Faidah Kisah Juraij dan Ibunya

SHARE:

Kisah Juraij yang dipanggil ibunya ketika shalat tapi tidak menjawab + faedah agung di dalamnya.

FAEDAH DARI KISAH AHLI IBADAH JURAIJ DAN IBUNYA

Mufti: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

كَانَ رَجُلٌ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ يُقَالُ لَهُ جُرَيْجٌ يُصَلِّي فَجَاءَتْهُ أُمُّهُ فَدَعَتْهُ فَأَبَى أَنْ يُجِيبَهَا فَقَالَ: أُجِيبُهَا أَوْ أُصَلِّي؟ ثُمَّ أَتَتْهُ فَقَالَتْ: اللَّهُمَّ لاَ تُمِتْهُ حَتَّى تُرِيَهُ وُجُوهَ الْمُومِسَاتِ. وَكَانَ جُرَيْجٌ فِي صَوْمَعَتِهِ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ: لَأَفْتِنَنَّ جُرَيْجًا. فَتَعَرَّضَتْ لَهُ فَكَلَّمَتْهُ فَأَبَى، فَأَتَتْ رَاعِيًا فَأَمْكَنَتْهُ مِنْ نَفْسِهَا فَوَلَدَتْ غُلاَمًا فَقَالَتْ: هُوَ مِنْ جُرَيْجٍ. فَأَتَوْهُ وَكَسَرُوا صَوْمَعَتَهُ فَأَنْزَلُوهُ وَسَبُّوهُ، فَتَوَضَّأَ وَصَلَّى ثُمَّ أَتَى الْغُلاَمَ فَقَالَ: مَنْ أَبُوكَ يَا غُلاَمُ؟ قَالَ: الرَّاعِي. قَالُوا: نَبْنِي صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ: لاَ، إِلاَّ مِنْ طِينٍ

Dahulu kala, di kalangan Bani Israil ada seorang yang dikenal bernama Juraij. Pada suatu hari, ketika dia sedang shalat, datanglah ibunya memanggil. Juraij enggan memenuhi panggilannya. Katanya (dalam hati), “Saya menjawab panggilannya, ataukah saya tetap shalat?”.

Kemudian ibunya datang lagi (memanggil, tapi Juraij tidak menyahut). Sang ibu pun berdoa, “Ya Allah, janganlah Engkau mematikan dia sampai Engkau memperlihatkan kepadanya wajah para wanita pelacur.”

Suatu ketika, Juraij sedang berada di tempat ibadahnya. Ada seorang wanita berkata, “Sungguh, saya pasti akan membuat Juraij terfitnah (tergoda untuk menzinainya).”

Dia pun menawarkan diri kepadanya dan mengajaknya bicara. Namun Juraij menolak.

Akhirnya wanita itu mendatangi seorang penggembala kambing dan menyerahkan diri kepadanya (berzina).

(Beberapa waktu kemudian), wanita itu melahirkan seorang anak. Dia berkata, “(Anak) ini dari Juraij.”

Penduduk kampung itu pun mendatangi Juraij, menghancurkan tempat ibadahnya dan menyeretnya serta mencacinya. Juraij pun berwudhu dan shalat. Kemudian dia mendatangi bayi itu dan bertanya,

“Siapakah ayahmu, wahai anak?” Bayi itu menjawab, “Si penggembala.” Akhirnya penduduk kampung itu pun berkata, “Kami bangun kembali shawma'ahmu (biaramu) dari emas?” Kata Juraij, “Tidak. Tapi (bangunlah kembali) dari tanah.”

(Hadits riwayat Imam Al-Bukhari (no. 3253) dan Imam Muslim (no. 2500) dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Pertanyaan :

Bagaimana menggabungkan antara doanya ibu Juraij, Ya Allah, janganlah Engkau mematikan dia sampai Engkau memperlihatkan kepadanya wajah para wanita pelacur dan hadits: Dikabulkan doa salah seorang kalian selama ia tidak berdoa dengan hal yang mengandung maksiat atau memutus silaturahmi?

Jawaban :

Ibunya berdoa karena menurutnya Juraij telah memutus hubungan silaturahmi, padahal ibunya memiliki hak atasnya. Sehingga Allah Ta'ala mengabulkan doanya untuk menunjukkan pelajaran kepada para hamba-Nya.

Maka, pengabulan ini memiliki hikmah yang sempurna. Adakalanya orang kafir dikabulkan doanya dan adakalanya selain orang kafir dikabulkan doanya untuk suatu hikmah yang sempurna.

Pertanyaan:

Apakah Juraij didoakan dengan perbuatan maksiat? Yakni barangsiapa hendak mendoakan orang yang zalim, maka ia mendoakannya dengan zina atau meminum minuman yang memabukkan?

Jawaban :

Tidak. Tidak semestinya. Tetapi ia mendoakannya dengan hidayah. Kecuali seseorang yang menyakiti kaum muslimin, maka ia didoakan dengan kematian atau Allah menyiksanya dengan siksa dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Sebagaimana doa Nabi kepada Abu Jahl dan yang lainnya. Adapun orang zalim selain mereka didoakan dengan hidayah.

Pertanyaan :

Apakah Shawma'ah (biara) itu sebuah kamar atau gua?

Jawaban :

Shawma'ah adalah sebuah tempat ibadah, kadang berupa kamar dan kadang berupa rumah seutuhnya

Pertanyaan: 

Apakah shahih bahwa ahli ibadah ini shalat dua rakaat sebelum bayi itu mengaku kepadanya?

Jawaban:

Ya. Ia shalat dua rakaat. Ia mengatakan: 'biarkan aku sampai aku shalat dua rakaat', kemudian ia berdoa kepada Allah.

Pertanyaan :

Kalau begitu disyariatkan shalat dua rakaat saat diperlukan?

Jawaban:

Shalat saat musibah termasuk perantara kebaikan. Allah Ta'ala berfirman,

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ

Dan mohonlah pertolongan dengan kesabaran dan shalat.(Al Baqarah:153)

Pertanyaan :

Apakah diambil dari hadits ini bahwa seseorang saat melakukan shalat sunnah kemudian salah satu dari kedua orang tuanya memanggilnya, ia memutus shalatnya?

Jawaban:

Ya. Wajib baginya memutus shalatnya, karena berbakti kepadanya wajib, sedangkan shalat sunnah boleh ia memutusnya. Akan tetapi urusannya membingungkan dan meragukannya sehingga ia terus shalat.

Pertanyaan:

Jika yang dilakukan shalat wajib?

Jawaban :

Jangan. Jangan ia memutusnya kecuali saat darurat seperti orang buta yang ditakutkan terjatuh, ular yang ditakutkan, atau binatang buas yang ditakutkan. Intinya saat darurat, ia memutus shalatnya.

Pertanyaan : Dalam surat Yusuf:

وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ اَهْلِهَاۚ

Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian."(Yusuf:26)

Bukankah saksi ini seorang bayi?

Jawaban: 

Ini tidak menunjukkan ia itu seorang yang masih kecil.

Pertanyaan:

Apakah Juraij seorang yang kuat keyakinannya sampai Allah menolongnya?

Jawaban:

Ahli ibadah yang beribadah kepada Allah di antara hamba-hamba Allah sehingga Allah mengabulkan doanya dan membersihkan tuduhan darinya. Ia diuji lalu diselamatkan. Ia diuji dengan doa ibunya. Kemudian diselamatkan dan menjadi jelas ketidakbersalahannya.

Sumber : https://bit.ly/2SJeVxP
Telegram : http://t.me/ukhwh

Faedah Kisah Juraij dan Ibunya

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,142,Akhirat,15,Akhwat,93,Aqidah,235,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,1,Audio,34,Bantahan,99,Bid'ah,44,Biografi,45,Cerita,33,Cinta,8,Dakwah,19,Doa Dzikir,36,Ebook,7,Fadhilah,58,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,254,Ghaib,12,Hadits,115,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,49,Info,80,Inspiratif,31,IT,12,Janaiz,6,Kata Mutiara,128,Keluarga,149,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,147,Kontemporer,118,Manhaj,139,Muamalah,41,Nabi,8,Nasehat,410,Poster,7,Puasa,42,Qurban,19,Ramadhan,27,Rekaman,1,Remaja,109,Renungan,30,Ringkasan,91,Sahabat,35,Sehat,26,Sejarah,22,Serial,3,Shalat,117,Syiah,27,Syirik,3,Tafsir,31,Tanya Jawab,482,Tauhid,26,Tazkiyatun Nafs,74,Teman,13,Thaharah,17,Thallabul Ilmi,90,Tweet Ulama,6,Ulama,41,Ustadz Menjawab,6,Video,12,Zakat,3,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Faidah Kisah Juraij dan Ibunya
Faidah Kisah Juraij dan Ibunya
Kisah Juraij yang dipanggil ibunya ketika shalat tapi tidak menjawab + faedah agung di dalamnya.
https://1.bp.blogspot.com/-6TPu7YHl1QE/XH-b1KjbRiI/AAAAAAAAOH8/CXmVHkABpCgrddqJHjdPYR4I6-aZeEE2ACK4BGAYYCw/s1600/Faidah%2Bkisah%2Bjuraij%2Bdan%2Bibunya.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-6TPu7YHl1QE/XH-b1KjbRiI/AAAAAAAAOH8/CXmVHkABpCgrddqJHjdPYR4I6-aZeEE2ACK4BGAYYCw/s72-c/Faidah%2Bkisah%2Bjuraij%2Bdan%2Bibunya.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2019/03/faidah-kisah-juraij-dan-ibunya.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2019/03/faidah-kisah-juraij-dan-ibunya.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy