Hanya Singgah

SHARE:

Renungan tentang dunia bahwa kita hanya singgah, tidak menetap.

 (142)

Hanya Singgah

Ada kejadian menarik sesaat sebelum kapal meninggalkan Pelabuhan Namlea.

Pintu kapal telah ditutup. Tangga sudah dinaikkan. Sebagian penumpang melambaikan tangan. 

Ternyata, masih ada satu penumpang berlarian di darat. Berlari menuju kapal. Alhamdulillah kapten kapal masih memberi toleransi. Tangga darurat diturunkan, lalu bapak itu pun naik.

Hampir saja ketinggalan!

Kejadian kemarin sore itu mengingatkan analog dari Ibnul Qayyim.

Beliau memperumpamakan dunia dengan sebuah pulau. Perjalanan menuju akhirat ibaratnya kapal. Sementara kita yang hidup di dunia adalah penumpangnya.

Pulau itu asing. Hanya untuk singgah sementara. Terlihat indah. Nampak menyenangkan.

Banyak hal menarik di pulau yang ingin dibawa naik ke kapal. Semakin jauh ke daratan, semakin membuat penasaran.

Tak jauh dari pantai, disuguhkan pemandangan indah. Bunga, batu aneh, suara burung, benda-benda unik, dan banyak lagi yang bisa membuat hati berat meninggalkan pulau.

Bertambah jauh ke dalam, tidak tahu apa yang ada. Asing dan liar, tentulah ada bahaya yang menanti. Binatang buas, hewan berbisa, pohon berduri, lubang, salah jalan, dan tersesat arah, pasti beresiko.

Padahal, waktu singgah hanya sebentar! Kapal harus melanjutkan perjalanan.

Kapten kapal sudah mengumumkan dan menegaskan, " Siapa yang ingin turun, silahkan. Siapa yang tetap bertahan di atas kapal, silahkan. Bagi yang turun ke darat, harap diingat bahwa waktunya terbatas. Sebab, kapal harus melanjutkan perjalanan"

Penumpang kapal adalah gambaran manusia!

Ada yang sadar, buat apa ia turun? Toh, pulau itu bukan tujuannya. Ia yakin bahwa tempat yang ia tuju jauh lebih indah, lebih nyaman, dan berkali lipat akan menyenangkan. Ia menuju kampung halamannya!

Ia memilih bertahan. Cukup menikmati keindahan pulau itu dari atas kapal. 

Ada juga penumpang yang memutuskan turun.

Dari yang turun, ada yang hanya di dekat-dekat kapal. Tak mau menjauh. Takut ketinggalan.

Dari yang turun, ada yang penasaran hingga berjalan lebih jauh. Namun dengan perhitungan, masih bisa mengejar naik jika sangkakala kerang dibunyikan.

Dari yang turun, ada yang termakan ambisi. Ia ingin lebih jauh melangkah. Hingga terperangkap tak tahu arah. Terbelenggu oleh ketakutan. Orang ini pasti ketinggalan.

Ada juga yang lupa diri. Hingga ia memutuskan tinggal saja di pulau itu.

Ada yang sekadar turun lalu naik tanpa membawa apa-apa. Sebab, di atas kapal sudah tersedia apa yang diperlukan.

Ada yang turun lalu naik kembali sambil membawa banyak barang. Padahal, barang-barang itu hanya memberatkan saja. Apalagi jenis yang cepat busuk. Pasti merepotkan dirinya sendiri di atas kapal nanti.

Kapal pun berangkat! Tanda dalam ujud suara sangkakala dibunyikan. Kapal itu bergerak meninggalkan pulau.

Ada yang leha-leha tanpa lelah karena tidak turun. Ada yang merasakan capek karena sempat turun. Ada yang benar-benar capek karena banyak barang yang ia bawa naik. Ada yang hampir ketinggalan.

Ada juga yang benar-benar ketinggalan walau sudah berlari mengejar. Menyesal kenapa turun?

Ada yang terperangkap di dalam pulau. Terlalu jauh ia pergi hingga tak sadar jika telah ditinggalkan.

Padahal, tidak ada kehidupan di pulau itu!

Begitulah dunia! 

Ada yang merasa cukup dengan apa yang ada. Ada juga yang melangkah untuk mendapatkan secukupnya. Mereka sadar bahwa dunia hanyalah tempat singgah.

Ada pula yang berambisi memiliki semuanya. Tak pernah habis rakusnya. Tak pernah puas tamaknya.

Dari analog di atas, Ibnul Qayyim (Uddatus Shabirin hal.316) menyimpulkan :

" Demikianlah perumpamaan para ambisius dunia. Mereka yang sibuk untuk melahap kepuasan-kepuasan yang bersifat sementara. Mereka yang lupa diri tentang tempat kembalinya kelak di akhirat dan apa akhir ceritanya nanti"

Ibnul Qayyim melanjutkan, " Betapa buruk orang yang berakal jika ia tertipu dengan batu dan tanaman yang pasti layu. Ia tersibukkan. Membuatnya terhalang dari keselamatan. Lalu ia tidak selamat"

Karena sibuk dunia, jangan sampai ketinggalan kapal, Saudaraku!

KM Tidar, 15 September 2022

t.me/anakmudadansalaf

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,200,Akhirat,20,Akhwat,106,Anak Muda dan Salaf,50,Anti Teroris,2,Aqidah,273,Arab Saudi,16,Asma wa Shifat,2,Audio,46,Audio Singkat,8,Bantahan,105,Bid'ah,55,Biografi,68,Cerita,46,Cinta,9,Dakwah,25,Doa Dzikir,52,Ebook,13,Fadhilah,59,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,310,Ghaib,15,Hadits,158,Haji-Umroh,11,Hari Jumat,31,Hari Raya,3,Ibadah,43,Info,78,Inspiratif,36,IT,11,Janaiz,4,Kata Mutiara,130,Keluarga,199,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,231,Kitab,3,Kontemporer,140,Manhaj,163,Muamalah,44,Nabi,14,Nasehat,552,Poster,7,Puasa,53,Qurban,18,Ramadhan,48,Rekaman,2,Remaja,139,Renungan,70,Ringkasan,96,Sahabat,52,Sehat,27,Sejarah,39,Serial,3,Shalat,143,Syiah,27,Syirik,12,Tafsir,40,Tanya Jawab,562,Tauhid,48,Tazkiyatun Nafs,103,Teman,18,Thaharah,21,Thalabul Ilmi,115,Tweet Ulama,6,Ulama,59,Ustadz Menjawab,9,Video,13,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Hanya Singgah
Hanya Singgah
Renungan tentang dunia bahwa kita hanya singgah, tidak menetap.
https://1.bp.blogspot.com/-gQ0J4qRcqv0/Y0GiGnFAhRI/AAAAAAAASIY/xelaVMQbNwg1m0m-9zcZhHIQ_ZifUh72QCNcBGAsYHQ/s320/dunia%2Bhanya%2Bsinggah.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-gQ0J4qRcqv0/Y0GiGnFAhRI/AAAAAAAASIY/xelaVMQbNwg1m0m-9zcZhHIQ_ZifUh72QCNcBGAsYHQ/s72-c/dunia%2Bhanya%2Bsinggah.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2022/10/hanya-singgah.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2022/10/hanya-singgah.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy