Kisah Sikap Muraqabah dari Seorang Salaf

SHARE:

Kisah Sulaiman bin Yasar punya wajah yang rupawan, Allah uji dengan seorang wanita cantik.

 KISAH SIKAP MURAQABAH DARI SEORANG SALAF

Kisah Sikap Muraqabah dari Seorang Salaf

Para pembaca yang semoga Allah rahmati, Allah Ta'ala memerintahkan kita selaku hamba-Nya agar menjaga kehormatan dari hal-hal yang keji. Namun di sisi lain, setan tidak berhenti dalam menjerumuskan bani Adam kepada yang keji dan mungkar. Langkah pertama yang dipakai iblis dan bala tertaranya untuk menyesatkan anak Adam ialah dengan mengumbar pandangan kepada perkara yang dilarang oleh syariat ini. Mengapa demikian? Sebab, berawal dari pandangan, seorang insan terus melangkah ke arah yang lebih jauh hingga berujung kepada perbuatan zina, wal'iyadzubillah. Allah melarang dan mengecam segala arah yang mengantarkan kepada zina, Allah menyatakan dalam firman-Nya, 

‌وَلَا ‌تَقۡرَبُواْ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَۖ 

"Janganlah kalian dekati perbuatan keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi!" (QS. Al-An'am ayat ke-151)

Di sisi lain, Allah menyebutkan sifat orang-orang mukmin, bahwa mereka adalah orang-orang yang menjaga kemaluan mereka kecuali kepada yang dihalalkan dalam syariat. Allah Ta'ala menyatakan,

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 

"Sungguh telah beruntung orang-orang mukmin." (QS. Al-Mukminun ayat ke-1.)

Sampai pada firman Allah Ta'ala,

ٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ

"Dan mereka yang menjaga kemaluan mereka (dari perbuatan keji, pent)" (QS. Al-Mukminun ayat ke-5.)

Al-Imam Abu Nu'aim Al-Ashbahani rahimahullah dalam karyanya yang fenomenal menyebutkan kisah seorang ulama ahli di bidang fikih dari kalangan Tabi'in, sebut saja Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani rahimahullah, Allah karuniakan berupa wajah yang rupawan, hingga Allah uji keimanan beliau dengan seorang wanita yang cantik jelita, kisahnya begini.

Dari Abdurrahman bin Jarir Al-Kalbi, dari Abu Hazim rahimahumallah, berkata, "Sulaiman bin Yasar pergi keluar dari kota bersama seorang temannya hingga mereka tiba di Abwa. Temannya bangkit, mengambil kantong makanan, dan pergi ke pasar untuk membeli barang-barang kebutuhan mereka, sementara Sulaiman duduk di tenda, dan beliau seorang yang paling tampan dan paling wara' (taat beragama). Tiba-tiba ad seorang wanita Badui melihatnya dari kejauhan di dalam kemahnya yang terletak di atas bukit. Ketika wanita itu melihat ketampanan dan wajah rupawan Sulaiman, dia segera turun dengan memakai cadar dan sarung tangan, lalu datang di hadapannya dan menyingkapkan wajahnya yang cantik seperti potongan bulan. Wanita itu berkata, 

"Aku telah mempersiapkan diriku untukmu!"

Sulaiman mengira dia menginginkan makanan, sehingga dia berdiri untuk memberinya sisa makanan. Tetapi wanita itu berkata, 

"Aku tidak menginginkan itu, aku menginginkan yang biasa dilakukan seorang suami dengan istrinya." 

Sulaiman menjawab, 

"Setanlah yang menyiapkanmu dan mengirim kepadaku."

Kemudian dia meletakkan kepalanya di antara kedua lengannya dan mulai menangis terisak-isak. Tatkala si wanita melihat hal tersebut ia segera menutup wajahnya dengan cadar dan kembali ke kemahnya.

Ketika temannya kembali setelah membeli barang-barang untuk mereka berdua, dia melihat mata Sulaiman bengkak karena menangis dan tenggorokannya tersumbat. Dia bertanya,

"Apa yang membuatmu menangis?" 

Sulaiman menjawab, 

"Aku teringat anak-anakku."

Temannya menjawab, 

"Tidak, pasti ada sesuatu yang terjadi. Baru saja kamu meninggalkan anak-anakmu tiga hari yang lalu atau sekitar itu." 

Akhirnya, setelah didesak terus oleh temannya, Sulaiman menceritakan perihal wanita Badui tersebut. Temannya lalu meletakkan kantong makanan dan menangis dengan sangat. Sulaiman bertanya kepadanya, 

"Mengapa kamu menangis?"

Temannya menjawab, "Aku lebih pantas menangis daripada kamu." 

Sulaiman bertanya, "Mengapa?"

Temannya menjawab, 

"Karena aku khawatir jika aku berada di posisimu, aku tidak akan bisa menahan godaannya."

Akhirnya, mereka berdua terus menangis.

Ketika Sulaiman sampai di Mekah dan melakukan tawaf serta sa’i, dia datang ke Hajar Aswad, lalu duduk dengan memeluk kakinya yang dilipat dengan bajunya, lalu tertidur. Dia bermimpi melihat seorang pria tampan, tinggi, berbau harum dengan penampilan yang baik. Sulaiman bertanya kepadanya, 

"Siapa kamu, semoga Allah merahmatimu?"

Pria itu menjawab

"Aku adalah Yusuf bin Yaqub."

Sulaiman bertanya, 

"Yusuf yang saleh?" Pria itu menjawab, "Ya."

Sulaiman berkata,

"Kisahmu dengan istri Al-Aziz adalah kisah yang menakjubkan."

Nabi Yusuf menjawab, 

"Kisahmu dengan wanita dari Abwa lebih menakjubkan."

Wallahua'lam..

Faedah yang bisa diambil dari kisah di atas:

1. Allah mengharamkan segala jalan yang mengarah kepada hal yang keji.

2. Karomah Allah yang diberikan kepada orang saleh.

3. Seorang mukmin harus memiliki rasa takut kepada Allah bila dihadapkan dengan keadaan seperti pada kisah di atas.

4. Keutamaan sifat muraqabatullah (rasa senantiasa diawasi Allah) di kesendiriannya.

Referensi:

1. Hilyatul Auliya, karya Abu Nu'aim Al-Ashbahani


Cirebon, Kamis 6 Dzulhijjah 1445 H/ 13 Juni 2024.

Komplek Ponpes Dhiya'us Sunnah.

https://t.me/kisahdanmurottalpilihan/200

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,233,Akhirat,22,Akhwat,107,Anak Muda dan Salaf,230,Anti Teroris,2,Aqidah,277,Arab Saudi,12,Asma wa Shifat,2,Audio,44,Audio Singkat,8,Bantahan,103,Bid'ah,59,Biografi,86,Cerita,64,Cinta,10,Dakwah,45,Doa Dzikir,67,Ebook,15,Fadhilah,71,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,342,Ghaib,17,Hadits,168,Haji-Umroh,15,Hari Jumat,31,Hari Raya,5,Ibadah,43,Info,79,Inspiratif,39,IT,10,Janaiz,7,Kata Mutiara,128,Keluarga,234,Khawarij,21,Khutbah,4,Kisah,287,Kitab,6,Kontemporer,153,Manhaj,175,Muamalah,46,Nabi,19,Nasehat,626,Poster,7,Puasa,53,Qurban,18,Ramadhan,51,Rekaman,2,Remaja,153,Renungan,94,Ringkasan,100,Sahabat,69,Sehat,25,Sejarah,53,Serial,3,Shalat,155,Syiah,25,Syirik,15,Tafsir,48,Tanya Jawab,592,Tauhid,53,Tazkiyatun Nafs,107,Teman,20,Thaharah,21,Thalabul Ilmi,144,Tweet Ulama,6,Ulama,85,Ustadz Menjawab,9,Video,20,Zakat,12,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Kisah Sikap Muraqabah dari Seorang Salaf
Kisah Sikap Muraqabah dari Seorang Salaf
Kisah Sulaiman bin Yasar punya wajah yang rupawan, Allah uji dengan seorang wanita cantik.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-yj0x1C_Dg7ILuUB1GRYirzxsyOXHYmW4rI2O0ktVPEe33fusFCcDqCJovpx-VYHpdhWxIbvNZVGFCx9MDN_IZbQPvi5GqdvYVo7AnqYyD3crSyG-Uf1QYPYHIHFt8JnEcfXJxqEhrYrDQM2_6bH9coJDl2O-OuMHw5aJAW7cgN7WF4Bc3DZSFZFxdL5r/s16000/sikap%20muraqabah.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-yj0x1C_Dg7ILuUB1GRYirzxsyOXHYmW4rI2O0ktVPEe33fusFCcDqCJovpx-VYHpdhWxIbvNZVGFCx9MDN_IZbQPvi5GqdvYVo7AnqYyD3crSyG-Uf1QYPYHIHFt8JnEcfXJxqEhrYrDQM2_6bH9coJDl2O-OuMHw5aJAW7cgN7WF4Bc3DZSFZFxdL5r/s72-c/sikap%20muraqabah.png
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2024/06/kisah-sikap-muraqabah-dari-seorang-salaf.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2024/06/kisah-sikap-muraqabah-dari-seorang-salaf.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy