Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 003

SHARE:

Tak Kan Lari Rejeki Dicari, Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 003 Ustadz Abu Nasim Mukhtar

Catatan Anak Muda dan Salaf 003

Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 003


#007 : Membaca

Ibnul Jauzi semasa thalabul ilmi membaca 20 ribu jilid kitab.

Syaikhul Islam tetap membaca kitab meskipun dokter yang merawatnya melarang. Justru beliau memandang bahwa membaca adalah bentuk terapi penyembuhan.

 Bagi Al Hafidz Abu Thahir, kitab lebih berharga daripada emas dengan berat yang sama.

 Tahukah Anda perintah pertama untuk Nabi Muhammad? Bacalah! Itulah perintah pertama. Bacalah!

Andaikan,di tiap ruang tamu kita ada rak sederhana berisi buku dan majalah yang menjelaskan syariat Islam dengan benar.Sehingga tamu yang berkunjung bisa membacanya.

Andaikan di ruang tunggu praktek dokter dibuatkan rak buku dan majalah. Andaikan di ruang tunggu bengkel motor,bengkel mobil,apotek,warung,toko dan dimana tempat yang memungkinkan.

Andaikan dibuat rak mungil berisi kitab dan majalah Asy Syariah serta sumber bacaan Salafiyah lainnya. 

Tentu,itu luar biasa! Demikianlah berdakwah. Memanfaatkan ruang dan peluang sekecil apapun itu.

================================

#008 : Tak Kan Lari Rejeki Dicari

Cerita ini dinukil oleh Al Hafidz Ibnu Katsir (Al Bidayah 12/368 ).

Cerita tentang ulama Nahwu tersohor di zamannya. Sudah hampir seribu tahun lalu beliau wafat. Tahun 454 H.

Nama lengkapnya adalah Thahir bin Ahmad bin Ba Basyadz. Hanya saja beliau lebih populer dengan sebutan  Abul Hasan Al Misri An Nahwi.

Dalam pandangan Nahwu, beliau sejalan dengan kelompok Basriyin. Ada banyak karya tulis yang diwariskan, termasuk Al Muhtasab dan Syarhul Jumal liz Zujjaji.

Sebelum menekuni ilmu Nahwu, Abul Hasan berprofesi sebagai seorang editor surat-surat administrasi. Itulah pekerjaannya. Dan dari situlah beliau memiliki penghasilan tetap dan gaji bulanan.

Hingga suatu saat, ketika sedang makan bersama dengan teman-teman karibnya, datang seekor kucing yang terlihat berharap diberi makanan. 

Mereka melemparkan sepotong makanan yang langsung diambil dan dibawa pergi dengan cepatnya oleh kucing tersebut. Tidak berapa lama, kucing itu datang kembali. Diberi makanan lagi dan kucing itu lagi-lagi berlari pergi.

Hal tersebut berulang terjadi. Mereka mengambil kesimpulan, ”Dengan ukuran kucing itu, tidaklah mungkin makanan yang telah kita berikan ia makan sendiri”

Didorong oleh rasa penasaran, mereka mengikuti kucing itu kemana pergi.

Rupanya, di atas atap sebuah rumah ada seekor kucing buta. Kucing yang mereka beri makanan nyatanya berbagi dengan si kucing buta. Semuanya dibuat takjub.

Abul Hasan yang ikut menyaksikan segera tersadar, ”Subhaanallah! Hewan buta semacam ini,rizkinya pun dialirkan Allah untuknya melalui kucing lain”

Setelah itu Abul Hasan mengatakan, ”Bukankah Allah pun pasti memberikan rizki-Nya untukku yang menjadi hamba-Nya???”

Sejak saat itu, Abul Hasan meninggalkan profesinya yang lama.

Beliau memutuskan untuk menghabiskan sisa umurnya untuk berkhidmat bagi agama. Bidang Nahwu menjadi pilihan beliau.

Menempati sebuah ruangan sederhana di Masjid Raya Amr bin Ash di Mesir, Abul Hasan menyibukkan diri untuk thalabul ilmi.

Sebelum wafat, beliau telah menyelesaikan kumpulan catatan Nahwu sebanyak 15 jilid. 

Subhaanallah! Apakah belum cukup cerita ini untuk menggugah semangatmu, Mas?

Yakinlah bahwa rejeki itu telah diatur serapi-rapinya. Menjadi suatu hal yang menyedihkan jika kita meragukan jalannya rejeki dari mana, sementara seekor kucing buta pun tetap menerima rejekinya.

Seseorang datang menemui Rabi' bin Abdurrahman. Orang itu memohon supaya Rabi' bersedia menjadi perantara kepada pejabat setempat agar mau membantunya menyelesaikan sebuah keperluan.

Apa yang terjadi? Rabi' menangis. Ia mengatakan, ”Saudaraku, memohonlah kepada Allah! 

Mohonlah kepada-Nya supaya membantumu. Engkau pasti menemukan bahwa Allah adalah dzat yang maha cepat dan maha dekat”

Oh, ini rupanya yang menjadi problem kita selama ini. Kita memang merasa miskin dan kita juga selalu merasa kurang. Padahal yang telah Allah berikan sangatlah banyak. Apa yang kita miliki cukup berlimpah. Apa buktinya?

Saat menjalani ibadah puasa. Bukankah nafsu dan kerakusan membuat seseorang ingin berbuka dengan aneka macam makanan dan berbagai ragam minuman? Sementara segelas dua gelas air minum bahkan seteguk dua teguk telah membuatnya cukup nyaman. Sebanyak menu yang telah disiapkan,pada akhirnya banyak tersisa juga.

Sebab, seserakahnya manusia dan setamak-tamaknya dia, toh kapasitasnya terbatas. Bahkan jika dipaksakan melebihi kapasitas, ujung-ujungnya dimuntahkan juga.

Sadarlah!!! 

Dengan demikian, tidak usah khawatir tentang rejeki! Terutama rejeki anak-anakmu di masa depan.Allah telah mengaturnya dengan sempurna. Jangan bersedih hati apalagi galau jika merasa rejekimu sempit dan sedikit. Mintalah kepada Allah dzat yang maha kaya. 

Kata Abu Hazim, seorang ulama Salaf, ”Kenapa saya mesti takut miskin? Padahal sesembahanku memiliki seisi langit dan bumi serta semua yang ada di bawah bumi”

Benar memang, kan?

Mintalah kepada Allah! Mohonlah kepada-Nya! Jangan-jangan kita yang jarang bahkan tidak pernah memohon kepada Allah??? 

Usaha tetap harus dilakukan. Ikhtiar tidak boleh ditinggalkan.

Engkau masih memiliki dua kaki yang digunakan berjalan dan berlari. Engkau mempunyai sepasang tangan untuk memegang, mengangkat, mendorong atau memindahkan. Allah berikan untukmu kemampuan akal untuk berpikir dan mengambil keputusan.

Gunakan itu semua untuk usaha!  

Mestinya, engkau tidak lagi pesimis. Apalagi sampai bertanya dengan ragu, ”Darimana saya akan memperoleh rejeki?” 

Memalukan! 

Mak-hul Asy Syaami mengingatkan kita tentang janin yang berada dalam kandungan. Allah alirkan rejeki untuknya melalui sang ibu. Setelah lahir dan tali pusar dipotong, ia disusui ibunya. Setelah itu ia disuap dan setelahnya ia belajar makan dengan tangan sendiri. 

Kata Mak-hul, ”Celaka kamu! Kamu saat janin dalam kandungan dan saat bayi di pangkuan ibumu, Allah berikan rejekimu. Lalu sekarang setelah dewasa dan kuat, kamu mengatakan,”Ah mati saja karena tidak ada rejeki” 

Allahul musta'an! 

Semoga tersadarkan. Mudah-mudahan tercerahkan! 

“Dahulu aku hanyalah janin dalam kandungan ibuku. Rejeki mengalir. Sampai aku masih disuap pun demikian. Lalu setelah dewasa dan telah mengenal Allah,aku berprasangka burukkepada-Nya. Adakah hamba yang lebih jahat daripada aku??”,demikian kata Abu Abdirrahman Al Amri. 

Mas, bulan ini adalah bulan Ramadhan. Bulan doa. Untukmu, Mas yang memikirkan penghasilan. Untukmu, Mas yang bingung melunasi hutang. Untukmu, Mas yang ingin mendapatkan uang. Setelah berusaha maksimal, berdoalah kepada Allah. Sebut nama-nama-Nya yang indah. Panggil dengan mengucapkan sifat-sifat-Nya yang tinggi. Berbaiklah prasangka kepada-Nya. Mas bukan lagi janin atau bayi.

Baarakallahu fiikum

Malam 11 Ramadhan 1440 H

================================

#009 : Al Baghawi

Nama lengkap beliau adalah Abu Muhammad Al Husain bin Mas'ud Al Farra'.

Al Baghawi merujuk tempat kelahiran beliau di kota Baghaa yang mengikut propinsi Khurasaan.

Beliau dikenal dengan gelar Muhyis Sunnah (Pejuang Menghidupkan Sunnah). Dikarenakan perjuangan dan pengorbanannya untuk menghidup-hidupkan Sunnah Nabi. Tanpa lelah. Tiada henti.

Al Baghawi adalah ahli tafsir, ahli fikih dan ahli hadits bermadzhab Syafi'i. Para ulama Syafi'iyyah sangat menghormati dan memuliakan beliau.

Siapa yang tak kenal Tafsir al Baghawi yang disebut juga Ma'alim Tanziil? Siapa yang tak tahu Syarhus Sunnah? Siapa yang tak mendengar Al Jam'u bainas Shahihain?

Itu beberapa dari deretan karya besar beliau dan masih banyak lagi warisan karya yang belum kita telaah.

Adz Dzahabi dalam Siyar A'lam memuji beliau sebagai sosok yang zuhud dan sederhana.

Semula beliau, jika makan roti tanpa menggunakan tambahan apapun. Setelah diberi masukan, selanjutnya beliau makan roti dengan minyak zaitun sebagai lauknya.

Sederhana dan qanaah!.Berbeda dengan kita yang sering banyak menuntut. Ingin ini, ingin itu. Mau ini, mau itu. Pilih-pilih makanan tanpa keperluan.

Ayah al Baghawi -yang menurun pada beliau -berprofesi di bidang jual beli bulu untuk bahan pakaian. Profesi itu disebut al Farra' dalam bahasa Arab. Oleh sebab itu, al Baghawi pun dikenal dengan al Farra'.

Al Baghawi mengajarkan kepada kita bahwa hidup itu mesti mandiri. Tidak bergantung pada orang lain. Ada banyak pintu usaha.Ada berbagai pilihan pekerjaan.Asal halal.Selagi baik.Kenapa harus malu?

Setiap kali mengajar, al Baghawi selalu bersuci.

Inilah al Baghawi.Ulama Salaf yang mengajarkan kita untuk selalu berusaha suci.

Suci dalam lahir dan batin.Suci luar maupun dalam.Suci dalam berpikir,berkata serta bertindak.

Sungguh,Allah mencintai orang-orang yang berusaha mensucikan diri.

Al Baghawi wafat tahun 516 H pada usia 70 tahun lebih.

07/10/20

================================

#010 : Menghormati Guru

Adz Dzahabi mengingatkan penting dan seharusnya kita menaruh hormat kepada seorang guru.

Tanpa melihat seberapa lama kita belajar. Pun seberapa banyak kita merasa memperoleh ilmu darinya.

Meskipun sesaat. Walau satu dua patah kalimat. Guru tetaplah guru. Apalagi guru yang mengajarkan dan mengarahkan, bagaimana semestinya menjalani kehidupan di dunia ini. Dan bagaimana meraih kenikmatan hakiki di akhirat nanti.

Sebuah kitab ditulis dan disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah dari alif sampai ya'. Daftar Guru yang Adz Dzahabi pernah belajar kepada mereka.

Kitab itu diberi judul Mu'jamus Syu-yukhul Kabiir. Berisi 3.000-an biografi guru-guru beliau.

Selain itu,kitab tersebut mewariskan banyak motivasi dan semangat thalabul ilmi. Semangat ngaji. Tidak kenal habis. Tanpa istilah finish.

Di antara guru yang disebutkan Adz Dzahabi (2/216) adalah :

Muhammad bin Abdurrahim bin Muhammad.

Al Allamah Al Ushuli, As Syaikh Shafiyyuddin Al Hindi As Syafi'i. Lahir 644 H.

Beliau berangkat thalabul ilmi sampai di wilayah Romawi. Sampai ke Mekkah beliau berhaji.

Sangat menjaga ibadah terutama shalat. Akidahnya baik.

Wafat di bulan Shafar tahun 715 H dengan usia 70 tahun beberapa bulan.

Sampai menjelang wafat, beliau masih semangat mengajarkan hadits-hadits Nabi.

Adz Dzahabi,"Saya membaca dua hadits di hadapan beliau yang saat itu napasnya sudah kembang kempis. Setelah selesai, beliau meninggal dunia saat itu juga".

Semoga Allah mengampuni beliau dan kita semua.

Demikianlah semangat! Itulah istiqomah. Sebuah karomah besar ketika tetap semangat cinta hadits Nabi walau di detik-detik terakhir hidup.

Bagaimana dengan kita?

Ya Allah karuniakanlah khusnul khatimah untuk kami.

Ya Allah lindungi kami dari akhir kehidupan yang jelek.

08/10/20

================================

#011 : Syarah Sunan An Nasai

Kitab Sunan Nasa'i termasuk 6 kitab induk hadits Nabi. Dibandingkan Shahih Bukhari atau Shahih Muslim, kitab Sunan Nasa'i masih sedikit yang secara khusus menjabarkannya.

Di zaman ini, as Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam al Atyuubi telah menulis Syarah nya. Beliau beri judul "Dzakhiratul Uqba fii Syarhil Mujtabaa".

Kitab ini terdiri dari 45 jilid .Masing-masing jilid berkisar antara 600-700 halaman.

Menurut as Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i ,Syarah berjudul "Dzakhiratul Uqbaa fii Syarhil Mujtabaa" karya as Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam, sama metodenya dengan al Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari.

Syaikh Muqbil melanjutkan,"Hati ini terasa tenang dengan tarjih dan pilihan pendapat as Syaikh Muhammad karena sesuai dengan dalil.

Saya nasehatkan para penuntut ilmu untuk serius mempelajari kitab beliau yang luar biasa ini.

Tidak semua ahli hadits zaman ini yang memiliki kemampuan untuk menyusun syarah semacam ini.

Sebelumnya, ketika saya membaca kitab Sunan Nasa'i, saya menemukan banyak sisi-sisi sanad yang rumit, perbedaan para perawi di sejumlah hadits.

Imam Nasa'i menyebutkan itu semua dengan panjang lebar.

Saya berpikir, "Kitab Nasa'i ini perlu penjelasan (Syarah),namun siapa yang mampu mendetailkan riwayat-riwayat yang berbeda ini?"

Saya memohon kepada Allah supaya  memberi balasan kebaikan untuk Imam Nasa'i dan as Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam.
Walhamdulillah rabbil 'alamin.

(As Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i, Kamis 02 Shafar 1422 H)

Dalam kesempatan lain, as Syaikh Muqbil memuji kitab Dzakhiratul Uqba sebagai Syarah Sunan Nasa'i,"....(as Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam) membahas makna-makna secara bahasa, sanad hadits dan fikihnya secara dalam dan teliti. Beliau mentarjih pendapat yang dipandang kuat"

As Syaikh Muqbil melanjutkan,"Kenyataan tidak bisa disamakan hanya dengan cerita saja. Saya pribadi telah duduk di majlis as Syaikh Muhammad bin Ali bin Adam al Atyuubi -hafidzahullah-.Saya menilai beliau sebagai lautan berbagai disiplin ilmu, apalagi ilmu bahasa dan ilmu hadits"

Hari ini beliau telah wafat.
Semoga Allah merahmati beliau.

20 Shafar 1442 H

================================

Anak Muda dan Salaf

Ditulis oleh : Al Ustadz Abu Nasim Mukhtar bin Rifai La Firlaz
https://t.me/anakmudadansalaf

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,164,Akhirat,17,Akhwat,103,Anti Teroris,1,Aqidah,266,Arab Saudi,15,Asma wa Shifat,2,Audio,45,Bantahan,110,Bid'ah,54,Biografi,62,Cerita,41,Cinta,8,Dakwah,25,Doa Dzikir,42,Ebook,9,Fadhilah,63,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,297,Ghaib,15,Hadits,145,Haji-Umroh,10,Hari Jumat,34,Hari Raya,3,Ibadah,50,Info,85,Inspiratif,36,IT,11,Janaiz,6,Kata Mutiara,134,Keluarga,167,Khawarij,22,Khutbah,4,Kisah,189,Kitab,1,Kontemporer,137,Manhaj,162,Muamalah,40,Nabi,10,Nasehat,468,Poster,7,Puasa,52,Qurban,20,Ramadhan,45,Rekaman,2,Remaja,120,Renungan,33,Ringkasan,97,Sahabat,46,Sehat,26,Sejarah,30,Serial,3,Shalat,135,Syiah,28,Syirik,8,Tafsir,35,Tanya Jawab,532,Tauhid,36,Tazkiyatun Nafs,91,Teman,15,Thaharah,18,Thalabul Ilmi,103,Tweet Ulama,6,Ulama,48,Ustadz Menjawab,11,Video,12,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 003
Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 003
Tak Kan Lari Rejeki Dicari, Catatan Anak Muda dan Salaf Edisi 003 Ustadz Abu Nasim Mukhtar
https://1.bp.blogspot.com/-m-yiyNAj3d8/X77d91y5UvI/AAAAAAAAQUU/RDf1NQiIbyM7QtfozeScYBoXc3hPpZzAgCLcBGAsYHQ/w400-h266/anak%2Bmuda%2Bdan%2Bsalaf%2B003.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-m-yiyNAj3d8/X77d91y5UvI/AAAAAAAAQUU/RDf1NQiIbyM7QtfozeScYBoXc3hPpZzAgCLcBGAsYHQ/s72-w400-c-h266/anak%2Bmuda%2Bdan%2Bsalaf%2B003.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2020/11/catatan-anak-muda-dan-salaf-edisi-003.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2020/11/catatan-anak-muda-dan-salaf-edisi-003.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy