Terjemah Umdatul Ahkam Kitab At Thaharah (Bersuci)

SHARE:

Terjemah Hadits Kitabut Thaharah Bersuci dari Kitab Umdatul Ahkam

 HADITS 1. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ PENTINGNYA NIAT ■

ุนَู†ْ ุนُู…َุฑَ ุจْู†ِ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ – ู‚َุงู„َ: 

ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูŠَู‚ُูˆู„ُ: 

((ุฅู†َّู…َุง ุงู„ุฃَุนْู…َุงู„ُ ุจِุงู„ู†ِّูŠَّุงุชِ – ูˆَูِูŠ ุฑِูˆَุงูŠَุฉٍ: ุจِุงู„ู†ِّูŠَّุฉِ – ูˆَุฅِู†َّู…َุง ู„ِูƒُู„ِّ ุงู…ْุฑِุฆٍ ู…َุง ู†َูˆَู‰, ูَู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ, ูَู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุฑَุณُูˆู„ِู‡ِ, ูˆَู…َู†ْ ูƒَุงู†َุชْ ู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„َู‰ ุฏُู†ْูŠَุง ูŠُุตِูŠุจُู‡َุง ุฃَูˆْ ุงู…ْุฑَุฃَุฉٍ ูŠَุชَุฒَูˆَّุฌُู‡َุง, ูَู‡ِุฌْุฑَุชُู‡ُ ุฅู„َู‰ ู…َุง ู‡َุงุฌَุฑَ ุฅู„َูŠْู‡ِ)) .

ุงู„ู†ูŠุฉُ: ุงู„ู‚ุตุฏُ ูˆุงู„ุนุฒู…ُ ุนู„ู‰ ุงู„ุดูŠุก

Dari ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niat (an-niyyaat)—dalam riwayat lain dengan lafazh niyat—dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.”

(HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907)

*Niat adalah keinginan dan tekad melakukan sesuatu.

===================

 HADITS 2. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ SUCI DARI HADATS ■


ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ: 

"ู„َุง ูŠَู‚ْุจَู„ُ ุงู„ู„ู‡ُ ุตَู„َุงุฉَ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ุฅِุฐَุง ุฃَุญْุฏَุซَ ุญَุชَู‰ ูŠَุชَูˆَุถَّุฃَ"


Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- mengatakan, Rasululullah ๏ทบ bersabda,

“Tidaklah Allah menerima shalat salah seorang di antara kalian apabila berhadats hingga ia berwudhu.”

๐Ÿ“š (Diriwayatkan Imam al-Bukhari, Imam Muslim dan Imam at-Tirmidzi)

Yang perlu diperhatikan hadats ada dua macam:

Hadats kecil dan hadats besar. Hadats itu berbeda dengan najis, karena cara bersuci dari hadats pun berbeda. Hadats kecil dihilangkan dengan cara berwudhu, sedangkan hadats besar dihilangkan dengan cara mandi wajib.

Jikalau tidak ada air, maka hadats kecil dan besar dapat dihilangkan dengan cara ber tayamum.

===================

HADITS 3. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ TUMIT YANG TIDAK TERKENA AIR WUDHU ■

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนَู…ْุฑِูˆ ุจْู†ِ ุงู„ْุนَุงุตِ ูˆَุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ูˆَุนَุงุฆِุดَุฉَุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ู‚َุงู„ُูˆุง: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…-:

ูˆَูŠْู„ٌ ู„ِู„ุฃَุนْู‚َุงุจِ ู…ِู†َ ุงู„ู†َّุงุฑِ.

ุงู„ูˆูŠู„ُ: ุงู„ุนุฐุงุจُ ูˆุงู„ู‡ู„ุงูƒُ، ูˆุฌุงุกَ ููŠ ุจุนุถِ ุงู„ุขุซุงุฑِ ุฃَู†َّู‡ ูˆุงุฏٍ ููŠ ุฌู‡ู†ู….

ุงู„ุฃَุนู‚ุงุจ: ุฌู…ุนُ ุนَู‚ِุจٍ، ูˆู‡ูˆ ู…ُุคَุฎَّุฑُ ุงู„ู‚َุฏَู…ِ. ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏُ ุฃَุตุญุงุจُู‡ุง.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, Abu Hurairah, dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah tumit yang tidak terbasuh air wudhu dengan api neraka.”

(HR. Bukhari, no. 165 dan Muslim, no. 241)

Catatan:

✅ Wajib anggota wudhu seluruhnya terkena air ketika berwudhu.

✅ Bahayanya orang yang tidak memperhatikan anggota wudhunya saat berwudhu. Bahkan dalam hadits ini diberi ancaman neraka.

✅ Kalau kaki dalam keadaan terbuka hendaklah dibasuh. Beda kalau kaki dalam keadaan memakai sepatu atau kaos kaki, maka bisa cukup diusap sebagaimana nanti akan dijelaskan dalam hadits-hadits selanjutnya dari kitab Umdatul Ahkam.

===================

HADITS 4. UMDATUL AHKAM

FIKIH IBADAH (BERSUCI)

YANG DILAKUKAN KETIKA BANGUN TIDUR ■

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ؛ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – ู‚َุงู„َ:

“ุฅِุฐَุง ุชَูˆَุถَّุฃَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูَู„ْูŠَุฌْุนَู„ْ ูِูŠ ุฃَู†ْูِู‡ِ ، ุซُู…َّ ู„ِูŠَู†ْุชَุซِุฑْ. ูˆَู…َู†ِ ุงุณْุชَุฌْู…َุฑَ ูَู„ูŠُูˆْุชِุฑْ. ูˆَุฅِุฐَุง ุงุณْุชَูŠْู‚َุธَ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ู†َูˆْู…ِู‡ِ ูَู„ْูŠَุบْุณِِู„ْ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠُุฏْุฎِู„َู‡ُู…َุง ูِูŠ ุงู„ุฅِู†َุงุกِ ุซَู„ุงَุซًุง؛ ูَุฅِู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ْ ู„ุงَ ูŠَุฏْุฑِูŠ ุฃَูŠْู†َ ุจَุงุชَุชْ ูŠَุฏُู‡ُ”

ูˆَูِูŠ ู„َูْุธٍ ู„ِู…ُุณْู„ِู…ٍ: “ูَู„ْูŠَุณْุชَู†ْุดِู‚ْ ุจِู…َู†ْุฎَุฑَูŠِู‡ ู…ِู†َ ุงู„ู…َุงุกِ”

ูˆَูِูŠ ู„َูْุธٍ: “ู…َู†ْ ุชَูˆَุถَّุฃَ ูَู„ْูŠَุณْุชَู†ْุดِู‚ْ”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaklah ia menghirup air ke dalam hidung lalu ia menghembuskan keluar. Siapa saja yang beristijmar (membersihkan kotoran saat buang hajat dengan menggunakan batu), hendaklah ia menggunakan batu berjumlah ganjil. Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia cuci tangannya sebelum ia celupkan ke dalam bejana, mencucinya sebanyak tiga kali dahulu, karena salah seorang di antara kalian tidak tahu ke mana tangannya bermalam semalam.”

Dalam lafazh Muslim disebutkan, “Hendaklah ia menghirup air dengan kedua lubang hidungnya.”

Dalam lafazh lain disebutkan pula, “Barangsiapa yang berwudhu, hendaknya ia menghirupkan air ke lubang hidungnya.”

(HR. Bukhari No. 162 dan Muslim No. 278)

 ๐Ÿ“Catatan:

Dalam berwudhu diperintahkan untuk menghirup air ke dalam hidung kemudian menghembuskannya.

Hendaklah mencuci tangan tiga kali ketika bangun dari tidur, tidak langsung mencelupkan tangan ke dalam wadah (ember).

Hikmah kenapa mencuci tangan dahulu karena kita tidak mengetahui ke mana tangan kita bermalam semalam.

===================

HADITS 5. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ LARANGAN KENCING DI AIR TERGENANG ■

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ؛ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„ู‡ِ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – ู‚َุงู„َ:

“ู„ุงَ ูŠَุจُูˆู„َู†َّ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ู…َุงุกِ ุงู„ุฏَّุงุฆِู…ِ؛ ุงู„َّุฐِูŠ ู„ุงَ ูŠَุฌْุฑِูŠ، ุซُู…َّ ูŠَุบْุชَุณِู„ُ ูِูŠْู‡ِ.

 ูˆَู„ِู…ُุณْู„ِู…ٍ: “ู„ุงَ ูŠَุบْุชَุณِู„ْ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูِูŠ ุงู„ู…َุงุกِ ุงู„ุฏَّุงุฆِู…ِ ูˆَู‡ُูˆَ ุฌُู†ُุจٌ

 Dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah salah seorang dari kalian kencing di air yang diam yaitu air yang tidak mengalir kemudian ia mandi di dalamnya.”

(HR. Bukhari, no. 239 dan Muslim, no. 282).

Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Jangan salah seorang dari kalian mandi di air yang tergenang dalam keadaan junub.”

๐Ÿ“š(HR. Muslim, no. 283).

๐Ÿ“Catatan:

๐Ÿ’ŽHadits di atas menunjukkan bagaimanakah syariat Islam begitu peduli pada kebersihan dan menjauhi hal-hal yang dapat menimbulkan mudarat.

===================

HADITS 6. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ CARA MEMBERSIHKAN NAJIS ANJING ■

ุนู† ุฃุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนู†ู‡ُ ุฃู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ู„ู„ู‡ِ ุตู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนู„ูŠู‡ِ ูˆุณู„َّู… ู‚ุงู„َ: ((ุฅِุฐَุง ุดَุฑِุจَ ุงู„ْูƒَู„ْุจُ ูِูŠ ุฅِู†َุงุกِ ุฃَุญَุฏِูƒُู…ْ ูَู„ْูŠَุบْุณِู„ْู‡ُ ุณَุจْุนًุง)).

ูˆู„ِู…ุณู„ู…ٍ ((ุฃُูˆู„ุงَู‡ُู†َّ ุจِุงู„ุชُّุฑَุงุจِ)).

“Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Apabila anjing minum dari bejana salah seorang darimu maka hendaklah ia mencucinya tujuh kali. Dalam riwayat Muslim: yang pertama dengan tanah.”

ูˆู„ู‡ُ ููŠ ุญุฏูŠุซِ ุนุจุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุจู†ِ ู…ُุบَูَّู„ٍ، ุฃู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนู„ูŠู‡ِ ูˆุณู„َّู… ู‚ุงู„َ: ((ุฅِุฐَุง ูˆَู„َุบَ ุงู„ْูƒَู„ْุจُ ููŠ ุงู„ุฅِู†َุงุกِ ูَุงุบْุณِู„ُูˆู‡ُ ุณَุจْุนًุง، ูˆَุนَูِّุฑُูˆู‡ُ ุงู„ุซَّุงู…ِู†َุฉَ ุจِุงู„ุชُّุฑَุงุจِ)).

Dan Muslim juga meriwayatkan dari hadits Abdullah bin Mughoffal: “Apabila anjing menjilat air di bejana salah seorang darimu maka cucilah tujuh kali dan kedelapan campur dengan tanah.”

๐Ÿ“ *Catatan:*

Keagungan syariat Islam. Dimana di zaman ini para ilmuwan menemukan mikroba dalam air liur anjing yang tidak dapat dibersihkan oleh air saja. Tapi harus dengan tanah. Ini menunjukkan mukjizat yang agung akan kebenaran syariat Allah dan bahwa Nabi tidak berbicara dari hawa nafsunya.

===================

๐Ÿ“’ HADITS 7. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ TATA CARA BERWUDHU ■

ุนู† ุญُู…ْุฑَุงู†َ ู…َูˆْู„َู‰ ุนُุซْู…َุงู†َ ุจْู†ِ ุนَูَّุงู†َ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ُ ุนู†ู‡ู…ุง : ุฃَู†َّู‡ُ ุฑَุฃَู‰ ุนُุซْู…َุงู†َ ุฏَุนَุง ุจِูˆَุถُูˆุกٍ , ูَุฃَูْุฑَุบَ ุนَู„َู‰ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ู…ِู†ْ ุฅู†َุงุฆِู‡ِ , ูَุบَุณَู„َู‡ُู…َุง ุซَู„ุงุซَ ู…َุฑَّุงุชٍ ، ุซُู…َّ ุฃَุฏْุฎَู„َ ูŠَู…ِูŠู†َู‡ُ ูِูŠ ุงู„ْูˆَุถُูˆุกِ , ุซُู…َّ ุชَู…َุถْู…َุถَ ูˆَุงุณْุชَู†ْุดَู‚َ ูˆَุงุณْุชَู†ْุซَุฑَ ، ุซُู…َّ ุบَุณَู„َ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ุซَู„ุงุซุงً , ูˆَูŠَุฏَูŠْู‡ِ ุฅู„َู‰ ุงู„ْู…ِุฑْูَู‚َูŠْู†ِ ุซَู„ุงุซًุง , ุซُู…َّ ู…َุณَุญَ ุจِุฑَุฃْุณِู‡ِ , ุซُู…َّ ุบَุณَู„َ ูƒِู„ْุชَุง ุฑِุฌْู„َูŠْู‡ِ ุซَู„ุงุซًุง , ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ : ุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠَุชَูˆَุถَّุฃُ ู†َุญْูˆَ ูˆُุถُูˆุฆِูŠ ู‡َุฐَุง ، ูˆَู‚َุงู„َ : ู…َู†ْ ุชَูˆَุถّุฃَ ู†َุญْูˆَ ูˆُุถُูˆุฆِูŠ ู‡َุฐَุง , ุซُู… ุตَู„َّู‰ ุฑَูƒْุนَุชَูŠْู†ِ , ู„ุง ูŠُุญَุฏِّุซُ ูِูŠู‡ِู…َุง ู†َูْุณَู‡ُ ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُ ู…َุง ุชَู‚َุฏَّู…َ ู…ِู†ْ ุฐَู†ْุจู‡

“Dari Humran maula (bekas budak) Utsman bin Affan radliyallahu 'anhu. Bahwasannya Utsman meminta diambilkan air wudhu kemudian dia menuangkan air dari bejana ke atas kedua telapak tangannya lalu membasuh keduanya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangan kanannya ke air wudhu lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air ke hidung) serta ber-istintsar (mengeluarkan air yang dihirup ke hidung). Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian dia membasuh kedua tangannya hingga siku tiga kali. Kemudian dia mengusap kepalanya. Kemudian dia membasuh kedua kakinya hingga mata kaki tiga kali.

Kemudian Utsman berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dulu berwudhu seperti wudhuku tadi.

Kemudian Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua raka’at dalam keadaan tidak terlintas pikiran apapun (dalam urusan keduniaan) di dalam benaknya; niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.”

(HR Bukhari No. 164 dan Muslim No. 226)

๐Ÿ“Catatan:

1. Disunnahkan mencuci dua tangan tiga kali sebelum berwudhu di luar bejana.

2. Disunnahkan menggunakan tangan kanan ketika mengambil air wudhu untuk mencuci anggota wudhu.

3. Air musta’mal adalah suci dan mensucikan. karena Utsman memasukkan tangannya ke dalam bejana untuk mengambil air wudhu.

4. Disyari’atkan berkumur-kumur, istinsyaq dan istintsar. Pendapat yang kuat adalah hukumnya wajib karena adanya perintah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

5. Disunnahkan mencuci anggota wudhu tiga kali kecuali kepala maka cukup sekali atas pendapat yang kuat.

6. Tidak disunnahkan mencuci tangan melebihi siku-siku dan kaki melebihi mata kaki karena ayat hanya menyebutkan hanya sampai itu, demikian juga kebanyakan shahabat yang mengceritakan wudhu Nabi.

8. Wajib tertib ketika mencuci anggota wudhu.

9. Disunnahkan shalat setelah wudlu dengan penuh kekhusyuan.

10. Kewajiban berwudhu mengikuti tata cara wudlu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

11. Pahala yang disebutkan dalam hadits tersebut bagi yang berwudhu dan shalat setelahnya dua rakaat.

===================

 HADITS 8. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ SIFAT WUDHU RASULULLLAH ■

ุนَู†ْ ุนَู…ْุฑِูˆ ุจْู†ِ ูŠَุญْูŠَู‰ ุงู„ู…َุงุฒِู†ِูŠِّ، ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠู‡ِ، ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง، ู‚َุงู„َ ู„ِุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุฒَูŠْุฏٍ، ูˆَู‡ُูˆَ ุฌَุฏُّ ุนَู…ْุฑِูˆ ุจْู†ِ ูŠَุญْูŠَู‰ ุฃَุชَุณْุชَุทِูŠุนُ ุฃَู†ْ ุชُุฑِูŠَู†ِูŠ، ูƒَูŠْูَ ูƒَุงู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูŠَุชَูˆَุถَّุฃُ؟ ูَู‚َุงู„َ ุนَุจْุฏُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ُ ุฒَูŠْุฏٍ: ู†َุนَู…ْ، ูَุฏَุนَุง ุจِู…َุงุกٍ، ูَุฃَูْุฑَุบَ ุนَู„َู‰ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ูَุบَุณَู„َ ู…َุฑَّุชَูŠْู†ِ، ุซُู…َّ ู…َุถْู…َุถَ ูˆَุงุณْุชَู†ْุซَุฑَ ุซَู„ุงَุซًุง، ุซُู…َّ ุบَุณَู„َ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ุซَู„ุงَุซًุง، ุซُู…َّ ุบَุณَู„َ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ ู…َุฑَّุชَูŠْู†ِ ู…َุฑَّุชَูŠْู†ِ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู…ِุฑْูَู‚َูŠْู†ِ، ุซُู…َّ ู…َุณَุญَ ุฑَุฃْุณَู‡ُ ุจِูŠَุฏَูŠْู‡ِ، ูَุฃَู‚ْุจَู„َ ุจِู‡ِู…َุง ูˆَุฃَุฏْุจَุฑَ، ุจَุฏَุฃَ ุจِู…ُู‚َุฏَّู…ِ ุฑَุฃْุณِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ุฐَู‡َุจَ ุจِู‡ِู…َุง ุฅِู„َู‰ ู‚َูَุงู‡ُ، ุซُู…َّ ุฑَุฏَّู‡ُู…َุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ู…َูƒَุงู†ِ ุงู„َّุฐِูŠ ุจَุฏَุฃَ ู…ِู†ْู‡ُ، ุซُู…َّ ุบَุณَู„َ ุฑِุฌْู„َูŠْู‡ِ

Dari Amru bin Yahya al-Maaziini dari bapaknya bahwa seorang berkata kepada Abdullah bin Zaid dan beliau adalah kakek Amru bin Yahya : Apakah Engkau bisa mencontohkan bagaimana dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu? Maka Abdullah bin Zaid berkata: Ya, lalu minta air dan menuangkan ke kedua tangannya lalu mencucinya dua kali, kemudian berkumur-kumur dan menghirup air kehidung tiga kali kemudian mencuci wajah tiga kali kemudian mencuci kedua tangannya dua kali dua kali sampai siku kemudian mengusap kepalanya dengan kedua tangannya lalu memajukan dan memundurkan keduanya. Memulai dengan bagian depan kepalanya hingga membawa keduanya ke tengkuk kemudian mengembalikan keduanya ke tempat mulainya kemudian mencuci kedua kakinya.

๐Ÿ“š(HR Bukhari no 185)

๐Ÿ“Catatan:

๐ŸŒนWanita dan pria sama dalam tata cara ini. Karena pada asalnya dalam hukum syariat semua yang berlaku pada pria juga berlaku pada wanita dan juga sebaliknya kecuali ada dalil yang mengkhususkannya.
Oleh karena itu Imam al-Bukhori menyampaikan secara mu’allaq dari Said bin al-Musayyib pernyataan beliau:

(ุงู„ْู…َุฑْุฃَุฉُ ุจِู…َู†ْุฒِู„َุฉِ ุงู„ุฑَّุฌُู„ِ ุชَู…ْุณَุญُ ุนَู„َู‰ ุฑَุฃْุณِู‡َุง)

Wanita seperti lelaki mengusap kepalanya.

๐Ÿ“œ(lihat Fathulbari 1/290)
.
===================

๐Ÿ“’ HADITS 9. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ MENDAHULUKAN YANG KANAN ■

๏ป‹َ๏ปฆْ ๏ป‹َ๏บŽ๏บ‹ِ๏บธَ๏บ”َ ๏บญ๏บฟ๏ปฒ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ปจ๏ปฌ๏บŽ ๏ป—َ๏บŽ๏ปŸَ๏บ–ْ : 

๏ป›َ๏บŽ๏ปฅَ ๏บญَ๏บณُ๏ปฎ๏ปُ ๏บ๏ปŸ๏ป َّ๏ปชِ - ๏บป๏ป ๏ปฐ ๏บ๏ปŸ๏ป ๏ปช ๏ป‹๏ป ๏ปด๏ปช ๏ปญ๏บณ๏ป ๏ปข - ๏ปณُ๏ปŒْ๏บ ِ๏บ’ُ๏ปชُ ๏บ๏ปŸ๏บ˜َّ๏ปดَ๏ปคُّ๏ปฆُ ๏ป“ِ๏ปฒ ๏บ—َ๏ปจَ๏ปŒُّ๏ป ِ๏ปชِ , ๏ปญَ๏บ—َ๏บฎَ๏บŸُّ๏ป ِ๏ปชِ , ๏ปญَ๏ปƒُ๏ปฌُ๏ปฎ๏บญِ๏ปฉِ , ๏ปญَ๏ป“ِ๏ปฒ ๏บทَ๏บ„ْ๏ปงِ๏ปชِ ๏ป›ُ๏ป ِّ๏ปชِ.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang yang senang memulai sesuatu dengan kanannya, ketika memakai sandal, bersisir, bersuci, dan pada semua perbuatannya.” 

๐Ÿ“š(HR. Bukhari dan Muslim)

๐Ÿ“Catatan:

๐Ÿ’ŽMenggunakan kanan dalam perkara perkara yang baik itu afdlol(lebih utama) secara syariat, akal dan kedokteran.

๐Ÿ’ฌImam An Nawawi rahimahullah berkata, “Kaidah syariat yang tetap adalah disukai memulai yang kanan dalam perkara perkara yang mulia. Adapun kebalikannya maka dengan memakai yang kiri.”

๐Ÿ“œ(Syarah shahih Muslim (3/160)

===================

๐Ÿ“’ HADITS 10. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ CAHAYA BEKAS WUDHU ■

ุนَู†ْ ู†ُุนَูŠْู…ِ ุงู„ْู…ُุฌْู…ِุฑِ ุนَู†ْ ุฃุจูŠِ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ ุนَู†ْู‡ُ ุนَู†ِ ุงู„ู†َّุจูŠِّ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู†َู‡ُ ู‚َุงู„َ: «ุฅู†َّ ุฃู…ุชูŠ ูŠُุฏْุนَูˆู† ูŠูˆู…َ ุงู„ู‚ูŠَุงู…ุฉِ ุบُุฑُّุง ู…ُุญَุฌَّู„ِูŠู†َ ู…ِู†ْ ุขุซุงุฑِ ุงู„ْูˆُุถُูˆุกِ، ูَู…ู† ุงุณุชุทَุงَุนَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฃู† ูŠُุทِูŠู„َ ุบุฑَّุชَู‡ُ ูَู„ْูŠَูْุนَู„ْ».

ูˆููŠ ู„ูุธ ุขุฎุฑ: ุฑَุฃูŠْุชُ ุฃุจَุง ู‡ُุฑูŠุฑุฉَ ูŠุชูˆุถุฃ، ูَุบَุณَู„َ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ูˆَูŠَุฏَูŠู‡ِ ุญَุชู‰ ูƒَุงุฏَ ูŠَุจْู„ُุบُ ุงู„ู…َู†ْูƒِุจَูŠู†ِ، ุซُู…َّ ุบَุณَู„َ ุฑِุฌْู„َูŠْู‡ِ ุญَุชَู‰ ุฑَูَุนَ ุฅู„َู‰ ุงู„ุณَّุงู‚َูŠْู†، ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ: ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠَู‚ُูˆู„ُ: «ุฅู† ุฃู…ุชูŠ ูŠُุฏْุนَูˆْู†َ ูŠَูˆْู… ุงู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุบุฑุง ู…ُุญَุฌู„ِูŠู† ู…ู† ุขุซุงุฑ ุงู„ูˆُุถُูˆุกِ، ูู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุงَุนَ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุฃู†ْ ูŠُุทِูŠู„ ุบุฑุชู‡ ูˆَุชَุญْุฌูŠู„َู‡ُ ูَู„ْูŠَูْุนَู„».

ูˆููŠ ู„ูุธ ู„ู…ุณู„ู…: ุณَู…ِุนْุชُ ุฎู„ูŠู„ูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูŠَู‚ُูˆู„ُ: « ุชุจู„ุบ ุงู„ุญِู„ْูŠَุฉُ ู…ู† ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِ ุญَูŠْุซُ ูŠَุจْู„ُุบُ ุงู„ْูˆُุถُูˆุกُ».

Dari Nu’aim Al Mujmir, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu, barangsiapa di antara kalian bisa memperpanjang cahayanya hendaklah ia lakukan.”

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

Dalam lafazh yang lain: “aku melihat Abu Hurairah berwudhu, lalu membasuh wajahnya dan kedua tangannya hingga hampir mencapai lengan, kemudian membasuh kedua kakinya hingga meninggi sampai pada kedua betisnya, kemudian dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya umatku datang pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu. Maka barang siapa di antara kalian mampu untuk memanjangkan putih pada wajahnya maka hendaklah dia melakukannya’.”

(HR. Muslim)

lafazh Muslim: “Perhiasan seorang mukmin adalah sejauh mana air wudhunya membasuh.”

===================

๐Ÿ“’ HADITS 11. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ ADAB BUANG HAJAT ■

ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ – ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ -: ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูƒَุงู†َ ุฅุฐَุง ุฏَุฎَู„َ ุงู„ْุฎَู„ุงุกَ ู‚َุงู„َ:

 «ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅู†ِّูŠ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ุงู„ْุฎُุจُุซِ ูˆَุงู„ْุฎَุจَุงุฆِุซِ».

“Dari Anas_radhiyallahu anhu, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke dalam tempat buang hajat, maka beliau selalu berdo’a:

ALLAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHABA`ITS (Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan).”

 (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Catatan:

๐Ÿ’กDoa ini dibaca ketika akan masuk WC, bukan setelah masuk WC 

===================

๐Ÿ“’ HADITS 12. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ ADAB MASUK WC ■

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฃَูŠُّูˆุจَ ุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุฑِูŠِّ – ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ – ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – «ุฅุฐَุง ุฃَุชَูŠْุชُู…ْ ุงู„ْุบَุงุฆِุทَ، ูَู„َุง ุชَุณْุชَู‚ْุจِู„ُูˆุง ุงู„ْู‚ِุจْู„َุฉَ ุจِุบَุงุฆِุทٍ ูˆَู„َุง ุจَูˆْู„ٍ، ูˆَู„َุง ุชَุณْุชَุฏْุจِุฑُูˆู‡َุง، ูˆَู„َูƒِู†ْ ุดَุฑِّู‚ُูˆุง ุฃَูˆْ ุบَุฑِّุจُูˆุง».

ู‚َุงู„َ ุฃَุจُูˆ ุฃَูŠُّูˆุจَ: ” ูَู‚َุฏِู…ْู†َุง ุงู„ุดَّุงู…َ، ูَูˆَุฌَุฏْู†َุง ู…َุฑَุงุญِูŠุถَ ู‚َุฏْ ุจُู†ِูŠَุชْ ู†َุญْูˆَ ุงู„ْูƒَุนْุจَุฉِ، ูَู†َู†ْุญَุฑِูُ ุนَู†ْู‡َุง، ูˆَู†َุณْุชَุบْูِุฑُ ุงู„ู„َّู‡َ ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ”.

“Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian mendatangi tempat buang hajat, maka janganlah kalian menghadap kiblat saat buang air besar atau buang air kecil dan jangan pula membelakanginya, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat.”

Abu Ayyub berkata; “Saat kami mendatangi negeri Syam, kami mendapati WC (disana) dibangun menghadap kiblat, lalu kami berpaling darinya dan meminta ampun kepada Allah.”

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

Catatan:

๐ŸŒนDi negeri yang arah kiblatnya ke barat atau ke timur maka buang hajatnya menghadap ke utara atau selatan.

===================

๐Ÿ“’ HADITS 13. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ ADAB BUANG HAJAT ■

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนُู…َุฑَ ุจْู†ِ ุงู„ْุฎَุทَّุงุจِ – ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง – ู‚َุงู„َ: «ุฑَู‚َูŠْุชُ ูŠَูˆْู…ًุง ุนَู„َู‰ ุจَูŠْุชِ ุญَูْุตَุฉَ، ูَุฑَุฃَูŠْุชُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – ูŠَู‚ْุถِูŠ ุญَุงุฌَุชَู‡ُ ู…ُุณْุชَู‚ْุจِู„َ ุงู„ุดَّุงู…َ، ู…ُุณْุชَุฏْุจِุฑَ ุงู„ْู‚ِุจْู„َุฉِ».

“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Suatu hari saya memanjat rumah Hafshah. Maka saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk untuk buang hajat dalam keadaan menghadap Syam dan membelakangi kiblat.”

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

Catatan:

Menurut pendapat yang kuat, buang hajat menghadap atau membelakangi kiblat hukumnya makruh.ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

===================

๐Ÿ“’ HADITS 14. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ BERISTINJA' ■

ุนู†ْ ุฃู†َุณ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ ุนَู†ْู‡ُ، ุฃู†َّู‡ُ ู‚َุงู„َ: 

“ูƒَุงู†َ ุฑَุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูŠَุฏْุฎُู„ُ ุงู„ุฎู„ุงุก ูَุฃุญْู…ِู„ُ ุฃู†َุง ูˆَุบُู„ุงู… ู†َุญูˆِู‰ ุฅุฏَุงูˆَุฉً ู…ِู†ْ ู…ุงุก ูˆَุนَู†َุฒَุฉَ ูَูŠَุณْุชَู†ْุฌِูŠ ุจِุงْู„ู…َุงุก”.

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi buang hajat, maka saya dan seorang pemuda sepertiku membawa satu ember berisi air dan kayu tombak, lalu beliau beristinja’ dengan air.”

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

Catatan:

Wajib bagi seseorang dan juga kaum muslimin secara umum untuk menutup auratnya dan jangan sampai tersingkap ketika buang hajat. Allah Ta’ala berfirman:

{ู‚ُู„ ู„ِّู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠَุบُุถُّูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَุจْุตَุงุฑِู‡ِู…ْ ูˆَูŠَุญْูَุธُูˆุง ูُุฑُูˆุฌَู‡ُู…ْ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَุฒْูƒَู‰ ู„َู‡ُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฎَุจِูŠุฑٌ ุจِู…َุง ูŠَุตْู†َุนُูˆู†َ}

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
[QS. An Nuur: 30]

Dalam hadits Abdullah bin Ja’far, ia berkata;

«ูˆَูƒَุงู†َ ุฃَุญَุจَّ ู…َุง ุงุณْุชَุชَุฑَ ุจِู‡ِ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู„ِุญَุงุฌَุชِู‡ِ، ู‡َุฏَูٌ ุฃَูˆْ ุญَุงุฆِุดُ ู†َุฎْู„ٍ»

“Sesuatu yang paling disukai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dijadikan alat bersembunyi untuk menunaikan hajatnya adalah bangunan WC dan kebun pohon kurma.” 
(HR. Muslim)

Dalam Hadits Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« ุงุญْูَุธْ ุนَูˆْุฑَุชَูƒَ ุฅِู„َّุง ู…ِู†ْ ุฒَูˆْุฌَุชِูƒَ ุฃَูˆْ ู…َุง ู…َู„َูƒَุชْ ูŠَู…ِูŠู†ُูƒ ».

“Jagalah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak yang kamu miliki.” 

(HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan Syaikh Al Albani)

Adapun apabila dia berada di padang pasir atau yang semisalnya, tidak ada WC maupun tempat berlindung untuk buang hajat, maka hendaknya dia menjauh dari pandangan manusia. Sebagaimana yang ditunjukan dalam hadits-hadits berikut ini;

ุนَู†ْ ู…ُุบِูŠุฑَุฉَ ุจْู†ِ ุดُุนْุจَุฉَ، ู‚َุงู„َ: ูƒُู†ْุชُ ู…َุนَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูِูŠ ุณَูَุฑٍ، ูَู‚َุงู„َ: «ูŠَุง ู…ُุบِูŠุฑَุฉُ ุฎُุฐِ ุงู„ุฅِุฏَุงูˆَุฉَ»، ูَุฃَุฎَุฐْุชُู‡َุง، ูَุงู†ْุทَู„َู‚َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุญَุชَّู‰ ุชَูˆَุงุฑَู‰ ุนَู†ِّูŠ، ูَู‚َุถَู‰ ุญَุงุฌَุชَู‡ُ.

“Dari Mughirah bin Syu’bah berkata, “Aku pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, beliau bersabda: “Wahai Mughirah, ambilkan segayung air.” Aku lalu mencarikan air untuk beliau, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi menjauh hingga tidak terlihat olehku untuk buang hajat.

(Muttafqun ‘alaihi)

===================

๐Ÿ“’ HADITS 15. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■ LARANGAN BERISTINJA' DENGAN TANGAN KANAN  ■

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‚َุชَุงุฏَุฉَ ุงู„ْุญَุงุฑِุซِ ุจْู†ِ ุฑِุจْุนِูŠٍّ ุงู„ْุฃَู†ْุตَุงุฑِูŠِّ – ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ -: ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – ู‚َุงู„َ «ู„َุง ูŠُู…ْุณِูƒَู†َّ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุฐَูƒَุฑَู‡ُ ุจِูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุจُูˆู„ُ ูˆَู„َุง ูŠَุชَู…َุณَّุญْ ู…ِู†ْ ุงู„ْุฎَู„َุงุกِ ุจِูŠَู…ِูŠู†ِู‡ِ ูˆَู„َุง ูŠَุชَู†َูَّุณْ ูِูŠ ุงู„ْุฅِู†َุงุกِ»

“Dari Abu Qatadah Al Harits bin Rib’iy Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian memegang kelaminnya dengan tangan kanan pada waktu kencing. Janganlah mengusap dengan tangan kanan saat buang hajat, dan jangan bernafas di dalam bejana.”

(HR. Al Bukhari – Muslim)

Catatan:

Dilarang memegang kemaluan dengan tangan kanan pada waktu kencing dan demikian pula beristinja’ dengan tangan kanan. Dalil yang lain yang menunjukan larangan ini adalah hadits Salman radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang beristinja’ dengan tangan kanan.

(HR. Muslim)

===================

๐Ÿ“’ HADITS 16. UMDATUL AHKAM

๐Ÿ“š FIKIH IBADAH (BERSUCI)

■  DUA HAL YANG MENYEBABKAN SIKSA KUBUR  ■

ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ – ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง – ู‚َุงู„َ «ู…َุฑَّ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ – ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ – ุจِู‚َุจْุฑَูŠْู†ِ، ูَู‚َุงู„َ: ุฅู†َّู‡ُู…َุง ู„َูŠُุนَุฐَّุจَุงู†ِ، ูˆَู…َุง ูŠُุนَุฐَّุจَุงู†ِ ูِูŠ ูƒَุจِูŠุฑٍ ุฃَู…َّุง ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง: ูَูƒَุงู†َ ู„َุง ูŠَุณْุชَุชِุฑُ ู…ِู†ْ ุงู„ْุจَูˆْู„ِ، ูˆَุฃَู…َّุง ุงู„ْุขุฎَุฑُ: ูَูƒَุงู†َ ูŠَู…ْุดِูŠ ุจِุงู„ู†َّู…ِูŠู…َุฉِ ูَุฃَุฎَุฐَ ุฌَุฑِูŠุฏَุฉً ุฑَุทْุจَุฉً، ูَุดَู‚َّู‡َุง ู†ِุตْูَูŠْู†ِ، ูَุบَุฑَุฒَ ูِูŠ ูƒُู„ِّ ู‚َุจْุฑٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉً ูَู‚َุงู„ُูˆุง: ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ، ู„ِู…َ ูَุนَู„ْุชَ ู‡َุฐَุง؟ ู‚َุงู„َ: ู„َุนَู„َّู‡ُ ูŠُุฎَูَّูُ ุนَู†ْู‡ُู…َุง ู…َุง ู„َู…ْ ูŠَูŠْุจَุณَุง».

“Dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena sesuatu yang besar. Yang satu disiksa karena tidak berlindung di saat kencing, sementara yang satunya suka mengadu domba.” Kemudian beliau mengambil sebatang dahan kurma yang masih basah, beliau lalu membelahnya menjadi dua bagian kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan tersebut. Para sahabat pun bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau melakukan ini?” beliau menjawab: “Semoga siksa keduanya diringankan selama dahan pohon ini masih basah.” 

(HR. Al-Bukhari & Muslim)

๐Ÿ“Catatan:

Dengan hadits ini, jumhur ulama berdalil bahwa hukum istinja’ atau istijmar adalah wajib. Barangsiapa tidak beristinja’ setelah buang hajat maka dia berdosa, dan terancam dengan siksa kubur.

Lafazh (ู„َุง ูŠَุณْุชَุชِุฑُ) dalam hadits memiliki dua makna:

Di saat kencing, dia tidak menghindarkan dirinya dari percikan air kencingnya, yang mana dia adalah najis.

Di saat kencing, dia tidak menjaga auratnya, yaitu dibiarkan tersingkap.

Insyaallah bersambung

Sumber : https://t.me/salafysala3



KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,200,Akhirat,20,Akhwat,106,Anak Muda dan Salaf,50,Anti Teroris,2,Aqidah,273,Arab Saudi,16,Asma wa Shifat,2,Audio,46,Audio Singkat,8,Bantahan,105,Bid'ah,55,Biografi,68,Cerita,46,Cinta,9,Dakwah,25,Doa Dzikir,52,Ebook,13,Fadhilah,59,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,310,Ghaib,15,Hadits,158,Haji-Umroh,11,Hari Jumat,31,Hari Raya,3,Ibadah,43,Info,78,Inspiratif,36,IT,11,Janaiz,4,Kata Mutiara,130,Keluarga,199,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,231,Kitab,3,Kontemporer,140,Manhaj,163,Muamalah,44,Nabi,14,Nasehat,552,Poster,7,Puasa,53,Qurban,18,Ramadhan,48,Rekaman,2,Remaja,139,Renungan,70,Ringkasan,96,Sahabat,52,Sehat,27,Sejarah,39,Serial,3,Shalat,143,Syiah,27,Syirik,12,Tafsir,40,Tanya Jawab,562,Tauhid,48,Tazkiyatun Nafs,103,Teman,18,Thaharah,21,Thalabul Ilmi,115,Tweet Ulama,6,Ulama,59,Ustadz Menjawab,9,Video,13,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Terjemah Umdatul Ahkam Kitab At Thaharah (Bersuci)
Terjemah Umdatul Ahkam Kitab At Thaharah (Bersuci)
Terjemah Hadits Kitabut Thaharah Bersuci dari Kitab Umdatul Ahkam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKUACLnj-RZwvc4HmHq28nanbRnS9cZkqTrmXeKg2nyRsvNHJ_cBgO19T8tosxa8Djm2WVDXmmksy4C7gp7VZNtmrbTfttiKaApLm-HWY5lBH08kPPNOHAopEN51Rhr5nZQYvDovQNNnbCbtGGm7C9qUxKJxau926jSsrTk_86XIfQPtaxRM9LlQI1tA/s320/umdatul%20ahkam%20thaharah.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKUACLnj-RZwvc4HmHq28nanbRnS9cZkqTrmXeKg2nyRsvNHJ_cBgO19T8tosxa8Djm2WVDXmmksy4C7gp7VZNtmrbTfttiKaApLm-HWY5lBH08kPPNOHAopEN51Rhr5nZQYvDovQNNnbCbtGGm7C9qUxKJxau926jSsrTk_86XIfQPtaxRM9LlQI1tA/s72-c/umdatul%20ahkam%20thaharah.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2022/11/terjemah-umdatul-ahkam-kitab-at-thaharah.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2022/11/terjemah-umdatul-ahkam-kitab-at-thaharah.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy