perkaranya benar-benar samar. Diakah Dajjal yang akan muncul di akhir zaman atau dia hanya seorang dukun dan pendusta?

Wahyu tak kunjung tiba kepada Rasulullah ﷺ menyingkap jati diri Ibnu Shayyad. Beberapa kali Rasulullah ﷺ mendatangi Ibnu Shayyad untuk melihat kejelasan urusannya.

Abdullah bin Umar رضي الله عنهما mengatakan, "Suatu saat Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه pergi bersama Nabi ﷺ diiringi sekelompok sahabat menuju Ibnu Shayyad. Beliau mendapatinya sedang bermain dengan anak-anak di bangunan Bani Maghalah. Saat itu, Ibnu Shayyad berusia menjelang baligh. Ibnu Shayyad tidak menyadari kehadiran Rasulullah ﷺ sampai beliau menepuk punggungnya.

Begitu Ibnu Shayyad tahu kedatangan Rasul ﷺ, beliau bersabda, “Apakah engkau bersaksi bahwa aku adalah Rasul Allah?"

Ia memandang Ar-Rasul dan berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan orang-orang ummy (tidak diberi kitab dari langit sebelum Al Quran)."

Tiba-tiba Ibnu Shayyad balik bertanya, “Apakah engkau bersaksi aku adalah utusan Allah?"

Sungguh mengherankan, pertanyaan aneh muncul dari anak aneh! Dia bukan rasul Allah namun dia meminta persaksian kepada Rasulullah ﷺ.

Nabi ﷺ menggenggamnya, lalu bersabda, “Aku beriman pada Allah dan Rasul-Nya.”

Kemudian beliau bersabda, “Apa yang kau lihat?”

Ia berkata, “Datang kepadaku yang yang jujur dan yang dusta.”

Dengan jawaban ini, terang bahwa dia didatangi syaithan yang membawa berita-berita dusta, dan terkadang benar, sebagaimana amalan dukun, para tukang ramal.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Perkaranya disamarkan kepadamu (oleh syaithan).”

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nabi ﷺ juga bertanya kepada Ibnu Shayyad, “Apakah yang kau lihat ?” 

Dia menjawab, “Aku melihat singgasana di atas air.”

Rasulullah ﷺ bersabda, “Engkau melihat singgasana iblis di laut."

Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku menyimpan sesuatu untukmu." Yakni, beliau menyimpan sesuatu dalam hati. Beliau membatin di dalam hati firman Allah سبحانه وتعالى:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ 

"Maka tunggulah hari ketika langit membawa asap yang nyata."

[Q.S. Ad-Dukhan: 10]

Rupa-rupanya Ibnu Shayyad menebak apa yang disembunyikan dalam benak Rasulullah ﷺ. Ia menjawab, “Itu adalah Ad-Dukh…” Ibnu Shayyad hendak mengatakan Ad-Dukhan (yang artinya asap) namun dia memotongnya. Lidahnya kelu. Hanya kalimat Ad-Dukh, Ad-Dukh, sebagaimana dukun dan tukang sihir memotong kata.4)

Nabi ﷺ bersabda, “Diam kamu! Kamu tidak akan melewati kodratmu.”

Semakin tampak bahwa Ibu Shayyad ketika itu melakukan amalan-amalan perdukunan. Ya, dia dukun atau tukang sihir yang bemuamalah dengan syaithan menebak-nebak apa yang ada dalam benak. Itulah sebabnya Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa dia tidak akan bisa melampaui kodratnya sebagai seorang dukun.

Ketika itulah, Umar رضي الله عنه meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk membunuhnya. Umar berkata, ”Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk menebas lehernya!”

Namun Rasulullah ﷺ memiliki kebijakan lain:

إِنْ يَكُنْ هُوَ، لَا تُسَلِّطُ عَلَيْهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ هُوَ،

فَلَا خَيْرَ لَكَ مِنْ قَتْلِهِ

“Seandainya ia memang Dajjal, maka kau tidak akan mampu menguasainya.5) Namun jika dia bukan Dajjal, maka tidak ada baiknya membunuh dia.”

Jawaban Rasulullah ﷺ ini  menunjukkan bahwa beliau tidak memastikan dia adalah Dajjal sebagaimana beliau tidak mengingkari dia adalah Dajjal.

Pada kesempatan lain, Rasulullah ﷺ berusaha menjumpai Ibnu Shayyad untuk lebih mendalami jati dirinya. Sebagaimana kelanjutan kisah, Abdullah bin Umar رضي الله عنهما berkisah, "Setelah itu, Rasulullah ﷺ berangkat bersama Ubay bin Ka`ab Al-Anshari رضي الله عنه. Keduanya berjalan menuju sebuah kebun kurma yang di situ ada Ibnu Shayyad.

Keduanya memasuki kebun. Segera Rasulullah ﷺ bersandar pada pelapah kurma. Beliau mengintip agar mendengar sesuatu dari Ibnu Shayyad sebelum ia melihat. Ibnu Shayyad sedang tiduran di atas kasur. Tiba-tiba ibunya melihat Nabi ﷺ bersandar di pelapah kurma. Berkatalah ia pada Ibnu Shayyad, 'Hai Shaf (Ibnu Shayyad). Ini ada Muhammad'. Ibnu Shayyad pun pergi.

Rasulullah ﷺ bersabda, 'Andaikan ibunya meninggalkannya, tentu akan menjadi jelas.'”

Demikian perjalanan Rasulullah ﷺ bersama Ubay bin Ka’b رضي الله عنه di sebuah kebun kurma.

Ibnu Umar رضي الله عنهما selanjutnya mengatakan, "Rasulullah ﷺ berdiri di antara manusia, kemudian memuji Allah sebagaimana mestinya, kemudian beliau menyebut-nyebut Dajjal. Lalu beliau bersabda:

إِنِّيْ أُنْذِرُكُمُوْهْ، وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا وَقَدْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوْحٌ قَوْمَهُ، وَلَكِنِّيْ سَأَقُوْلُ لَكُمْ فِيْهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ، تَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ أَعْوَرُ، وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

“Aku peringatklan kalian semua (tentang Dajjal). Tiada seorang nabi pun kecuali memperingatkan kaumnya (akan Dajjal). Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya mengenai Dajjal. Dan aku akan mengatakan kepada kalian sesuatu tentang Dajjal yang belum pernah diucapkan oleh seorang nabi pun pada kaumnya, kalian melihat dia itu buta sebelah, dan sesungguhnya Allah tidak buta sebelah.'"

IBNU SHAYYAD SEPENINGGAL RASULULLAH ﷺ

Saat Rasulullah ﷺ di Madinah, Ibnu Shayyad belum baligh. Dia masih anak-anak yang suka bermain. Rasulullah ﷺ wafat, Ibnu Shayyad masih beragama Yahudi. Beberapa waktu kemudian, Ibnu Shayyad masuk Islam sebagaimana diterangkan Adz-Dzahabi رحمه الله.

Ibnu Shayyad memang masuk Islam sebagaimana akan kita sebutkan dalam kisah Abu Sa’id Al-Khudri رضي الله عنه bersama Ibnu Shayyad ketika menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji atau umrah bersama kaum muslimin.

Ibnu Shayyad berkeluarga. Bahkan dia memiliki anak bernama Umarah bin Abdullah bin Shayyad yang berkunyah Abu Ayyub.

Perlu diketahui, Umarah memiliki kedudukan yang cukup tinggi di kalangan para ulama. Beliau meriwayatkan hadits dari Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما, Sa’id bin Al-Musayyab رحمه الله, dan ‘Atha' bin Yasar رحمه الله. Yahya bin Ma’in dan An-Nasai mengatakan tentangnya, "Dia seorang yang tsiqah (terpercaya dalam hal keagamaan dan hafalannya)." Di antara murid Umarah adalah Imam Malik bin Anas dan Adh-Dhahhak bin ‘Utsman Al-Khuzami.

KISAH ABU SA’ID Al-KHUDRI BERSAMA IBNU SHAYYAD

Masuk Islamnya Ibnu Shayyad dan bahwa dia memiliki keturunan semakin membuat bimbang apakah Ibnu Shayyad adalah Dajjal.

Bukankah Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Dajjal seorang yang kafir? Padahal, Ibnu Shayyad masuk Islam. Bukankah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam juga mengabarkan bahwa Dajjal mandul dan tidak punya anak? Faktanya, Ibnu Shayyad memiliki keturunan, bahkan anaknya yang bernama Umarah termasuk salah seorang ulama terkemuka.

Keyakinan Ibnu Shayyad adalah Dajjal terus bergulir sepeninggal Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam. Ibnu Shayyad pernah mengeluhkan perihalnya. Bahkan,  dia berangan-angan untuk bunuh diri karena isu yang demikian gencar mengganggunya.

Abu Said al Khudri رضي الله عنه mengisahkan, “Kami pernah melakukan perjalanan haji atau umrah bersama Ibnu Shayyad. Tidak ada yang mau berjalan bersamanya, menemaninya, dan makan dengannya. Lalu kami pun  singgah di suatu tempat, dan orang-orang pun berpencar. Tinggal saya dan Ibnu Shayyad.

Saya merasa sangat ketakutan kepadanya, mengingat rumor yang beredar tentangnya.

Saat beristirahat, dia letakan perbekalannya bersama perbekalanku. Lalu saya berkata, “Sungguh hari sangat panas, sebaiknya engkau letakan saja barangmu di bawah pohon itu”.

Ibnu Shayyad bangkit memindah barangnya, menuruti permintaan Abu Sa’id.

'Di tengah istirahat, datang Ibnu Shayyad membawa wadah berisi susu, mendekat kepada Abu Sa’id seraya berkata, “Minumlah wahai Abu Said!’

Aku hanya menimpali, 'Sungguh hari amat panas, dan susu itu juga panas.'

Saya berkata demikian itu hanya karena saya tidak suka minum sesuatu dari tangannya atau mengambil sesuatu dari tangannya.

Duduklah Ibnu Shayyad. Dengan sedih, ia berkata, “Wahai Abu Said, ingin rasanya aku mengambil tali kugantungkan pada pohon, lalu kucekik leherku karena kekesalan hatiku terhadap apa yang dikatakan banyak orang mengenai diriku.”

Selanjutnya dia mengatakan, “Wahai Abu Said, banyak orang tidak mengetahui hadits Rasulullah ﷺ, namun kalian kaum Anshar lebih mengetahui daripada mereka. Bukankah engkau termasuk orang yang paling tahu tentang hadis Rasulullah ﷺ?”  

“Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda bahwa Dajjal itu mandul, tidak punya anak, sedangkan aku punya anak di Madinah? Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda bahwa Dajjal itu tidak bisa memasuki kota Madinah dan Makkah, sedangkan saya dilahirkan di Madinah dan sekarang aku menuju Makkah?"

Ya, cukup beralasan argumen Ibnu Shayyad, hampir saja Abu Said menerima alasannya. Kata Abu Said, “Begitulah, hingga aku hampir menerima alasannya.”

Namun tiba-tiba Ibnu Shayyad kembali mengutarakan kalimat-kalimat aneh, Ibnu Shayyad mengatakan, “Ketahuilah, Demi Allah, sungguh aku mengenal Dajjal dan mengetahui tempat kelahirannya serta mengetahui dimana ia sekarang berada.”

Saya berkata kepadanya, “Celakalah engkau pada hari- harimu!”

Abu Said menanyainya, "Apakah engkau senang untuk menjadi Dajjal?"

Ibnu Shayyad pun mengatakan, "Kalau aku diberi kesempatan, aku tidak akan menolaknya."6)

KEMATIAN IBNU SHAYYAD

Ada yang mengatakan bahwa Ibnu Shayyad meninggal di Madinah dan disaksikan kaum muslimin. Mereka menshalatinya dan membuka wajahnya yang telah terbujur kaku.

Namun pendapat ini lemah. Ibnu Hajar melemahkannya dalam Fathul Bari (13/328) dan menshahihkan riwayat Jabir bin Abdilah رضي الله عنهما ia berkata, “Kami kehilangan Ibnu Shayyad pada peristiwa Harrah.”7)

PERBEDAAN ULAMA TENTANG IBNU SHAYYAD, DIAKAH DAJJAL 

Demikian sekelumit kisah yang diriwayatkan tentang Ibnu Shayyad. Para ulama berselisih pendapat mengenai apakah Ibnu Shayyad adalah Dajjal.

Pendapat pertama mengatakan bahwa dia adalah Dajjal, berdalil dengan riwayat para shahabat yang memastikan bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal.

Umar pernah bersumpah di sisi Rasulullah ﷺ bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal sementara Rasulullah ﷺ tidak mengingkarinya.

Inilah dalil terkuat bagi mereka yang menetapkan bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal, sumpah Umar di hadapan Rasulullah ﷺ dan diamnya beliau ﷺ.

Sebagian sahabat juga berpendapat seperti pendapat Umar, sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, Abdullah bin Umar dan Abu Dzar Al-Ghifari رضي الله عنهم.

Muhammad bin Al-Munkadir رحمه الله berkata, “Saya melihat Jabir bin Abdillah رضي الله عنهما bersumpah dengan nama Allah bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal. Saya pun  bertanya, 'Anda bersumpah dengan nama Allah?' Dia menjawab, 'Saya mendengar Umar bersumpah begitu di sisi Nabi ﷺ dan beliau tidak mengingkarinya.'” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

Dari Zaid bin Wahab berkata, Abu Dzar رضي الله عنه berkata, “Sungguh, jika saya bersumpah sepuluh kali bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal, lebih saya sukai daripada bersumpah satu kali bahwa dia bukan Dajjal." 

[riwayat Ahmad].

Nafi رحمه الله berkata, “Ibnu umar رضي الله عنهما pernah mengatakan,  'Demi Allah saya tidak ragu bahwa Al Masih Ad Dajjal adalah Ibnu Shayyad. [riwayat Abu Dawud].

Diantara ulama yang merajihkan pendapat ini adalah Al-Imam Al-Qurthubi sebagaimana tampak dalam pembahasan beliau dalam kitabnya, At-Tadzkirah, demikian pula An-Nawawi رحمه الله. Al-Bukhari رحمه الله sepertinya juga condong kepada pendapat ini sehingga beliau tidak mengeluarkan hadits Fathimah bintu Qois tentang kisah Tamim Ad-Dari.

Adapun pendapat kedua mengatakan bahwa dia bukan Dajjal. Dalilnya, banyak ciri-ciri Dajjal yang  tidak sesuai pada Ibnu Shayyad.

Dalil yang mereka pegang adalah hadits Fathimah bintu Qais tentang kisah Tamim Ad-Dari. Dajjal terbelenggu di sebuah pulau menanti saat Allah izinkan untuk keluar dengan membawa ujian.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله merajihkan bahwa Ibnu Shayyad bukan Dajjal berdasarkan kisah Fathimah bin Qais dan juga banyak ciri Ibnu Shayyad yang tidak sesuai dengan Dajjal. Adapun diamnya Rasulullah ﷺ atas sumpah Umar bin Al-Khaththab, hal itu bukan merupakan persetujuan dari beliau ﷺ, namun karena belum turunnya wahyu dalam perkara Ibnu Shayyad.

Pendapat kedua ini tampaknya lebih kuat, dan sesungguhnya hanya Allah sajalah yang mengetahui segala sesuatu, yang lahir atau yang batin. Semoga Allah selamatkan diri kita dari ujian Al-Masih Ad-Dajjal.8)

FAEDAH-FAEDAH

1.  Rasulullah ﷺ tidak mengetahui perkara gaib kecuali setelah mendapatkan wahyu dari Allah. Oleh karena itu, beliau diam dalam menyikapi berita apakah Ibnu Shayyad adalah Dajjal. 

2. Kehati-hatian Rasulullah ﷺ dan amanah beliau dalam menyampaikan risalah. 

3. Semangat para shahabat dalam mengenal kejelekan untuk menyelamatkan diri darinya. Sebagaimana dalam kisah Ibnu Shayyad, tampak kekhawatiran mereka bahwa dialah Dajjal. 

4. Apa yang telah Allah tetapkan tidak akan ada yang mampu menghalanginya. Allah telah menakdirkan Dajjal muncul di akhir zaman dan akan mati dibunuh Isa bin Maryam عليه السلام. Maka ketika Umar berniat memenggal Ibnu Shayyad karena beliau yakin bahwa Ibnu Shayyadlah Dajjal, Rasulullah ﷺ bersabda:

 إِنْ يَكُنْ هُوَ، لَا تُسَلِّطُ عَلَيْهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ هُوَ،فَلَا خَيْرَ لَكَ مِنْ قَتْلِهِ

“Seandainya ia memang Dajjal, maka kau tidak akan menguasainya. Namun jika dia bukan Dajjal, maka tidak ada baiknya membunuhnya.”

Semua berita tentang Ibnu Shayyad menunjukkan bahwa Dajjal adalah manusia, keturunan Adam yang nyata dan berjasad. Tidak seperti mereka yang mengingkari Dajjal dan menyatakan bahwa Dajjal hanyalah simbol kedurhakaan, kekejaman, atau sebuah negara, bukan sosok manusia.

5. Seandainya Dajjal hanya sebuah simbol, sudah sejak awal Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam mengatakan, "Ibnu Shayyad bukan Dajjal❗️Dia manusia, sementara Dajjal hanyalah simbol.” Para shahabat terkemuka seperti Umar pun tidak akan bersumpah bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajjal. 

Bahkan, perselisihan para ulama mengenai siapa Ibnu Shayyad menunjukkan kesepakatan Ahlus Sunnah bahwa Dajjal adalah sosok manusia. 

6. Jika Ibnu Shayyad memang Dajjal, ada sebuah faedah, bahwa mungkin saja keluar dari seorang yang buruk keturunan yang mulia. Ibnu Shayyad memiliki seorang anak yang menjadi manusia pilihan, ulama terkemuka. Imam Malik mengambil ilmu darinya. 

7.  Di antara amalan-amalan dukun adalah menebak-nebak apa yang ada dalam benak seseorang dan bekerjasama dengan syaithan yang membawa berita. Sebagaimana dilakukan Ibnu Shayyad. 

Demikianlah beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Ibnu

Shayyad Ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Catatan Kaki:

1. Lihat kembali kisahnya di Majalah Qudwah edisi pertama.

2. Musnad Imam Ahmad (5/261). Ibnu Hajar mengomentari sanadnya, "Shahih." Lihat Fathul Bari (13/325).

3. At-Tirmidzi (4/518 no. 2248). Syaikh Al-Albani رحمه الله melemahkan hadits ini dalam Dha’if Sunan At-Tirmidzi.

4. Faedah: Abu Musa Al Madini رحمه الله menyebutkan bahwa di antara hikmah Rasulullah ﷺ menyembunyikan ayat ini sebagai isyarat bahwa Nabi Isa عليه السلام kelak akan membunuh Dajjal di gunung Dukhan. Maka beliau menyiratkan hal tersebut kepada Ibnu Shayyad. الله أعلم.

5. Yakni engkau tidak akan mampu membunuhnya, karena Allah telah menetapkan bahwa yang membunuh Dajjal adalah Nabi Isa عليه السلام.

6. Kisah Abu Sa'id ini diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahihnya. Dua kalimat terakhir dari Ibnu Shayyad adalah ucapan yang mengandung kekufuran. Kalimat yang pertama, “...aku mengenal Dajjal dan mengetahui tempat kelahirannya serta mengetahui di mana ia sekarang berada.” merupakan urusan gaib. 

Padahal, barang siapa mengklaim telah mengetahui urusan gaib, dia mengatakan ucapan kufur. Kalimat yang kedua, “Kalau aku diberi kesempatan, aku tidak akan menolaknya." Kerelaannya menjadi Dajjal ini menjadi dalil bagi kekufurannya. Demikian disampaikan Mulla 'Ali Al-Qari رحمه الله di dalam Mirqatul Mafatih. 

الله أعلم. 

7. H.R. Abu Dawud dalam As-Sunan (4/121 no. 4332) Syaikh Al-Albani mengatakan, "Sanadnya shahih.” 

Peristiwa Harrah adalah peristiwa yang terjadi di Madinah pada tahun ke-63 H di masa kekuasaan Yazid bin Mu'awiyah. Pada waku itu, Yazid mengutus Muslim -sebagian ulama menyebutnya Mujrim (orang yang berdosa)- bin 'Uqbah Al-Murri. Lalu Muslim bin 'Uqbah pun membunuhi keturunan Muhajirin dan Anshar yang berada di Madinah selama tiga hari. 

Al-Madaini mengatakan, “Muslim bin Uqbah menumpahkan darah di Madinah selama tiga hari. Dia membunuh siapa pun yang dia temui dan mengambil harta mereka." Disarikan dari Sirah Ibnu Hibban, Usdul Ghabah, dan Bidayah wan Nihayah.

8. Rincian kejadian fitnah Dajjal semoga bisa diketengahkan di Majalah kita ini sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits seperti hadits Nawwas bin Sam’an رضي الله عنه.

Sumber || Majalah Qudwah Edisi 12

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,229,Akhirat,21,Akhwat,106,Anak Muda dan Salaf,216,Anti Teroris,2,Aqidah,275,Arab Saudi,12,Asma wa Shifat,2,Audio,44,Audio Singkat,8,Bantahan,104,Bid'ah,59,Biografi,83,Cerita,62,Cinta,10,Dakwah,39,Doa Dzikir,62,Ebook,15,Fadhilah,66,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,332,Ghaib,16,Hadits,167,Haji-Umroh,14,Hari Jumat,31,Hari Raya,3,Ibadah,42,Info,77,Inspiratif,37,IT,10,Janaiz,7,Kata Mutiara,128,Keluarga,233,Khawarij,21,Khutbah,4,Kisah,275,Kitab,4,Kontemporer,153,Manhaj,175,Muamalah,47,Nabi,19,Nasehat,618,Poster,7,Puasa,51,Qurban,18,Ramadhan,51,Rekaman,2,Remaja,152,Renungan,88,Ringkasan,99,Sahabat,68,Sehat,26,Sejarah,47,Serial,3,Shalat,153,Syiah,25,Syirik,14,Tafsir,45,Tanya Jawab,584,Tauhid,52,Tazkiyatun Nafs,104,Teman,19,Thaharah,21,Thalabul Ilmi,140,Tweet Ulama,6,Ulama,82,Ustadz Menjawab,9,Video,20,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Siapakah Shaf bin Shayyad? Benarkah Ia Dajjal?
Siapakah Shaf bin Shayyad? Benarkah Ia Dajjal?
Shaf, demikian namanya. Dia adalah keturunan seorang Yahudi Madinah bernama Shayyad. Benarkah ia dajjal?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQFz_241V1xW8ssHC3035xawSK3giZXBa9Aw20Pit_KtVmOJWG2DI5_WAISILiXCS7pPnH4hjs9X5vzfW01c68iv15SlBXa8Rr7P074j9NI6slZbe5eyTLxDdEsiEskjq73_S6jrX0mVueZW71z9EdzBZhhz8MTTTW3qupzJbrRIjYkC6j6GCiUcm6tEqM/s16000/ibnu%20shayyad.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQFz_241V1xW8ssHC3035xawSK3giZXBa9Aw20Pit_KtVmOJWG2DI5_WAISILiXCS7pPnH4hjs9X5vzfW01c68iv15SlBXa8Rr7P074j9NI6slZbe5eyTLxDdEsiEskjq73_S6jrX0mVueZW71z9EdzBZhhz8MTTTW3qupzJbrRIjYkC6j6GCiUcm6tEqM/s72-c/ibnu%20shayyad.png
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2023/11/siapakah-shaf-bin-shayyad-benarkah-ia-dajjal.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2023/11/siapakah-shaf-bin-shayyad-benarkah-ia-dajjal.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy