Titik Autokritik

SHARE:

Autokritik artinya kritik terhadap diri sendiri. Salaf mengajari kita agar introspeksi diri.

(146)

Titik Autokritik

Selalu bersiap dan bersenanghati untuk autokritik.

Itulah satu langkah positif yang seyogyanya ditempuh jika dihadapkan pada kenyataan adanya pihak-pihak yang tidak suka atau kurang senang.

Hidup di dunia tidak mungkin lepas dari konflik. Mustahil bebas dari polemik. Untuk itu, autokritik sangat penting.

Autokritik artinya kritik terhadap diri sendiri. Fokus untuk menemukan kekurangan yang ada pada diri sendiri, lalu berusaha untuk memperbaikinya.

Lebih-lebih bila hidup di tengah masyarakat heterogen. Macam-macam dan warna-warna beragam. Satu kepala satu pendapat. Masing-masing sering berbenturan.

Memang, ada gejolak hati untuk menyerang balik jika dikritik. Ada dorongan ingin membalas bila dijelek-jelekkan. Maunya membela diri saat dihina-hina.

Namun, cobalah berpikir lebih jauh. Panjang ke depan. Ada 2 pilihan; menahan diri dan sabar sehingga tidak berlanjut, atau membalas dan terpancing akhirnya masalah bertambah luas dan lebar.

Autokritik sajalah! Bisa jadi, kita lah yang salah. Mungkin itu hukuman atau teguran dari Allah Ta'ala karena dosa-dosa.

Abdullah bin Mas'ud mengatakan, " Andai kalian tahu aib-aibku, tidak akan ada 2 orang dari kalian yang mau mengikutiku" (Syuabul Iman 1/504)

Muhammad bin Wasi' berkata, " Andai dosa-dosa mengeluarkan aroma, pasti kalian tidak akan tahan berada di dekatku karena busuknya aroma dosaku" (Shifatus Shofwah 3/268)

Begitulah kaum Salaf!

Selalu autokritik. Berusaha menilai buruk terhadap diri sendiri. Tidak merasa sempurna. Tidak menganggap tanpa cela. Tidak menilai dirinya sebagai yang terbaik.

Abu Yazid Al Busthami menyatakan, " Sepanjang seorang hamba menilai masih ada orang yang lebih buruk dari dirinya, maka ia memiliki sifat sombong " (Hilyatul Auliya 10/36)

Al Hasan Al Bashri ketika ditanya definisi tawadhu', beliau menjelaskan, " Saat engkau keluar rumah, setiap kali bertemu seorang muslim, engkau tidak merasa punya kelebihan dibandingkan orang itu" (Syuabul Iman 10/511)

Abu Hazim berkata, "Barangsiapa menilai dirinya lebih baik dari orang lain, maka ia orang yang sombong. Sebab, Iblis mengatakan, "Saya lebih baik darinya". Itulah kesombongan!" (Al Mudaaroh hal.115)

Maka, daripada dibuat pusing oleh  orang menggunjing yang tak ada ujungnya. Dibikin sakit kepala karena omongan-omongan tetangga. Disibukkan komentar-komentar yang tersebar. Lebih bagus autokritik saja lah.

Buat apa habiskan waktu membantah sana membantah sini.  Klarifikasi untuk meluruskan ini dan meluruskan itu. Apalagi sampai membenturkan pihak pendukung dengan pihak pengkritik. Janganlah!

Nabi Muhammad pun merasa sesak dada karena ucapan kaum penentang. Namun, lihatlah cara beliau menghadapinya! Sesuai perintah Allah.

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan (Al Hijr 97)

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّجِدِينَ

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat) (Al Hjir 98)

وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ

Dan teruslah beribadah kepada Rabb mu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) (Al Hijr 99)

Lendah, 13 Oktober 2022

t.me/anakmudadansalaf



KOMENTAR

BLOGGER
Nama

Adab-Akhlak,200,Akhirat,20,Akhwat,106,Anak Muda dan Salaf,50,Anti Teroris,2,Aqidah,273,Arab Saudi,16,Asma wa Shifat,2,Audio,46,Audio Singkat,8,Bantahan,105,Bid'ah,55,Biografi,68,Cerita,46,Cinta,9,Dakwah,25,Doa Dzikir,52,Ebook,13,Fadhilah,59,Faedah Ringkas,17,Fatwa Ringkas,4,Fiqih,310,Ghaib,15,Hadits,158,Haji-Umroh,11,Hari Jumat,31,Hari Raya,3,Ibadah,43,Info,78,Inspiratif,36,IT,11,Janaiz,4,Kata Mutiara,130,Keluarga,199,Khawarij,22,Khutbah,3,Kisah,231,Kitab,3,Kontemporer,140,Manhaj,163,Muamalah,44,Nabi,14,Nasehat,552,Poster,7,Puasa,53,Qurban,18,Ramadhan,48,Rekaman,2,Remaja,139,Renungan,70,Ringkasan,96,Sahabat,52,Sehat,27,Sejarah,39,Serial,3,Shalat,143,Syiah,27,Syirik,12,Tafsir,40,Tanya Jawab,562,Tauhid,48,Tazkiyatun Nafs,103,Teman,18,Thaharah,21,Thalabul Ilmi,115,Tweet Ulama,6,Ulama,59,Ustadz Menjawab,9,Video,13,Zakat,10,
ltr
item
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy: Titik Autokritik
Titik Autokritik
Autokritik artinya kritik terhadap diri sendiri. Salaf mengajari kita agar introspeksi diri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGnzykA50FTrxHbl9kRdRNw0r2ht0gQmzwpaWaDqOwNkb4dSXRPkjBLMWCf-iM3CYohhbOICS7iqF0-2fNIMZwB44zQ63EFW64ArEdSnG80MaZxhP6MkzMcx4qGM-SX0R5M_RC4gGqAJ0iBG_0YgTFugscObeR5_kNdOBd0LFLoXYojoJSaixao2VKjA/s320/titik%20auto%20kritik.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGnzykA50FTrxHbl9kRdRNw0r2ht0gQmzwpaWaDqOwNkb4dSXRPkjBLMWCf-iM3CYohhbOICS7iqF0-2fNIMZwB44zQ63EFW64ArEdSnG80MaZxhP6MkzMcx4qGM-SX0R5M_RC4gGqAJ0iBG_0YgTFugscObeR5_kNdOBd0LFLoXYojoJSaixao2VKjA/s72-c/titik%20auto%20kritik.jpg
Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy
https://www.atsar.id/2022/10/titik-autokritik.html
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/
https://www.atsar.id/2022/10/titik-autokritik.html
true
5378972177409243253
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA POST Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Oleh Beranda HALAMAN POSTS Lihat Semua BACA LAGI YUK LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Al afwu, artikel tidak ditemukan Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 jam yang ago $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 pekan yang lalu Pengikut Ikut THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy